BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Update Karhutla: Ratusan Hektar Lahan di Kalsel Terbakar Dalam Sepekan

- Apahabar.com Kamis, 22 Agustus 2019 - 18:05 WIB

Update Karhutla: Ratusan Hektar Lahan di Kalsel Terbakar Dalam Sepekan

ilustrasi karhutla. Foto-net

apahabar.com, BANJARBARU – Sampai hari ini, total luasan lahan atau hutan yang terbakar di Kalsel telah menyentuh 1.509 hektar, naik 482 hektar dibanding 13 Agustus yang tercatat 1.027 hektar.

Dengan 154 kasus, Kabupaten Tanah laut masih mendominasi luasan lahan terbakar, disusul Banjarbaru 108 kasus, dan Tapin 62 kasus.

Semuanya berhasil terdeteksi satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), SNPP dan Aqua Terra.

“Jumlah kekadian kebakaran lahan ini di update terus, dan memang selalu naik,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Wahyuddin kepada apahabar.com, Kamis siang.

Sedangkan untuk jumlah keseluruhan mencapai 594 kali, atau naik 169 kasus dibanding 13 Agustus lalu yang sebanyak 425 kasus.

“Iya kemarin kan ada kebakaran di salah satu gunung di sini itu menghabiskan 80 hektar lebih dan tiap hari juga selalu ada kejadian kebakaran,” sambungnya.

Tanah Laut, Banjarbaru, dan Tapin sejauh ini masih menjadi daerah teratas dari jumlah kasus, yakni sebanyak 324 kasus.

Adapun penyebab karhutla pada musim kemarau ini umumnya lebih banyak dipengaruhi faktor non-alam.

“Terpantau lewat drone itu ulah manusia, gesekan kayu dan lainnya itu kecil, jadi penyebab utamanya masih ulah manusia,” tandasnya.

Perlu diketahui kejadian kebakaran lahan di Kalsel sampai saat ini telah mencapai setengah dari kejadian tahun lalu.

BMKG memperkirakan cuaca tahun ini lebih ekstrem. BMKG memprediksi puncak kemarau akan berlangsung pada Oktober mendatang.

Baca Juga: Bati-Bati, Jorong dan Tambang Ulang ‘Penyumbang’ Terbanyak Karhutla

Baca Juga: Meski Berpotensi Hujan, Ancaman Karhutla Masih Membayangi Kalsel

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

tabalong

Kalsel

Ketua MUI Tabalong Imbau Umat Islam Jaga Suasana Kondusif
apahabar.com

Kalsel

Jelang Pilgub, Paman Birin Diwanti Tak Gonta-Ganti Pejabat
apahabar.com

Kalsel

Ketua KPU Kalsel Tanggapi soal WNA di Pemilu 2019
apahabar.com

Kalsel

Data Belum Tepat, Anggaran JKN Batola Kelebihan
apahabar.com

Kalsel

357 Penderita DBD, 1 Meninggal, Dinkes Belum Tetapkan Kalsel KLB
apahabar.com

Kalsel

HA Tamzil Imbau ASN Aktif Sukseskan Metode SP 2020
apahabar.com

Kalsel

Bebas Hujan, Kalsel Cerah Sepanjang Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Penghujung November, HST Sabet 3 Penghargaan Sekaligus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com