Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Sempat Jadi Daya Tarik, Begini Nasib Buaya di Taman Jahri Saleh Sekarang

- Apahabar.com Selasa, 20 Agustus 2019 - 16:24 WIB

Sempat Jadi Daya Tarik, Begini Nasib Buaya di Taman Jahri Saleh Sekarang

Anak Buaya di Taman Jahri Saleh, Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Sempat menjadi daya tarik pengunjung, anak buaya di Taman Satwa Jahri Saleh Banjarmasin, kini menghirup “udara bebas”. Dia dikeluarkan dari styrofoam yang semula ditempatinya.

Tepat hari kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia Sabtu (17/8) lalu, petugas Taman Satwa Jahri Saleh Banjarmasin telah memutuskan memindah sebanyak 11 ekor anak buaya.

Mereka diangkat dari box styrofoam berukuran sedang ke sebuah kandang khusus atau pembesaran. Sehingga kondisinya pun bisa lebih leluasa dilihat para pengunjung.

“Iya begitulah perubahannya. Jika dulu enggak terlihat mungkin lucu. Sekarang sudah mulai ganas, karena itu memang nalurinya,” kata Kepala UPT Taman Satwa Jahri Saleh, Abdul Muiz.

Begitu juga ketika sedang makan, dia mengatakan anak buaya mulai memperlihatkan sikap buaya dewasa aslinya dengan memutar tubuh. Sehingga daging yang biasanya utuh meski sudah berukuran kecil, perlahan tercabik oleh giginya yang tajam.

“Kalau makan, kami kasih biasanya dua kali sehari yakni pagi dan sore. Ya berupa potongan daging yang telah diiris kecil gitu,” jelas Muiz.

Ia juga bersyukur, dari 17 ekor anakan buaya yang ditetaskan, 11 ekor masih bertahan hidup. Di usia mereka yang sudah mencapai 7 bulanan, panjang anakan buaya muara terbesar telah mencapai 65 sentimeter.

“Makanya, karena tadinya di styrofoam tidak muat lagi dan rencananya mau diserahkan ke BKSDA menghubungi BKSDA, sampai sekarang kami belum ada kabar,” jelasnya.

Muiz bersama beberapa petugas kemudian memutuskan untuk memindahkan 11 anak buaya tersebut ke sebuah kandang mini di taman satwa Jahri Saleh hingga nanti diambil pihak BKSDA.

“Ya sementara kami besarkan di sini dulu, sampai nanti pihak BKSDA datang. Insya Allah sampai ukurannya mencapai satu meter lebih, masih bisa. Karena dari pada dilepaskan ke kandang buaya dewasa, tentu akan habis dimakan induknya,” jelas Muiz.

Muiz juga berencana belajar dari kejadian sedikitnya anakan buaya yang terselamatkan karena telur-telur saat dierami indukannya terlanjur membusuk.

Ke depan, jika telur buaya telah menetas satu atau dua ekor, maka pihaknya akan segera mengevakuasi.

Baca Juga: Meski Berpotensi Hujan, Ancaman Karhutla Masih Membayangi Kalsel

Baca Juga: Hendak Pipis, Bocah 4 Tahun Tewas di Sungai Barito

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tekan Risiko Covid-19 di Batola, Jadwal Siswa Belajar di Rumah Diperpanjang
apahabar.com

Kalsel

Sempat Eror, Layanan Bank Mandiri Kembali Pulih
apahabar.com

Kalsel

Pagi, Kabut Mulai Tutupi Jalan ke Marabahan
apahabar.com

Kalsel

Menuju New Normal, DPRD Banjar Minta Masjid yang Pertama Dilonggarkan
apahabar.com

Kalsel

PDAM Kotabaru Jamin Suplai Air Bersih untuk Kafilah MTQ Aman

Kalsel

Polisi Limpahkan Berkas Penipuan Bupati Balangan, Jaksa: Ansharuddin Tidak Ditahan
apahabar.com

Kalsel

BMKG: Waspada, Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang di 5 Wilayah Kalsel Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Prajurit Kodim Barabai Asah Kemampuan Menembak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com