Begal Sadis Mengintai Sopir Travel, Simak Imbauan Tim Macan Kalsel  Vonis Mati Pembawa Sabu Ratusan Kilo di Tabalong, Terdakwa Langsung Banding Dihantam Covid-19, Pajak Hiburan Kota Banjarmasin 0 Persen! Pembantaian Sekeluarga di Sigi Sulteng, TNI Terjunkan Pasukan Khusus Berjuang untuk Keluarga, Legimin Tetap Semangat Jualan Kerupuk di Tengah Pandemi

Presiden Tegaskan Rencana Cadangan Energi Listrik Harus Berjalan

- Apahabar.com Senin, 5 Agustus 2019 - 11:02 WIB

Presiden Tegaskan Rencana Cadangan Energi Listrik Harus Berjalan

Presiden RI Joko Widodo mengisikan token dan menyalakan listrik di salah satu rumah warga di Bantarjati, Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/1/2018). Penyerahan ini merupakan bagian dari pemberian 60.000 sertifikat listrik gratis bagi warga di Jawa Barat. Foto – Istana Presiden/Agus Suparto

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan rencana cadangan pendistribusian energi listrik harus berjalan melalui kalkulasi yang matang.

“Saya tahu peristiwa seperti ini pernah kejadian di tahun 2002, 17 tahun lalu untuk Jawa dan Bali. Mestinya itu bisa dipakai sebuah pelajaran kita bersama jangan sampai kejadian yang sudah pernah terjadi kembali terjadi lagi,” kata Presiden saat kunjungan ke kantor pusat PT PLN (Persero) di Jakarta seperti dilansir Antara, Senin (05/08).

Presiden menjelaskan listrik padam yang terjadi pada Minggu (04/08) di Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta tidak hanya merusak reputasi PLN.

Dia mengatakan konsumen listrik sangat dirugikan.

“Pelayanan transportasi umum sangat berbahaya sekali, MRT misalnya. Oleh sebab itu pagi hari ini saya ingin mendengar langsung, tolong disampaikan yang simple-simple saja. Kemudian kalau ada hal yang kurang ya blak-blakan saja, sehingga bisa diselesaikan dan tidak terjadi lagi untuk masa-masa yang akan datang,” ujar Jokowi.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu meminta direksi dan pengelola PLN untuk mengkalkulasi segala resiko pendistribusian energi listrik.

“Pertanyaan saya, Sehingga kita tahu sebelumnya. Kok tahu-tahu drop. Artinya pekerjaan yang ada tidak dihitung, tidak dikalkulasi. Dan itu betul-betul merugikan kita semuanya,” pungkas Jokowi.

Baca Juga: Usai Listrik Padam Massal, Jokowi Datangi Kantor Pusat PLN

Baca Juga: Pengamat Sarankan PLN Kembangkan Alternatif Sistem Jaringan

Baca Juga: Jawa-Banten-DKI Padam Listrik 7 Jam, Ini Penjelasan Plt Dirut PLN

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi: Monumen di Bengkulu Tanda Hormat atas Perjuangan Fatmawati
apahabar.com

Nasional

Kewenangan Camat di Kawasan Perbatasan Akan Ditambah, Ini Alasan BNPP
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Penyaluran BLT Desa dan Bansos Tunai Disederhanakan
apahabar.com

Nasional

Jemaah Haji Tahun Ini Capai 2,4 Juta Jiwa, Asia Terbanyak

Nasional

Hari Ini Kuota Internet Belajar Siswa dan Guru Dikirim Langsung ke Nomor Peserta, Berikut Besar Subsidinya
apahabar.com

Nasional

Pupuk Subsidi Over Stock, Kalsel Bisa Jadi Penyangga Daerah Lain
apahabar.com

Nasional

Terdapat 3.680 Korban, Polisi Ungkap Sindikat Mafia Perumahan Syariah
apahabar.com

Nasional

Ricuh di Gedung KPK, Polisi Baku Hantam dengan Massa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com