Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Rusuh Papua, KNPI Kalsel Sepakat Tolak Rasisme dan Persekusi!

- Apahabar.com Selasa, 20 Agustus 2019 - 16:16 WIB

Rusuh Papua, KNPI Kalsel Sepakat Tolak Rasisme dan Persekusi!

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menyelidiki akun Youtube dan Facebook yang diduga sebagai penyebab aksi berujung kerusuhan Manokwari, Papua Barat. Foto-STR/AFP

apahabar.com, BANJARMASIN – Gelombang persatuan dan kesatuan terus mengalir dari Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), pasca-kerusuhan di Manokwari, dan Jayapura, Senin kemarin.

DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalsel ikut menolak keras aksi rasisme dan persekusi yang mengakibatkan tercerai berainya bangsa Indonesia.

“Kita menolak aksi rasisme, persekusi dan lainnya, yang mengakibatkan tercerai berainya persatuan Indonesia,” ucap Ketua DPD KNPI Kalsel, Fazlur Rahman kepada apahabar.com, Selasa siang.

Kini, KNPI memercayakan semua problematika tersebut kepada aparat penegak hukum. Dalam hal ini Polri.

“Terlebih, apabila terdapat pelanggaran hukum dalam peristiwa itu,” katanya.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tengah menyelidiki dua akun media sosial yang diduga sebagai penyebab aksi unjuk rasa berujung kerusuhan di Manokwari, Papua Barat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan dua akun itu berada di aplikasi YouTube dan Facebook.

Polisi menduga ada oknum tertentu yang memanfaatkan kejadian di dua kota tersebut untuk memicu kerusuhan yang lebih besar lagi.

Fazlur mengimbau masyarakat Papua yang berada di Kalsel agar tetap tenang dan tak terprovokasi dengan isu-isu beredar.

“Kemudian, tetap membaur bersama masyarakat Kalsel yang ramah dan terbuka dengan para pendatang,” sebutnya.

Pasca-peristiwa ‘buram’ itu, kata dia, hendaknya dijadikan sebagai ajang pembelajaran agar tak terulang kembali dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita mengimbau kepada masyarakat asli Kalsel agar menjaga kerukunan dan masyarakat pendatang asal papua maupun masyarakat pendatang lainya,” pungkasnya.

Baca Juga: Rusuh Papua, Ratusan Napi Lapas Sorong Masih Kabur

Baca Juga: Rusuh Manokwari, Peter Tak Menyangka Gedung DPRD Papua Barat Dibakar

Baca Juga: Rusuh Manokwari Buntut Pemukulan Mahasiswa Papua di Surabaya

Baca Juga: Papua Memanas, ULM Kumpulkan Puluhan Mahasiswa Papua di Kalsel

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi-Amin Raup 74 Persen Suara dii TPS Mbah Moen
apahabar.com

Nasional

Mantan Anggota DPRD Banjar Dipanggil KPK
apahabar.com

Nasional

Pegawai Pemda Masih Dominasi Kasus Korupsi

Nasional

‘Tak Sengaja’ Bunuh Harimau Bunting, Halawa Dihukum 3 Tahun Penjara Plus Denda Rp100 Juta
apahabar.com

Nasional

Sidang Pileg, Hakim MK Minta Pemohon Pahami Permohonannya
apahabar.com

Nasional

Warga Gugat RS Siloam dan PT NKE Rp300 M
apahabar.com

Nasional

Proyektil dan Motor Pelaku Ditemukan di Lokasi Penembakan Letkol Dono
apahabar.com

Nasional

Masuk Kakbah, Jemaah Serukan Nama ‘Jokowi’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com