150 Rumah Hangus Terbakar, Simak Kronologi Lengkap Kebakaran di Kotabaru Alasan Mengapa Api di Patmaraga Kotabaru 5 Jam Baru Padam Si Jago Merah Mengamuk di Kotabaru: Berkobar Berjam-jam, Ratusan Rumah Ludes Terbakar! Ratusan Rumah Terbakar, Dapur Umum Mulai Dibuka di Patmaraga Kotabaru Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu

Si-IMIN, Solusi Data Untuk Bantuan ABPD Batola

- Apahabar.com Jumat, 16 Agustus 2019 - 16:56 WIB

Si-IMIN, Solusi Data Untuk Bantuan ABPD Batola

Screenshot tampilan dengan aplikasi Si-IMIN yang direncanakan menjadi acuan pengumpulan data masyarakat miskin di Batola. Foto-apahabar.com/Bastian.

apahabar.com, MARABAHAN – Masih dalam rangka menekan angka kemiskinan, Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Barito Kuala memperkenalkan aplikasi baru.

Berdasarkan data jumlah penduduk miskin yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) hingga akhir 2018, Batola menempati peringkat kelima dengan 14.085 jiwa atau dengan persentase 4,56 persen.

Kemudian kalau dirinci per kecamatan di Batola berdasarkan perhitungan Basis Data Terpadu (BDT) Kementerian Sosial, penduduk miskin di Batola berjumlah 70.702 jiwa dari 347.548 total jiwa.

Perbedaan data inilah yang kemudian menjadi latar belakang kelahiran aplikasi Sistem Informasi Identifikasi Masyarakat Miskin (Si-IMIN).

Meski dapat digunakan untuk intervensi program, Si-IMIN menghindari tabrakan dengan BPS maupun Kementerian Sosial yang memiliki mekanisme tersendiri.

“Tabrakan memang bisa terjadi, kalau Si-IMIN digunakan mengidentifikasi program-program yang dilakukan Pemerintah Pusat. Pun mereka memiliki indikator tersendiri untuk menentukan warga miskin,” papar Sugimin, pemrakarsa Si-IMIN, Jumat (16/8).

Di antara program penurunan angka kemiskinan yang menggunakan APBD adalah bedah rumah, Program Indoenesia Pintar (PIP) daerah, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) PBI daerah, maupun Bantuan Sosial Beras Sejahtera.

“Oleh karena itu, Si-IMIN hanya untuk mengidentifikasi program bantuan yang bersumber dari APBD. Intinya Si-IMIN menggali data yang belum dimiliki Pemerintah Pusat,” jelas Sugimin.

Si-IMIN menggunakan cPanel versi 78.0 (build 23), PHP version 5.6.40, MySQL versi 10.1.38-MariaDB-cil-vie, dan operating system Linux.

Efesiensi waktu menjadi kata kunci Si-IMIN, karena langsung digunakan surveyor yang turun ke semua desa.

“Sementara data yang diperoleh langsung diolah dan diakumulasikan dengan hasil surveyor-surveyor lain, serta dapat dipantau administrator,” papar Sugimin yang juga Kepala Bidang Sosial Budaya Bappelitbang Batola.

Dalam penentuan angka kemiskinan, Si-IMIN menggunakan 10 indikator, 26 item dan 143 sub item.

Adapun indikator yang digunakan adalah papan, energi, sumber penerangan, air bersih, kesehatan, pendidikan, penghasilan, aset, kepesertaan program dan perkawinan.

“Meskipun sudah resmi diluncurkan, Si-IMIN baru dalam tahap ujicoba. Masih banyak penyempurnaan yang harus dilakukan, termasuk dibahas oleh Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD),” tukas Sugimin.

“Andai sudah mendapat rekomendasi dari TKPKD dan memiliki payung hukum, kedepan aplikasi ini juga dibuat dengan sistem operasi Android,” tandasnya.

Baca Juga: Amalia, Siswa MAN 1 HST Bangga Jadi Paskibraka

Baca Juga: Seluruh Aparatur Desa Balangan Dilatih Mengatur Perubahan APBDes

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pemerintah Harus Selamatkan Meratus
apahabar.com

Kalsel

Puluhan Reklame Diturunkan, Wali Kota Banjarmasin Dilaporkan!
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel Pagi Ini: Positif 25 Orang, PDP Bertambah Lagi
apahabar.com

Kalsel

45 Anggota DPRD Banjarmasin Resmi Bertugas
apahabar.com

Kalsel

Update Puting Beliung di Alalak Batola, 34 Rumah Rusak
apahabar.com

Kalsel

Buaya Liar Kerap Sasar Warga Kotabaru, BKSDA Beber Alasannya
apahabar.com

Kalsel

Komisi III Sebut TMMD Mempercepat Pembangunan Kota Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

HST Zona Merah Covid-19, Athaillah Hasbi Dukung Upaya Pemerintah Kendalikan Corona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com