apahabar.com
Ilustrasi napi. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke-74 jadi berkah tersendiri bagi ribuan warga binaan permasyarakatan (WBP) di Kalsel.

Mereka yang selama ini meratapi nasib di balik jeruji besi di 14 Lembaga Permasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) diusulkan mendapat pengurangan hukuman alias remisi.

Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel mengusulkan 3.973 WBP atau narapidana memperoleh potongan hukuman. Bahkan 105 napi langsung menghirup udara bebas.

Napi yang namanya tercantum dalam usulan remisi paling dominan dengan kasus narkotika.

“Remisi ini paling tidak dapat mengurangi kelebihan daya tampung di Lapas maupun Rutan,” kata Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kalsel, Alfi Zahrin Kiemas saat dihubungi apahabar.com, Kamis (15/8) pagi.

Selain daya tampung, pemberian remisi dinilai juga bisa menghemat anggaran biaya makan.

“Pemberian remisi juga merupakan wujud negara hadir memberikan penghargaan bagi warga binaan atas segala pencapaian positif itu,” tuturnya.

Berdasarkan data, Lapas Kelas IIA Banjarmasin mengusulkan 1.045 napi dapat remisi, LPKA Kelas I Martapura 85 napi, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan 62 napi, Lapas Kelas IIB Amuntai 215 napi, Lapas Kelas IIB Kotabaru 512 napi, Lapas Kelas III Tanjung 156 napi, Lapas Kelas III Banjarbaru 768 napi, Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura 314 napi.

Rutan Kelas IIB Pelaihari 164 napi, Rutan Kelas IIB Rantau 115 napi, Rutan Kelas IIB Kandangan 132 napi, Rutan Kelas IIB Barabai 159 napi, Rutan Kelas IIB Tanjung 96 napi, Rutan Kelas IIB Marabahan 150 napi.

Baca Juga: Cinta Terlarang Terbongkar, Oknum RT Keluarkan Jurus Bacok  

Baca Juga: Satpol PP Perempuan Korban Dibegal Usai Pulang Piket Malam

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah