Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat

TNI AU Turunkan Pesawat Super Canggih Cari Korban Tenggelam KM Pieces

- Apahabar.com Senin, 5 Agustus 2019 - 22:44 WIB

TNI AU Turunkan Pesawat Super Canggih Cari Korban Tenggelam KM Pieces

Letkol Laut (P) Bambang Edi Saputro saat berada di Aula Badan Sar Nasional Banjarbaru. Foto- Muhammad Al Madani

apahabar.com, BANJARBARU – Pencarian korban tenggelam KM Pieces berlanjut. TNI Angkatan Udara (AU) pun menurunkan pesawat terbang terbaik super canggih untuk mencari korban yang tenggelam berikut puing  kapal.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Komandan (Wadan) Wing Udara I Pusnerbal TNI AU, Letkol Laut (P) Bambang Edi Saputro menyampaikan, pesawat yang diturunkan biasanya digunakan untuk patroli sepanjang tahun di wilayah Indonesia bagian Barat dan Indonesia Bagian Timur.

Pesawat tersebut bernama CN 235-220 MPA, buatan PT Dirgantara Indonesia (DI).

“Ini merupakan satu-satunya pesawat TNI AU yang paling canggih, karena menggunakan misen. Ini sangat luar biasa untuk melakukan pencarian para korban,” ungkapnya kepada apahabar.com, Senin (8/8/2019) malam.

Pencarian menggunakan pesawat tersebut dinyatakan oleh Letkol Bambang Edi Saputro, sangat efektif untuk melakukan pencarian di darat maupun laut.

Pesawat untuk melakukan pencarian korban KM Pieces yang tenggelam tersebut dilengkapi dengan kamera dan juga video serta radar untuk menyorot ke bawah saat pesawat terbang di atas laut. Kecanggihan alat tersebut membuat tidak ada celah yang terlewatkan oleh jangkauan kapal.

“Kamera yang kita pakai ini juga efektif saat kita melakukan pencarian di malam hari, jadi untuk kita menemukan korban saya rasa sangat bagus, kemudian kita bisa melihat titik yang kita curigai adanya korban. Kita bisa zoom untuk melihat korban dari jarak jauh,” ucapnya.

Dirinya juga mengatakan jika pesawat yang digunakan pihaknya memiliki kemampuan untuk terbang rendah serta terbang tinggi. Hingga menambah kemudahan untuk menemukan korban.

“Sebenarnya pesawat kita yang efektifnya terbang di atas 5000 kaki, dan kita dapat mendeteksi sekitar 70 sampai 100 mil untuk target kapal, dan untuk korban untuk jarak yang lebih dekat dan lebih rendah untuk lebih jelasnya,” ujarnya.

CN 235-220 MPA dapat terbang selama 9 Jam, untuk dilakukan dalam SAR atau pencarian korban hanya dilakukan selama 7 Jam.

Letkol Laut (P) Bambang Edi Saputro mengharapkan. Saat pencarian besok pagi, pihaknya dapat melakukan pencarian dengan maksimal karena pencarian yang tersebut adalah pencarian terahir.

“Semoga besok kita bisa melakukan pencarian secara maksimum dan pencarian berjalan dengan lancar. Karena besok adalah pencarian yang terakhir, kita melakukan pencarian dari Banjarmasin dengan tujuan ke Surabaya. Kita siapkan selama 7 Jam. Kita semua berdoa semoga bisa berjalan dan baik, serta korban bisa segera kita temukan baik yang selamat atau yang tidak selamat,” pungkasnya.

Baca Juga: Gelombang Tinggi Menjadi Kendala Pencarian Korban Tenggelam KM Pieces

Baca Juga: H+6 Pencarian 30 Korban Tenggelam KM Pieces Masih Nihil!!!

Baca Juga: Nasib Korban KM Pieces Belum Jelas, Keluarga Dimohon Bersabar

Reporter: AHC 15
Editor: Syarif

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ketuk Pintu Warga, Bhabinkamtibmas Aipda Sani Salurkan Bantuan Beras
apahabar.com

Kalsel

Sulap Kontainer Jadi Perpustakaan untuk Taman Kamboja  
apahabar.com

Kalsel

Lewat Video Call, Kerinduan Warga Rutan Marabahan Terobati
apahabar.com

Kalsel

Buru Pembuang Bayi di Banjarbaru, Polisi Dapati Sejumlah Fakta Baru
apahabar.com

Kalsel

Di Barito Kuala, Bantuan Bahan Pokok Mulai Didistribusikan
apahabar.com

Kalsel

Ruko Terbakar, Kawasan Sultan Adam Padat Merayap
apahabar.com

Kalsel

226 Anak Jadi Peserta Sunatan Massal di Tapin
apahabar.com

Kalsel

Gas Badandan Disinyalir Hanya Terperangkap
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com