Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel Akhir Februari Seluruh Nakes di Kalteng Sudah Divaksin Covid-19 Puluhan Personel Polda Kalsel Amankan Distribusi Vaksin ke Setiap Daerah

Reaksi Polres Banjar Heboh Hoaks Pembuatan SIM Tanpa Tes

- Apahabar.com Kamis, 29 Agustus 2019 - 13:15 WIB

Reaksi Polres Banjar Heboh Hoaks Pembuatan SIM Tanpa Tes

Ilustrasi pembuatan SIM. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Kabar Pemutihan surat izin mengemudi (SIM) yang sudah mati dan Buat SIM Baru pada 25 Agustus 2019 tak melalui rangkaian tes berlaku di seluruh Indonesia telah dinyatakan hoaks.

Terkait dengan kabar burung yang sudah kadung menyebar ke mana mana itu, Kasat Lantas Polres Banjar AKP Indra Agung Perdana Putra didampingi Badan Urusan (Baur) SIM, Aipda Subiyanto angkat bicara.

“Bahwa berdasarkan Peraturan Kapolri (Perkap) pada Pasal 28 tentang perpanjangan SIM, harus dilakukan sebelum masa berlaku SIM habis. Kemudian menurut Pasal 28 ayat 3 perpanjangan yang dilakukan lewat waktu sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 2 harus diajukan SIM baru sesuai dengan SIM yang dimiliki harus melalui Tes Teori dan Praktek,” beber Subiyanto, kepada apahabar.com, Kamis siang.

Sepanjang dirinya menjabat, sudah dua kali Subianto mendengar berita serupa. “Berita ini sangat sering beredar di media sosial, kabarnya semua sama mengatakan jika melakukan pembuatan SIM dan perpanjangan tanpa melalui tes. Saya berharap masyarakat cermat dan cerdas dalam memilah dan memilih berita yang beredar. Jika tidak tahu kebenarannya harap bertanya terlebih dahulu,” tuturnya.

Subiyanto merasa masyarakat sekarang sudah dipermudah untuk melakukan pembuatan SIM, cukup dengan mengikuti mekanisme ada. Mulai dari Pengecekan kesehatan, Identifikasi, serta ujian teori dan praktik. Kemudian melakukan pembayaran melalui Bank, SIM sudah bisa diambil.

“Masyarakat sekarang sudah dipermudah dengan perpanjangan karena di seluruh Satpas sudah online, jadi silakan melakukan perpanjangan sebelum masa berlaku habis,” pungkasnya.

Adapun, lanjut dia, setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Baca Juga: Pembuatan SIM Tanpa Tes di MRS Festival 2019, Benarkah?

Baca Juga: Polisi: Manfaatkan Layanan SIM dan Samsat Keliling

Reporter: Ahc15
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ma’ruf Amin Buka-bukaan Soal Pencalonannya
apahabar.com

Kalsel

Brakk ! Tukang Ojek Banjarbaru Tewas Dihantam Truk
apahabar.com

Kalsel

Refleksi Hari Kartini di Kalsel, Hanna: Saatnya ‘Out of The Box’
apahabar.com

Kalsel

Perhatikan Peringatan Dini BMKG Ini yang Dapat Ancam Wilayah Kalsel!
apahabar.com

Kalsel

Tes SKD CPNS Tanbu Dimulai 8 Februari
Jadi Tersangka, Ketua KPU Banjarmasin Masih Tetap Ngantor

Kalsel

Jadi Tersangka, Ketua KPU Banjarmasin Masih Tetap Ngantor
apahabar.com

Kalsel

Trauma, Istri Korban Pembunuhan di Alalak Utara Tak Tidur di Rumah
apahabar.com

Kalsel

Kerjasama Pelindo III dan Pemkot Banjarmasin Terkendala Pembebasan Lahan  
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com