Resmi, Banjarmasin Hanya Izinkan SMP Sekolah Tatap Muka Januari 2021 Sekolah Tatap Muka di Kalsel, Banyak Laporan Kekhawatiran Ortu Rontok Lagi! Bawaslu RI Tolak Laporan Keberatan Denny Indrayana Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri

Ratusan Jenis Bajakah, Awas yang Beracun

- Apahabar.com Rabu, 21 Agustus 2019 - 07:15 WIB

Ratusan Jenis Bajakah, Awas yang Beracun

Bajakah yang diklaim mampu menyembuhkan kanker. Foto-Liputan6.com

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Tanaman Bajakah ramai diperbincangkan. Pemerintah Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah sibuk mengupas soal Bajakah.

Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri mengaku pihaknya berencana mengadakan rapat dengan berbagai pihak untuk membahas lebih lanjut terkait tanaman Bajakah.

Rapat itu nantinya dihadiri para pelajar dan guru yang mengenalkan Bajakah serta organisasi perangkat daerah vertikal maupun horizontal, kata Fahrizal usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD Kalteng.

“Adanya khasiat Bajakah itu kan temuan dan riset pelajar, maka perlu ada uji klinis lebih lanjut. Jadi, kami akan mengadakan rapat, Selasa (20/8), itu membahas masalah Bajakah,” ucapnya.

Dikatakan, rapat tersebut juga nantinya membahas langkah antisipasi terjadinya eksploitasi besar-besaran terhadap Bajakah. Cara memanen dan membudidayakan secara berkelanjutan, pengawasan penjualan, hingga proses pengiriman apabila memang terbukti secara secara klinis mampu mengobati kanker.

Dia mengatakan langkah untuk mengawasi penjualan Bajakah telah dilaksanakan Pemprov Kalteng beberapa hari yang lalu. Pengawasan tersebut harus dilakukan untuk mengantisipasi berbagai permasalahan yang timbul akibat kesalahan dalam mengkonsumsi Bajakah.

“Tanaman Bajakah itu jenisnya ratusan, bahkan ada yang beracun dan tidak boleh dikonsumsi oleh manusia. Jadi, kami harus mengawasi penjualannya hingga larangan membawa ke provinsi lain,” kata Fahrizal.

Mengenai adanya usulan untuk menerbitkan instruksi melarang sementara waktu penjualan Bajakah, Pemprov Kalteng masih perlu melakukan pengkajian lebih lanjut apakah perlu atau tidak.

“Nanti kami bahas juga dalam rapat bersama dengan OPD lain. Tapi, kami sudah melakukan pengawasan terhadap penjualan tanaman Bajakah,” katanya.

Sebelumnya, Eksekutif General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Cabang Palangka Raya Bandara Tjilik Riwut Siswanto, membenarkan ada larangan membawa tanaman Bajakah keluar dari provinsi ini.

Meski begitu, dirinya menegaskan bahwa larangan tersebut bukan berasal dari PT Angkasa Pura II, melainkan Balai Karantina selaku yang berwenang memeriksa berbagai jenis tumbuhan.

“Kami hanya melaksanakan aturan yang dikeluarkan oleh instansi tersebut. Jika, memang dilarang, tentu AP II juga akan mengikutinya. Tapi, kalau sebaliknya atau diperbolehkan, maka AP II pun juga akan melanjutkannya,” kata Siswanto.

Baca Juga: Kontroversi Tanaman Bajakah, Hanya Pencegahan Dini Bukan Mengobati

Baca Juga: Penajam Paser Utara, Calon Ibu Kota Menyimpan Potensi Bajakah

Sumber: Antara
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Boros Anggaran, Presiden Bertekad Sederhanakan Jenjang Birokrasi
apahabar.com

Nasional

Akses Menuju Monas Jadi Parkiran Massal
apahabar.com

Nasional

Warga Pulau Sebesi Belum Tersentuh Bantuan Pasca-Disapu Tsunami

Nasional

Hari Ini Covid-19 Indonesia Bertambah 4.301, Maluku, Riau dan Gorontalo Nihil Kasus
apahabar.com

Nasional

Muhammadiyah Dukung Pembangunan Museum Nabi Muhammad
apahabar.com

Nasional

Fotonya Tidur Saat Pelantikan Viral, Ini Penjelasan Lora Fadil
apahabar.com

Nasional

Cemburu, Suami Nekat Bakar Diri Bersama Anak hingga Tewas
apahabar.com

Nasional

Ustaz Arifin Ilham Siapkan Kain Kafan Sebelum Wafat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com