Setelah Tarif 10 Kubik Dihapus, Intip Kerugian PDAM Bandarmasih Belum Dilantik, 5 Calon Kepala Dinas di Banjarmasin Dibuat Waswas Diam-Diam, Penembak Mati Kades Jirak Tabalong Sudah Divonis! Resmi, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran BirinMu ke Bawaslu Kalsel Dugaan Pelanggaran Pemilu di Kalsel, Penantang BirinMu Beber Sederet Bukti dari Amuntai

Rumah Lanting Menghilang, Pasaran Bambu Lesu

- Apahabar.com Sabtu, 24 Agustus 2019 - 08:22 WIB

Rumah Lanting Menghilang, Pasaran Bambu Lesu

Rumah Lanting. Foto-DocPlayer.info

apahabar.com, BANJARMASIN – Seiring perkembangan zaman, Rumah Lanting, rumah rakitan tradisional suku Banjar mulai menghilang. Hal ini berbuntut berkurangnya permintaan batang bambu.

Padahal sudah puluhan tahun salah satu pedagang bambu bertahan untuk berjualan di tepian Sungai Martapura, tepatnya di samping Jembatan Dewi, depan pintu gerbang Sungai Baru Kota Banjarmasin.

“Pada tahun 1960-an hingga 1990-an memang masih banyak ditemui Rumah Lanting atau batang banyu yang dipakai warga di sepanjang Sungai Martapura dan Sungai Barito, sekarang sudah berkurang,” ujar salah satu pedagang bambu, Syamsury kepada apahabar.com.

Saat ini, kata dia, para pembeli hanya menggunakan batang bambu untuk menjadi bahan bangunan, serta menjadi andang, tangga untuk para tukang saat membangun rumah beton atau gedung.

“Selebihnya, untuk keperluan pembuatan kandang ayam dan lainnya,” katanya. Sementara membangun Rumah Lanting nampak mulai ditinggalkan.

Kalau untuk bahan pembuatan Rumah Lanting saat ini sangat jarang lantaran mulai menghilangnya budaya tinggal diatas aliran sungai oleh warga Banjarmasin.

apahabar.com

Penjualan bambu mulai lesu. Foto-Istimewa

Namun, kata dia, beberapa masih ada yang membeli untuk mengganti batang bambu yang sudah lapuk, terutama di daerah Basirih dan Mantuil, yang masih ada rumah lantingnya. Selebihnya, untuk keperluan memasang bendera dan umbul-umbul.

Baca juga :  Dua Rumah Rusak Parah, Begini Kronologis Tongkang Tabrak Perumahan Warga di Sungai Barito

Pria yang kini berusia 62 tahun ini mengakui dari usaha turun temurun yang sudah puluhan tahun itu bisa menghidupi keluarga besarnya. Hampir semua batang bambu itu didatangkan dari Loksado, sebagian lagi dari Kabupaten Banjar.

Dirinya juga mengatakan, saat ini cara membawa bambu yang dibeli, tidak lagi dengan cara yang tradisional atau dibuat rakit dan dilarutkan di sepanjang Sungai Amandit atau Sungai Martapura.

“Sekarang, bambu yang panjangnya 14 meter itu dipotong jadi 10 meter untuk memudahkan diangkut menggunakan truk besar ke Banjarmasin,” tuturnya

Baca juga :  Simpang Anem Geger, Jasad Pria Renta Ditemukan dalam Keadaan Membusuk

Selain itu, dikatakannya, untuk membuat bambu lebih tahan lama, bambu akan lebih baik apabila direndam di bantaran sungai.

Menurut dia, saat ini, pembelian bambu dalam jumlah besar sudah sangat jarang, paling banter tiap hari hanya 1.000 batang laku terjual. Namun terkadang, hanya 300 hingga 500 batang per hari.

Dirinya menjual bambu tergantung ukuran, untuk bambu ukuran lebih kecil dijual Rp15 ribu per batang. Sedangkan, agak besar dan panjang Rp 25ribu per batang. Tiap bulannya, Syamsyuri bisa mengantongi uang Rp 5 juta hingga Rp 10 juta.

“Sekarang kebanyakan yang beli bambu ini hanya langganan. Biasanya dari pihak perumahan untuk keperluan andang dan lainnya saat membangun gedung atau rumah,” tutupnya.

Baca Juga: Berharap Dana CSR Garap Penginapan Rumah Lanting

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Perbaikan Pipa PDAM Bandarmasih Diperkirakan 3 Hari
apahabar.com

Kalsel

Rumahnya Dibongkar, Hairun Ribut dengan Prajurit Kodim Barabai
apahabar.com

Kalsel

Update Kalsel 30 Mei: Nihil Kasus Positif, 15 Pasien Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Dewan Siap Evaluasi Kinerja BUMD Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Geger, Suami di Banjarbaru Gorok Leher Istri Sendiri
apahabar.com

Kalsel

Tuangkan Teh, Bentuk Dukungan Moril Hj Ananda Untuk TMMD
apahabar.com

Kalsel

Rektor ULM: Putra Kalsel Layak Jadi Menteri Pilihan Jokowi
apahabar.com

Kalsel

Kecewa dengan Kepsek, Puluhan Ortu Siswa Datangi Polresta Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com