Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Tak Dikelola, Bangunan Pasar Darurat di Lapangan Hijau Mubajir

- Apahabar.com Minggu, 4 Agustus 2019 - 17:14 WIB

Tak Dikelola, Bangunan Pasar Darurat di Lapangan Hijau Mubajir

Keadaan pasar darurat di Lapangan Hijau Jalan Dahlia, Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barut, mubajir tidak ditempati pedagang dan mulai rusak. Foto – apahabar.com/Muhammad Nasution

apahabar.com, MUARA TEWEH – Bangunan pasar darurat di Lapangan Hijau Jalan Dahlia, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah, yang menelan dana miliaran rupiah dinilai mubazir.

Pantauan apahabar.com, pasar darurat yang diperuntukan menampung pedagang di eks kebakaran Pasar Pendopo itu tidak ditempati, sebab hanya sekian persen saja ketersediaan los pasar. Dinding bangunan yang pembangunannya dari dana APBD Barut sekitar Rp 1,3 miliar itu juga terlihat sudah mulai rusak.

Anggota DPRD Barut, Henny Roesgiarty Rusli menilai hal itu dikarenakan pemerintah daerah tidak tegas terutama dinas terkait dalam hal memindahkan pedagang eks Pasar Pendopo. Dan membiarkan sebagian lainnya masih berjualan di lokasi sebelumnya yang juga dibangunkan pasar darurat.

Apalagi menurutnya di eks Pasar Pondopo pedagang lebih di monopoli oleh pedagang ikan, sayur serta sembako, padahal diketahui bahwa hal utama komoditi itu yang dicari pembeli. Sedangkan pasar darurat di Lapangan Hijau, tidak ada penjual ikan juga sayur, ini pemicu tidak diminati pembeli.

Henny mengatakan hendaknya dinas terkait segera menyelesaikan masalah ini agar dana miliaran rupiah itu kalau dialihkan proyek lain tentunya lebih berguna dari pada bangunan pasar yang terkesan mubazir tersebut.

“Harus ada ketegasan dan berkeadilan oleh dinas terkait dalam penempatan pedagang, sehingga semua merasa terayomi dengan baik oleh pemerintah daerah,” kata Henny.

Saat ini tambahnya, Pasar Pondopo eks kebakaran terkesan kumuh karena pedagang ikan dan sayur berada persis di tepi jalan. Hal ini tentu berbeda kalau pedagang tersebut dipindahkan ke Lapangan Hijau dan ditata dengan baik, di mana los penjual ikan, sayur, sembako dan lainnya.

“Keadaan ini sudah berlangsung beberapa bulan dan kalau tidak ada penanganan secepatnya maka pasar yang berada tepat di jantung kota Muara Teweh ini tidak baik bagi keindahan kota kita,” tegasnya.

Baca Juga: Siswa Ngelem, Mana Satpol PP?  

Baca Juga: Ini Alasan PSK di Lokalisasi Merong Tolak Didata Dinas Sosial

Baca Juga: TMMD ke-105 di Pangkut Selesai 100%

Reporter: Ahc17
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Di Teweh, Kasus Positif Covid-19 Makin Bertambah
apahabar.com

Kalteng

Cegah Karhutla, Pemkab Bartim Bentuk Tim Patroli
apahabar.com

Kalteng

Pemprov Kalteng Sudah Sediakan Rp40 M untuk Gaji ke-13 ASN, Kapan Cair?
apahabar.com

Kalteng

Maha Besar Allah, Alquran Masih Utuh Saat Api Melahap 2 Rumah
apahabar.com

Kalteng

Jelang Pilkada, Teras Narang: Cegah Satu Paslon Borong Semua Parpol
apahabar.com

Kalteng

Kecelakaan Maut di Timpah, Pengendara MX King Tewas di Tempat
apahabar.com

Kalteng

Tenaga Medis Positif Covid-19, Puskesmas di Barut Tutup Sementara
apahabar.com

Kalteng

Di Tengah Covid-19, Warga Barut Harus Berjuang Hadapi Banjir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com