Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Setelah B20, Jokowi Targetkan B30 Januari 2020

- Apahabar.com Selasa, 13 Agustus 2019 - 05:30 WIB

Setelah B20, Jokowi Targetkan B30 Januari 2020

Bahan Bakar Minyak B20 Foto-Okezone

apahabar.com, JAKARTA – Usai mengimplementasikan penggunaan bahan bakar nabati untuk campuran solar sebesar 20 persen atau B20, Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan penggunaan Biodiesel 30 (B30).

Dalam rapat terbatas evaluasi pelaksanaan mandatori biodiesel di Kantor Presiden siang ini, Presiden Jokowi menginstruksikan agar penerapan B30 dapat dimulai pada Januari 2020 nanti.

Baca Juga: Belum Adanya Kemudahan Berbisnis Hambat Investor Bangun Pelabuhan

“Saya juga ingin agar B20 ini nanti pada Januari 2020 itu sudah pindah ke B30, dan selanjutnya di akhir 2020 sudah meloncat lagi ke B50,” kata Jokowi saat membuka ratas di Kantor Presiden, Jakarta.

Jokowi menyampaikan, pemerintah perlu mengantisipasi tekanan dari luar negeri seperti Uni Eropa, terhadap produk kelapa sawit sehingga produk ini memiliki posisi tawar yang semakin kuat.

Ia berharap penggunaan B20 dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil serta dapat mengurangi impor bahan bakar minyak. Penerapan B20 ini, kata Jokowi, bahkan dapat menghemat devisa hingga sekitar 5,5 miliar dollar AS per tahunnya.

“Ini angka yang gede banget. Dan yang tidak kalah pentingnya penerapan B20 akan menciptakan permintaan domestik akan CPO yang sangat besar dan kita harapkan akan menimbulkan multiplier efek terhadap 17 petani, pekebun dan pekerja yang ada di kelapa sawit,” jelas Jokowi.

Tak hanya itu, Presiden juga meminta agar Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit dapat diolah menjadi bahan bakar avtur. Sehingga dapat memperbaiki defisit neraca perdagangan dan juga defisit neraca transaksi berjalan.

Jokowi pun memastikan akan memonitor secara langsung pelaksanaan berbagai hal yang terkait dengan implementasi B20 ini hingga persiapan penggunaan B30. “Saya enggak tau apakah saya akan gunakan BPKP atau pricewaterhouse, atau lembaga yang lain untuk memastikan bahwa ini betul-betul berjalan,” ucapnya.

Saat ini, produk CPO Indonesia pun sedang mendapatkan tekanan dari luar negeri. Karena itu, Presiden meminta agar seluruh pihak berkomitmen dapat mengatasi masalah tersebut.

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga meminta laporan dari Pertamina terkait pemanfaatan CPO melalui co-processing untuk memproduksi green diesel, greengasoline di kilang minyak milik Pertamina.

Baca Juga: ITDP: Ajak Investor Asing Jadi Tolak Ukur Pengembangan Mobil Listrik

Sumber: Republika
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Pembahasan Revitalisasi Pasar Sudimampir Masih Panjang
apahabar.com

Ekbis

Horee! Sri Mulyani Pastikan THR PNS Cair Pekan Ini
apahabar.com

Ekbis

Didominasi Bahan Bakar Mineral dari Singapura, Impor Kalsel Naik 66,13 Persen
Sri Mulyani

Ekbis

Menkeu: BI Juga Bisa Membeli SBN Pemerintah
Bank Bjb

Ekbis

Dukung UMKM Lokal, Bank Bjb Gelar DigiCash KickFest Secara Daring

Ekbis

Dialog Apindo Kalsel, Empat Maskapai Absen
apahabar.com

Ekbis

Perluas Layanan Energi, Pertamina Kembangkan Inovasi Bisnis
apahabar.com

Ekbis

Ekspor Kaltim Januari-Agustus Capai USD 10,93 Miliar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com