VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Setubuhi Cucunya, Hukuman Berat Menanti Kades Cabul

- Apahabar.com Kamis, 1 Agustus 2019 - 18:49 WIB

Setubuhi Cucunya, Hukuman Berat Menanti Kades Cabul

Ilustrasi Cabul. Foto - TheTanjungpuraTimes

apahabar.com, MUARA TEWEH – Kepala desa seharusnya menjadi pelindung bagi masyarakatnya, ternyata tidak bagi Kepala Desa Narui, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah berinisial PMP alias Puncak (52). Dia justru menyetubuhi seorang warga yang masih juga cucunya berusia 11 tahun pada Mei 2019 lalu.

Dalam sidang tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Muara Teweh pada Kamis (01/08), Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Mura, Liberty SM Purba menuntut terdakwa Puncak 12 tahun penjara.

Sidang yang dipimpin hakim tunggal Fredy Tanada dengan agenda mendengarkan tuntutan JPU.

“Sidang dipimpin hakim tunggal Fredy Tanada. Tuntutan itu berkaitan dengan perlindungan anak, sebagaimana dakwaan kami. Yang pasti tuntutan sesuai dengan rasa keadilan korban,” ungkap Liberty kepada apa usai sidang di PN Muara Teweh, Kamis. (1/8)

Dikatakan Liberty karena ini sidang tertutup untuk umum, sehingga dia tidak bisa memberikan keterangan lebih rinci. Setelah ini, materi sidang mendengarkan pembelaan dari terdakwa.

Menyikapi tuntutan tersebut, Penasihat Hukum Herman Subagyo mengatakan, pihaknya akan melakukan pembelaan secara tertulis yang disampaikan pada Jumat (08/08).

“Tuntutan itu sesuai dengan Pasal 81 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” jelas Herman.

Menurut Herman, tuntutan JPU masih dalam limit, karena paling rendah ancaman hukuman lima tahun dan paling tinggi 15 tahun.

“Pada intinya, kami selaku penasihat hukum dari terdakwa sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kami, artinya di samping membela juga memberikan pandangan dan nasihat secara hukum kepada terdakwa,” ucap Herman.

Sebelumnya, terdakwa diduga melakukan ancaman kekerasan memaksa anak di bawah umur bersetubuh dengannya. Perbuatan bejat itu terjadi pada Rabu 1 Mei 2019 sekitar pukul 12.00 WIB di  sungai yang berada di Kabupaten Murung Raya.

Saat itu korban, sebut saja Gadis (11) ditinggal berdua dengan terdakwa Puncak, karena ibunya pergi ke ladang mencari sayur. Sang ibu begitu percaya, lantaran Puncak masih ada hubungan kerabat. Dalam ikatan keluarga diketahui Gadis masih cucunya. Lalu terdakwa mengajak korban menjala ikan. Kala suasana sepi, terjadilah aksi pemerkosaan dengan dalih penyembuhan mata.

Baca Juga: Datun-Mustafa Siap Bersaing Rebut Ketua KNPI Barut

Baca Juga: Sore Ini, 127 CJH Barut Diberangkatkan Menuju Asrama Haji Banjarbaru

Reporter: Ahc17
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

760 Hektar ‘Lahannya’ Terbakar, Pengelola TNTP Selalu Dirundung Cemas
apahabar.com

Kalteng

Umat Islam Bayar Zakat Terus Mengalir  
apahabar.com

Kalteng

Momentum HPN, PWI Barut Bagikan Sembako ke Panti Asuhan dan Janda Wartawan
apahabar.com

Kalteng

3 Hari Dinyatakan Tenggelam, Tim Pencarian David ABK Tugboat Brahma I Susuri Hilir Sungai Barito
apahabar.com

Kalteng

Polda Kalteng Amankan Kapal Bawa Kayu Ilegal
apahabar.com

Kalteng

Akibat Petir, Harta Ketua RT Dusun Duku Mola Ludes Terbakar
apahabar.com

Kalteng

Jalan ‘Bubur’ di Lampeong, Perekonomian Warga Mati Suri
apahabar.com

Kalteng

Palangkaraya Tidak Ada Caleg Mantan Koruptor
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com