apahabar.com
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Kampus tertua di Kalimantan, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin siap mendirikan program studi Ilmu Kepariwisataan.

Rencana itu sebagai solusi atas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang dinilai masih lemah.

“Segera mungkin Universitas Lambung Mangkurat membuka program studi Ilmu Kepariwisataan,” ucap Rektor ULM Banjarmasin, Prof. Sutarto Hadi kepada apahabar.com, Rabu (14/8) siang.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendukung penuh pendirian prodi tersebut. Dengan syarat, mesti berstandar internasional.

Setali tiga uang, Sutarto mengakui perlunya dukungan sumber daya manusia yang berkualitas.

Membangun sektor pariwisata Kalsel, perlu SDM yang memahami dan mengetahui strategi pengembangan pariwisata daerah.

Apalagi Kalsel memiliki Taman Hutan Raya Mandiangin yang dinilai tak kalah bersaing dengan Sydney, Australia. Juga, Pegunungan Meratus yang tengah diusulkan sebagai United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Kementerian, kata Arief sebelumnya, bertekad menjadikan pariwisata Banua menuju destinasi kelas dunia.

Karenanya, penting menyediakan SDM mumpuni. Khususnya generasi muda agar mampu mengambil peran serta kiprah di sektor pariwisata.

“Supaya industri pariwisata bisa berkembang pesat. Apalagi ibu kota negara akan pindah ke Kalimantan. Karenanya, sektor-sektor pariwisata menjadi unggulan pemerintah,” ujar Sutarto.

Soal prodi ilmu kepariwisataan, Sutarto masih menunggu surat resmi berisi permintaan dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Dari dasar surat tersebut, ULM lalu mengusulkan ke Menteri Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) agar dibuka program kepariwisataan.

Prodi ilmu kepariwisataan kemungkinan besar akan masuk di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) atau Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Sosial (FISIP) ULM.

“Kalau memang ke arah pendidikan pariwisata, bisa juga ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP),” bebernya.

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel dikatakan juga telah meminta ULM agar mendukung program tersebut.

“Kami akan siap menyambut itu dan membuka program studi ilmu Pariwisata,” jelas Sutarto lagi.

Secara internal, ULM telah menyediakan sumber daya manusia. Seperti halnya tenaga pengajar atau dosen yang memahami ilmu kepariwisataan.

“Apalagi, sekarang Pemprov Kalsel telah bekerja sama dengan Prodi Biologi Fakultas MIPA ULM dalam mengembangkan Geopark Pegunungan Meratus,” pungkasnya.

Baca Juga: Dari Negara Serikat ke Negara Kesatuan: Memori Lahirnya Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 1950

Baca Juga: Hari Jadi ke-69 Tahun, Imperialisme Modern Masih ‘Hantui’ Kalimantan Selatan

Baca Juga: Diserbu Warga, Kuliner Gratis HUT Kalsel Ludes Secepat Kilat!

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah