Geger! Jasad Pria Mengapung di A Yani Km 11 Kertak Hanyar Sempat Padam, Sistem Kelistrikan Kalselteng Kembali Pulih Tampil Perdana, Munthe FC Kotabaru Puas Jadi Runner-Up Belum Sejam, Polres HSS Ciduk 3 Terduga Pengedar Sabu Sebagian Kalsel Alami Pemadaman Aliran Listrik, Ternyata Ini Penyebabnya

Relokasi Pedagang Hambat Pembangunan Siring Muara Kelayan

- Apahabar.com     Kamis, 22 Agustus 2019 - 23:14 WITA

Relokasi Pedagang Hambat Pembangunan Siring Muara Kelayan

Suasana pasar beras di Jalan Pasar Pagi Muara Kelayan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pasar beras berusia 50 tahun lebih tersebut akan direlokasi akibat proyek pembangunan siring. Foto-Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Rencana Pemerintah Kota atau Pemkot Banjarmasin mengubah wajah kawasan pasar beras di Jalan Pasar Pagi terancam molor.

Sampai kini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) maupun Dinas Perdagangan tak memiliki tempat penampungan atau relokasi bagi 29 pedagang.

Sebelum dibebaskan lahannya, harus ada tempat relokasi untuk lapak para pedagang tersebut.

“Dilema kita, harusnya Dinas PUPR dan Perdagangan berkomunikasi dulu, sebelum meminta kita membebaskan lahan di sana,” terang Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Banjarmasin, Ahmad Fanani, kepada apahabar.com, Kamis.

Pembebasan lahan memang akan dilakukan demi melanjutkan pembangunan proyek Siring Sungai Kelayan. Jika yang dibebaskan hanya rumah warga biasa, maka lebih mudah terlaksana. Tidak perlu relokasi segala.

Namun, nyatanya yang dihadapi justru aktivitas perdagangan di kawasan Sungai Muara Kelayan atau seberang kantor PD PAL Banjarmasin itu.

Terlebih, para pedagang bahan pokok itu tidak hanya melayani pembeli dalam kota saja. Distributor beras ke provinsi tetangga Kalsel juga dilayani mereka.

“Pedagang mengirim beras ke provinsi tetangga melalui darat dan sungai, karena lokasi di sana juga strategis,” ungkapnya.

Pada dasarnya ketika seluruh elemen rampung, Disperkim siap melaksanakan pembebasan lahan. Sebab lampu hijau dari warga juga sudah didapat saat sosialisasi pembebasan lahan.

“Mereka itu pedagang sekaligus penyewa. Jangan sampai ada orang yang merasa dirugikan, karena pembebasan lahan ini,” ujarnya.

Melalui sosialisasi, Fanani menerangkan pemerintah siap mengupayakan jalan terbaik agar para pedagang tak merugi. Rp13 miliar telah disiapkan untuk ganti rugi.

Baca Juga: Perhatian! Kualitas Air Sungai di Banjarmasin Tak Layak Konsumsi

Baca Juga: Tak Ada Keterangan 3 Hari, Tunjangan Profesi Guru di Batola Tidak Dibayar

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjir

Kalsel

Pascabanjir Kalsel, PT Smart Tbk. Downstream Unit Tarjun dan Yayasan Tzu Chi Sinarmas Serahkan Bantuan
apahabar.com

Kalsel

Politeknik Kotabaru Mewisuda Puluhan Sarjana Siap Pakai
Tanah Bumbu

Kalsel

Lebih Dalam Mengenal Makna Baju Adat Tanah Bumbu yang Doyan Dikenakan Presiden Jokowi
Terbakar

Kalsel

Heboh Motor Terbakar Depan Pom Mini Kandangan HSS
apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19 di Tanah Bumbu, Kusan Hilir dan Satui Paling Masif
apahabar.com

Kalsel

Teror Bom Medan, Wakapolres: Tanah Bumbu Aman
Pemuda Pancasila

Kalsel

Haris-Ilham Kantongi Pakta Integritas dari Pemuda Pancasila Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Dahsyatnya Banjir di Tanbu, Ribuan Jiwa dan Lahan Pertanian Terdampak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com