apahabar.com
Sebelum akhirnya direncanakan direlokasi, PKL Handil Bakti beberapa kali ditertibkan Satpol PP Barito Kuala. Foto-Dok. Pemkab Batola

apahabar.com, MARABAHAN – Begitu relokasi dilakukan, PKL Handil Bakti di Jalan Trans Kalimantan tak perlu mengeluarkan biaya penebusan los di Pasar Induk Handil Bakti (PIHB).

Terdapat 98 PKL yang direncanakan direlokasi. Kesemuanya berjualan di sepanjang jalur hijau mulai dari pos polisi di depan Terminal Handil Bakti hingga depan Kompleks Persada Permai.

Dari jumlah tersebut, 52 di antaranya tercatat berjualan makanan dan minuman, 16 pedagang buah, 11 pedagang pakaian dan alas kaki, 8 pedagang pulsa dan ponsel, serta 11 pedagang barang lain.

Uniknya separuh pedagang buah berdomisili di Banjarmasin sesuai alamat di Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sementara pedagang pakaian, hanya seorang yang tercatat sebagai warga kota tetangga.

Kendati demikian, domisili bukan masalah yang dibesar-besarkan. Selama masih tercatat sebagai PKL Handil Bakti, mereka berhak direlokasi ke Pasar Handil Bakti.

“Kami menyediakan 160 los dalam 4 blok di Pasar Indul Handil Bakti. Kalau memperhitungkan jumlah PKL Handil Bakti, berarti masih banyak los yang kosong,” jelas Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskopperindag) Barito Kuala, Purkan, Selasa (13/8).

Untuk mengisi kekosongan, Diskopperindag memperbolehkan PKL Handil Bakti mengambil dua los sekaligus. Pun tak tertutup kemungkinan terdapat los yang diisi bukan eks PKL Handil Bakti.

“Relokasi ini tidak memungut biaya, karena los tak diperjualbelikan. Pedagang hanya membayar biaya sewa sebesar Rp2.000 per meter. Dengan luas 3 x 4 meter, berarti sewa los hanya Rp12 ribu per bulan,” timpal Surono, Kabid Perdagangan Diskopperindag Batola.

“Selain biaya sewa, pedagang juga diwajibkan membayar retribusi sebesar Rp1.000. Kalau terdapat tagihan lain, silakan dilaporkan kepada kami,” tegasnya.

Baca Juga: Relokasi Ke PIHB, PKL Handil Bakti Takut Sepi Pembeli

Baca Juga: Relokasi PKL Handil Bakti Segera Dimulai

Baca Juga: PKL Sempat Kaget Saat Satpol PP Operasi Simpatik

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif