Target 1 Juta Barel, Pemerintah Siap Danai Penuh Survei Seismik 3D Positif Covid-19, Cepat Sembuh Ketum PBNU Said Aqil Rupiah Jaya, Dolar Jatuh ke Level Terendah Mobil Terbelah dan Terbakar di Grand Prix Bahrain, Pebalap Prancis Ini Lolos dari Maut Bukan Kereta Api! Nih 2 Proyek Strategis Nasional Andalan Jokowi di Kalsel 2020-2024

RUU Pesantren Disahkan September, Ini Catatannya

- Apahabar.com Kamis, 29 Agustus 2019 - 05:15 WIB

RUU Pesantren Disahkan September, Ini Catatannya

Sekolompok santri di sebuah pondok pesantren. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Setelah menggelar rapat panitia kerja (panja) dengan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Senin (26/8), Komisi VIII DPR RI menggelar audiensi dengan perwakilan ormas Islam Selasa (27/8).

Pertemuan yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, itu membahas Rancangan Undang-undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Agama.

Rapat itu dihadiri oleh asosiasi pesantren dari ormas Islam PBNU, PP Muhammadiyah, PP Persis, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), dan Al Wasliyah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU/ Asosiasi Pesantren Indonesia-NU), KH Abdul Ghofarrozin, mengatakan dalam rapat itu mereka meminta agar RUU tersebut tidak mengintervensi ruang gerak pesantren. Dia mengatakan, ada beberapa pasal yang berpotensi digunakan untuk mengintervensi pesantren dan mengebiri kemandirian pesantren untuk mengatur dirinya sendiri.

Misalnya, kata dia, pada pasal 20 atas nama penjaminan mutu, pemerintah melalui kementerian agama dapat mengatur  konten dan ukuran kualitas pesantren.

Padahal, dia berpandangan semangat RUU seharusnya adalah membuat pesantren dapat mengatur diri sendiri, termasuk mengatur kualitas pendidikannya sendiri. Dalam hal ini, menurutnya, lembaga seperti Dewan Masyayikh (Dewan Ulama Senior) lebih relevan.

“Posisi pemerintah hanya memfasilitasi kerja badan tersebut, bukan mengaturnya. Contoh lain adalah pasal 32-34, jika tidak hati-hati, maka pemerintah atas nama pembinaan kepada pesantren berpotensi melakukan pemaksaan tertentu kepada pesantren,” kata ustaz yang kerap disapa Gus Rozien ini.

Dia menilai RUU Pesantren belum menjadi jembatan bagi pesantren untuk menghadapi masalah-masalah strategis pesantren dan bangsa. Misalnya, terkait dengan tantangan Revolusi Industri 4.0 dan bagaimana turut serta dalam upaya pencapaian target SDGs.

Selain itu, dia berpandangan bahwa RUU tersebut belum mengembangkan imajinasi agar pesantren dapat berperan besar untuk mendorong Indonesia sebagai kiblat Islam Moderat di dunia.

Sementara itu, Gus Rozien, begitu akrab disapa, mengatakan semangat yang ada dalam RUU Pesantren adalah pesantren sebagai obyek atau sasaran program penguatan kelembagaan oleh negara. Sehingga, posisi pesantren lemah di depan negara.

Padahal, dia menekankan seharusnya pesantren juga dalam posisi sebagai subyek pembangunan dan pencapaian cita-cita bernegara. “Dalam hal ini posisi pesantren seharusnya bermitra dengan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Gus Rozien juga menilai partisipasi pesantren dan ormas Islam masih sedikit dalam proses pembahasan di Panja DPR. Selain itu, kata dia, waktu bagi pembahasannya juga sempit dan terkesan terburu-buru.

Padahal, RMI NU, menurutnya, tidak sedang dalam posisi yang benar-benar terdesak untuk harus segera mengesahkan RUU.¬†“Kualitas dan hal-hal yang sangat strategis harus menjadi prioritas. Kami berharap RUU Pesantren dapat mengakomodir masukan-masukan tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, mengatakan RUU Pesantren dan Pendidikan Agama tidak akan merugikan pesantren. Menurutnya, RUU itu justru akan memperjuangkan hak-hak pesantren. Politisi PKB ini juga menegaskan RUU tersebut diusahakan segera disahkan sebelum periode 2014-2019 selesai pada akhir September mendatang.

Baca Juga: Ibu Kota ke Kaltim, Ansharuddin Berharap Orang Kaya Berinvestasi di Balangan

Baca Juga: Kaltim Ibu Kota, Kadin Kalsel Soroti Kesiapan SDM dan Infrastruktur Kalsel

Sumber: Republika
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Temuan Data Genetik Urutan Keseluruhan Genom, Berikut Penjelasan Sulaiman Umar
apahabar.com

Nasional

Gempa M 6,3 Goyang Melonguane, Warga Panik Keluar Rumah
apahabar.com

Nasional

Aneh, Seorang Ibu Mendadak Hamil Lalu Melahirkan dalam Hitungan Jam
apahabar.com

Nasional

Seorang Wisatawan Hongkong di Raja Ampat Diduga Terinfeksi Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Menimbang Tekan Gugat Cerai dengan Kelas Pranikah
apahabar.com

Nasional

Baru Difungsikan, Tol Salatiga-Kartasura Boyolali Ambrol
apahabar.com

Nasional

Kemenag Sumatera Imbau Salat Gaib untuk Mbah Moen
apahabar.com

Nasional

Mendag Setujui Ekspor Masker dan APD Kembali Dibuka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com