Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

Tiga Warga Penajam Meninggal Gara-Gara HIV/AIDS

- Apahabar.com Sabtu, 3 Agustus 2019 - 17:43 WIB

Tiga Warga Penajam Meninggal Gara-Gara HIV/AIDS

Ilustrasi HIV/AIDS. Foto-Istimewa

apahabar.com, PENAJAM – Tiga warga di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim, meninggal dunia akibat HIV/AIDS sepanjang 2019.

“Ketiga orang itu telah masuk dalam kategori akut dan kondisinya sudah sangat lemah saat berobat di rumah sakit,” jelas Kepala Seksi atau Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan PPU, Eka Wardhana, dikutip dari Antara.

Mereka, kata Eka, terlambat diketahui mengidap HIV/AIDS dan mendapat penanganan dari tim medis. “Kami deteksi saat kondisinya sudah memburuk” katanya.

Tiga warga yang terinfeksi HIV tersebut semuanya laki-laki. Perkembangan HIV/AIDS di Kabupaten Penajam Paser Utara menurut Eka Wardhana, semakin memprihatinkan.

Saat ini Dinas Kesehatan setempat menangani 74 kasus HIV/AIDS. Rata-rata yang terinfeksi HIV masih usia produktif.

“Periode Januari hingga Juli 2019 terdapat 13 kasus baru, terdiri dari delapan orang laki-laki dan lima perempuan,” ungkap Eka Wardhana.

Dari 13 kasus HIV/AIDS yang ditemukan sepanjang 2019 tersebut, tiga orang di antaranya meninggal dunia karena sudah masuk fase AIDS dan terlambat dirawat untuk mendapatkan pengobatan.

“Kami imbau warga yang mengalami gejala HIV (human immunodeficiency virus), jangan malu periksakan diri karena virus itu cepat menggerogoti kekebalan tubuh,” ujar Eka Wardhana.

Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara juga mewajibkan pemeriksaan VCT (voluntary counselling and testing) atau konseling dan tes HV sukarela kepada ibu hamil, untuk pencegahan dini terhadap anak dalam kandungan terinfeksi HIV.

“VCT bagi ibu hamil bisa mencegah anak dalam kandungan terjangkit HIV jika ibunya terinfeksi HIV, juga mencegah risiko petugas medis terinfeksi HIV saat menangani ibu melahirkan,” ucap Eka Wardhana.

Baca Juga: Akademisi Optimis Kaltim Terpilih Sebagai Ibu Kota

Baca Juga: Ramah Anak, Delapan Daerah di Kaltim Diganjar KLA Award

Baca Juga: Kaltim Segera Rekrut Puluhan Pendamping Desa

Baca Juga: Bongkahan Hitam di Pantai Balikpapan Dipastikan Batu Bara

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Angka Pernikahan Dini Kaltim-Kalsel Masih Tinggi, Malu Tidak Laku?
apahabar.com

Kaltim

Hijaukan Lingkungan Mapolres, Polres PPU Tanam Berbagai Jenis Pohon
apahabar.com

Kaltim

14 Hari Mengungsi, Korban Rusuh di Penajam Mulai Dipulangkan
apahabar.com

Kaltim

Pasca-Rusuh, Penajam Mulai Bangun Ulang Rumah Terbakar
apahabar.com

Kaltim

Tembus Ratusan Kasus, Pernikahan Dini di Kaltim Dominan Perempuan
apahabar.com

Kaltim

Pembukaan Porprov Kaltim VI di Sangatta, Isran: Ini yang Terbesar
apahabar.com

Kaltim

BPS Kaltim Siap Gelar Sensus Penduduk Online 2020
apahabar.com

Kaltim

Ratusan Kades Se-Kaltim Bakal Ikuti Raker DD
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com