Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Polres Barut Dalami Dugaan Korupsi Dana Desa Trinsing

- Apahabar.com Jumat, 30 Agustus 2019 - 16:49 WIB

Polres Barut Dalami Dugaan Korupsi Dana Desa Trinsing

Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar SIK didampingi Kabag Ops dan Kasat Reskrim saat press conference dugaan penyalahgunaan Dana Desa, Desa Tringsing Kecamatan Teweh Selatan, Jumat (30/8/2019). Foto-Istimewa

apahabar.com, MUARA TEWEH – Polisi Resort Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah merilis hasil pemeriksaan dugaan kasus korupsi dana desa di Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan.

Kepala Polres Barut AKBP Dostan Matheus Siregar mengatakan, saat ini pihaknya akan melakukan penyelidikan dan telah memeriksa 15 orang saksi. Pihaknya sudah menerima hasil audit Inspektorat Barut.

“Dugaan kerugian sekitar Rp390 juta dan dokumen yang diamankan pencairan dana desa, alokasi dana desa, slip penarikan, dan laporan pertanggungjawaban anggaran 2018,” kata Dostan kepada wartawan saat jumpa pers di Muara Teweh, Jumat (30/8/2019).

Kepala Satuan Reskrim Polres Barut AKP Kristanto Situmeang menambahkan, penyelidikan perkara tindak pidana korupsi di Desa Trinsing rampung dan memasuki tahap penyidikan.

Untuk kasus korupsi ini baru naik dari lidik ke sidik dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Sebab pihaknya akan terlebih dahulu melakukan gelar perkara di Polda Kalteng.

Terpisah, Kepala Desa Trinsing Heri Mansupardi secara tegas membantah hasil penyelidikan tersebut, karena tidak sesuai dengan fakta yang ada.

“Tidak ada pembangunan di Trinsing menggunakan dana desa sebesar Rp391 juta selama tahun anggaran 2018. Soal laporan, bendahara yang bertanggungjawab,” kata Heri kepada awak media, Jumat (30/8).

Proyek fisik yang dilaksanakan, seingat Heri, menelan dana sekitar Rp500 juta mencakup rigid jalan, pembuatan gapura atau stelling air, dan penetapan batas desa.

Semua proyek fisik tersebut beres dikerjakan.”Kita juga minta inspektorat lewat APIP untuk mengeceknya. Ada surat permintaan untuk pemeriksaan khusus,” ujar Heri.

Dia berharap instansi yang berkaitan dengan pendampingan terhadap dana desa bisa memberikan pencerahan atau solusi karena semua yang dikerjakan sudah dimintakan dinas atau instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan.

“Artinya apa hasil di lapangan semestinya sudah sepengetahuan tim pendampingan. Karena penggunaan anggaran jelas dan hasilnya juga bisa dilihat sendiri, “ pungkasnya.

Reporter: AHC17
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Simpan Dextro di Tumpukan Pisang, Acil Warung Ini Ditangkap Polisi
apahabar.com

Hukum

Tersandung Asusila, Gusti Makmur Diberhentikan KPU
apahabar.com

Hukum

Kematian Helda, Perempuan Muda di Pelambuan Masih Misteri

Hukum

VIDEO: Seks Sedarah di Banjarbaru, Setelah Hamil Anak Pun Dijual
apahabar.com

Hukum

Di Barabai, Pelangsir Tunggang Langgang Tahu Polisi Datang
apahabar.com

Hukum

Miliki 93 Paket Sabu, IRT Asal Sungai Rangas Ulu Dibekuk Polisi
apahabar.com

Hukum

Geger di Karang Payau, Setahun Lebih Ayah Bejat Gauli Anak Tiri
apahabar.com

Hukum

Viral di Banjarmasin, Penipu Kena Prank Perempuan Muda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com