apahabar.com
Pemain asing Barito Putera Rafael Da Silva. Foto-Kompas.com

apahabar.com, MAKASSAR – Lawatan Barito Putera ke Stadion Andi Mattalatta Makassar, Rabu (14/8), berakhir dengan kekalahan. Laskar Antasari ditekuk PSM Makassar 1-2.

Barito tampil dalam bentuk berbeda, karena pelatih Yunan Helmi menggunakan formasi 5-3-2. Putusan itu tampaknya dipengaruhi kondisi PSM yang memiliki banyak pemain sayap berbahaya.

Formasi itu lantas membuat Rizky Rizaldi Pora harus duduk di bench. Posisi sayap kiri yang biasa ditempati sang kapten, diberikan kepada Yacob Sayuri.

Sementara di lini tengah tanpa Evan Dimas, Barito menempatkan trio Bayu Pradana, Lucas Rodriguez dan Gavin Kwan Adsit.

Pertandingan di menit-menit awal berlangsung dalam tempo datar. Bahkan hingga menit 30, tak satupun peluang berbahaya yang dikreasikan kedua klub.

Barito mengenakan jersey putih-putih, berusaha membongkar pertahanan tuan rumah dengan kombinasi umpan-umpan pendek.

Namun PSM bertahan dengan cukup rapi, sehingga beberapa tembakan ke gawang yang dibikin Barito banyak dibukukan melalui bola-bola mati dan sepakan spekulasi.

Yacob sempat menjajal Rivky Mokodompit dengan sepakan dari luar kotak penalti di menit 36. Upaya tersebut berhasil diblok, sedangkan rebound yang kembali dicecar Yacob juga melebar.

Di sisi lain, Lucas Rodrigues nyaris membikin gol bunuh diri, ketika berusaha membuang umpan silang Zulham Zamrun dari kanan di menit 42.

Barito sempat mencetak gol di menit 45, ketika Yacob memberi umpan tarik yang diselesaikan Rafael Silva dengan sontekan di depan gawang. Namun gol dianulir, karena Yacob lebih dulu terjebak offside.

Selepas turun minum, Barito membuka kesempatan di menit 46 melalui sepakan placing Paulo yang sedikit melebar dari sasaran.

Barito terus menekan tuan rumah dan Yakob kembali mendapatkan peluang emas di menit 53. Sukses melewati kawalan Asnawi Mangkualam dan Rivky di kotak penalti, tendangan Yakob masih dapat disapu Benny Wahyudi di depan gawang.

Lantas di menit 55, peluang Barito kembali mentah. Menerima umpan pendek Gavin Kwan, sepakan Paulo berhasil diblok Rivky dan hanya menghasilkan tendangan sudut.

PSM membalas dengan sepakan Muhammad Rahmat di menit 57. Meski dalam posisi cukup bebas, Rahmat gagal menaklukkan Aditya Harlan.

Justru PSM yang berhasil mencetak gol di menit 60. Diawali akselerasi Asnawi di kanan kotak penalti, bola kemudian dimaksudkan sebagai umpan tarik.

Tidak dinyana si kulit bundar membentur kaki Donni Monim, sehingga kemudian berbelok ke gawang sendiri.

PSM melakukan pergantian tak terencana, setelah Rivky mengalami cedera. Herry Prasetyo kemudian dimasukkan pelatih Darije Kalezic di menit 61.

Sekitar 5 menit di lapangan, Herry harus memungut bola dari gawang sendiri. Tepatnya di menit 65, Lucas mencetak gol dengan memaksimalkan kesalahan Abdul Rahman.

Berupaya menyapu umpan tarik Rafael, Abdul Rahman justru mengarahkan bola ke depan Lucas. Tanpa mengontrol lagi, gelandang bertahan ini meneruskan bola ke gawang.

Memasuki menit 75, PSM kembali memimpin berkat penalti Marc Klok. Bayu Gatra yang baru masuk di menit 71, dianggap dilanggar oleh Andri Ibo.

Penalti tersebut sempat diprotes Barito, mengingat kontak Andri dengan Bayu terbilang minim.

Tertinggal dengan cara yang kurang dimengerti, tidak membuat Barito kehilangan semangat. Lucas yang beberapa kali melakukan overlapping, nyaris mencetak brace di menit 84.

Kemudian di menit 88, sundulan Rafael yang memanfaatkan umpan jauh Andri, masih melebar tidak lebih dari 30 sentimeter di sisi luar gawang.

Selanjutnya situasi pertandingan tidak terkontrol. Emosi pemain Barito terpancing strategi PSM yang membuang-buang waktu.

Rafael terlihat paling emosi, sehingga memprotes keras kepada wasit. Akibatnya striker kelahiran Brasil itu mendapatkan kartu merah langsung.

Sebelum Rafael dikartumerah, Yunan Helmi juga mencak-mencak kepada wasit dan hakim garis. Untungnya Yunan tidak sampai dihukum, meski harus ditenangkan ofisial Barito.

Akibat kekalahan ini, Barito memang masih bertahan di peringkat 14 klasemen sementara dengan 12 poin.

Namun mengingat klub-klub lain di bawah belum melakoni lebih dari 13 pertandingan, posisi Barito berpeluang besar kembali turun ke papan bawah.

Sebaliknya PSM melesat ke peringkat 9 dengan 16 poin. Juku Eja sekaligus mengakhiri catatan buruk berupa sepasang kekalahan dalam 2 pertandingan terakhir masing-masing dengan skor 0-1 dari Bali United dan 0-2 melawan Borneo FC.

Kemenangan ini juga mengakhiri rentetan hasil imbang yang diperoleh PSM dalam sepasang pertandingan terakhir melawan Barito di Andi Mattalatta.

Sejak Liga 1 2017 hingga 2018, PSM hanya mampu berbagi poin dengan Barito, kesemuanya lewat skor 1-1.

Susunan Pemain

PSM Makassar (4-4-2):
Rivky Mokodompit (Herry Prasetyo ’61); Asnawi Mangkualam, Abdul Rahman, Hasim Kipuw, Beny Wahyudi; Muhammad Arfan (Rizky Pellu ’56), Marc Klok, Wiljan Pluim, Zulham Zamrun (Bayu Gatra ’71); Ferdinand Sinaga, Muhammad Rahmat

Barito Putera (5-3-2):
Aditya Harlan; Roni Beroperay, Lucas Rodrigues, Donni Monim, Dandi Maulana, Andri Ibo; Paulo Sitanggang (Ferdiansyah ’73), Gavin Kwan Adsit (Samsul Arif ’80), Bayu Pradana; Yakob Sayuri (Rizky Rizaldi Pora ’65), Rafael Silva

Baca Juga: Yoo Jae Hoon dan Bahtiar Pergi, Hasnur Siap Umumkan Pemain Baru

Baca Juga: Kerjasama Persebaya dan Djadjang Resmi Berakhir

Baca Juga: Jika Lolos PON, Wawali Banjarmasin Siapkan Bonus untuk Atlet Dance Sport

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Aprianoor