apahabar.com
Dansub Satgas-6 Kodim Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto pantau langsung proses pemadaman titik api di Desa Pejambuan, Sungai Tabuk Martapura. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Titik Hotspot yang terpantau berada di Desa Pejambuan, Sungai Tabuk Martapura menjadi perhatian prajurit Kodim 1006 Martapura. Dandim Martapura berserta Tim gabungan Siaga Karhutla di Kabupaten Banjar berjibaku memadamkan amukan si jago merah yang telah melalap lahan dan hutan dikawasan perbatasan Banjarbaru dan Kabupeten Banjar, sehingga titik api berhasil dijinakan.

Dansub Satgas-6 Kodim Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto S.IP.MM.MI.Pol bersama Babinsa, BPBD, Nanggala Agni, Dinas Kehutanan dan Masyarakat setempat sejak Selasa (13/8) pagi hingga sore, turun langsung kelapangan membatu dan meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) untuk memastikan sisa-sisa api dari wilayah yang terbakar sudah benar-benar padam. Teriknya matahari tak menyurutkan semangat mereka.

“Total ada 20 personel TNI gabungan  yang bertujuan untuk memadamkan titik-titik api yang ada disekitar Desa Pejambuan, Guntung Damar yang terletak di Kabupaten Banjar,” kata Komandan Distrik Militer 1006 Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto, yang mengomandoi upaya pemadaman kebakaran, saat dihubungi dari apahabar.com melalui telepon seluler, Selasa (13/8).

Dikatakan Dandim Martapura, Mengingat lahan yang terbakar adalah jenis tanah gambut yang kalau dipadamakan hanya dengan cara dibasahi, maka akan muncul lagi percikan api dan terus menjalar ke wilayah lahan yang lain.

“Kondisi di lapangan, dengan medan berupa ladang gambut yang berbukit, dan jurang serta struktur tanah dengan tiupan angin yang selalu berubah-ubah, sempat menyulitkan para prajurit untuk menyemprotkan air. Namun berkat kegigihan petugas dilapangan, beberapa titik yang sempat terbakarsaat ini sudah berhasil di padamkan,”ucapnya.

Tidak hanya bertugas memadamkan api kata Siswo Budiarto, prajurit TNI yang diterjunkan ke lapangan akan berperan sebagai pendeteksi dini, berdasarkan prakiraan Badan, Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) yang setiap hari melapor ke petugas.

“Personel ditempatkan di setiap titik yang berpotensi terjadinya kebakaran. Mereka (Satgas) akan terus di sana, sambil berjaga kemungkinan akan terjadi kebakaran,” sebutnya.

Disamping itu, lanjut Dandim, pihaknya akan berupaya memberikan kesadaran bagi masyarakat untuk meninggalkan tradisi dan pola lama dalam kegiatan pembukaan lahan dengan cara mermbakar.

“Kita akan mengajak masyarakat yang hendak merubah membuka lahan untuk merubah mindset agar tidak dilakukan dengan cara membakar. Masyarakat harus memikirkan dampak kedepannya apabila masih melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar yang tentunya akan memberikan dampak buruk kepada mereka,” bebernya.

Saat ini, proses pemadaman dan pendinginan api masih dilakukan tim Satgas di lokasi tersebut. Untuk mencegah agar tidak terjadi kebakaran kembali personel Satgas juga melaksanakan patroli malam di lokasi rawan kebakaran.

Baca Juga: Arahan Tim Asistensi dan Supervisi Mabes Polri Cegah Karhutla: Jangan Tunggu Api Besar!

Baca Juga: Sambangi Kalsel, Tim Supervisi Karhutla Awasi Peran TNI-Polri dan Pemerintah Daerah

Reporter: Eddy Andriyanto
Editor: Syarif