Cuaca Kalsel Hari Ini, Waspada Potensi Hujan Petir di Sejumlah Wilayah Demi Top Up Game Online, Pria di Balikpapan Tipu Puluhan Orang Persiapan PON Papua, Balikpapan Sumbang 61 Atlet untuk Perkuat Kaltim Rekap PSU Sejumlah Kecamatan Selesai, KPU Banjar Gelar Penghitungan Lusa Gol Tunggal Raheem Sterling Bawa Inggris Tekuk Kroasia

Polres Barut Dalami Dugaan Korupsi Dana Desa Trinsing

- Apahabar.com Jumat, 30 Agustus 2019 - 16:49 WIB

Polres Barut Dalami Dugaan Korupsi Dana Desa Trinsing

Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar SIK didampingi Kabag Ops dan Kasat Reskrim saat press conference dugaan penyalahgunaan Dana Desa, Desa Tringsing Kecamatan Teweh Selatan, Jumat (30/8/2019). Foto-Istimewa

apahabar.com, MUARA TEWEH – Polisi Resort Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah merilis hasil pemeriksaan dugaan kasus korupsi dana desa di Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan.

Kepala Polres Barut AKBP Dostan Matheus Siregar mengatakan, saat ini pihaknya akan melakukan penyelidikan dan telah memeriksa 15 orang saksi. Pihaknya sudah menerima hasil audit Inspektorat Barut.

“Dugaan kerugian sekitar Rp390 juta dan dokumen yang diamankan pencairan dana desa, alokasi dana desa, slip penarikan, dan laporan pertanggungjawaban anggaran 2018,” kata Dostan kepada wartawan saat jumpa pers di Muara Teweh, Jumat (30/8/2019).

Kepala Satuan Reskrim Polres Barut AKP Kristanto Situmeang menambahkan, penyelidikan perkara tindak pidana korupsi di Desa Trinsing rampung dan memasuki tahap penyidikan.

Untuk kasus korupsi ini baru naik dari lidik ke sidik dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Sebab pihaknya akan terlebih dahulu melakukan gelar perkara di Polda Kalteng.

Terpisah, Kepala Desa Trinsing Heri Mansupardi secara tegas membantah hasil penyelidikan tersebut, karena tidak sesuai dengan fakta yang ada.

“Tidak ada pembangunan di Trinsing menggunakan dana desa sebesar Rp391 juta selama tahun anggaran 2018. Soal laporan, bendahara yang bertanggungjawab,” kata Heri kepada awak media, Jumat (30/8).

Proyek fisik yang dilaksanakan, seingat Heri, menelan dana sekitar Rp500 juta mencakup rigid jalan, pembuatan gapura atau stelling air, dan penetapan batas desa.

Semua proyek fisik tersebut beres dikerjakan.”Kita juga minta inspektorat lewat APIP untuk mengeceknya. Ada surat permintaan untuk pemeriksaan khusus,” ujar Heri.

Dia berharap instansi yang berkaitan dengan pendampingan terhadap dana desa bisa memberikan pencerahan atau solusi karena semua yang dikerjakan sudah dimintakan dinas atau instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan.

“Artinya apa hasil di lapangan semestinya sudah sepengetahuan tim pendampingan. Karena penggunaan anggaran jelas dan hasilnya juga bisa dilihat sendiri, “ pungkasnya.

Reporter: AHC17
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Jozeph Paul Zhang

Hukum

Tak Terima Diburu Polisi, Jozeph Paul Zhang Seret Ustaz Abdul Somad dan Yahya Waloni
apahabar.com

Hukum

Mengeluh Sakit, Romi Kembali Dibantarkan di RS Polri
apahabar.com

Hukum

Norman Ditangkap Polisi Karena Simpan 9 Paket Sabu
apahabar.com

Hukum

Kematian Mahasiswi Akper Banjarmasin Masih Misterius: Dokter Duga Mati Lemas
apahabar.com

Hukum

BNN Buka Catatan Harta Rp5,2 Miliar Milik Napi Cantik di Kalsel
apahabar.com

Hukum

Gelar Pesta Narkoba, 2 Warga Murung Pudak Tabalong Diciduk Polisi
apahabar.com

Hukum

Polsek Alabio Ungkap Komplotan Maling Pompa Air
apahabar.com

Hukum

Lokasi Sidang Diananta Disoal, Jaksa Siap Tangkal Eksepsi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com