Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

24 Warga Sulsel Meninggal Saat Kerusuhan di Wamena

- Apahabar.com Senin, 30 September 2019 - 10:06 WIB

24 Warga Sulsel Meninggal Saat Kerusuhan di Wamena

Ilustrasi kerusuhan Wamena. Foto - AP Photo

apahabar.com, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah menyampaikan rasa duka atas meninggalnya 24 orang warga Sulawesi Selatan pada kerusuhan berdarah di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, beberapa waktu lalu.

“Kita turut berduka atas meninggalnya beberapa saudara-saudara kita. Saya dapat laporan sekitar 24 orang saat ini meninggal, untuk itu kita ikut berduka,” kata dia, dalam keterangannya di Makassar, Senin (30/09).

Menyikapi perkembangan Wamena saat ini, dia menyampaikan bahwa hari ini keadaan perlahan-lahan mulai kondusif. Walau masih ada pengungsi dari Wamena ke Jayapura dan tempat lain.

Ia terus memantau dan berkoordinasi terkait kondisi Wamena, termasuk apakah akan dipindah kembali ke Makassar.

“Tapi tentu kita berkomunikasi dengan pemerintah setempat dulu, mudah-mudahan kondisi ini semakin baik, semakin kondusif, sehingga masyarakat kita yang ada di Papua bisa lebih tenang,” katanya.

Ia juga menyampaikan telah ada warga Sulawesi Selatan yang dipulangkan. Ia dan Kepala Polda Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Mas Laupe berencana ke Wamena. Sebelum ke sana,ia telah mengirim tim dari pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, termasuk tim medis dari Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan. Demikian juga dengan kebutuhan logistik yang saat ini dihimpun.

Abdullah menyampaikan masih ada warga Sulawesi Selatan di Wamena. Terutama kaum laki-laki. “Masih bertahan di sana karena mereka masih punya aset untuk dijaga,” jelasnya.

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi-Selatan, Mansur, menyatakan yang sudah terdeteksi jumlahnya meninggal 24 orang, termasuk yang sudah dikirim 10 orang ke Makassar.

Baca Juga: Diplomat RI: Vanuatu Berkepentingan Dukung Separatis Papua

Baca Juga: Delegasi Indonesia Sebut Benny Wenda Dilarang Masuk Sidang Umum PBB

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Laporan Keuangan Pemerintahan Jokowi Peroleh Opini WTP
apahabar.com

Nasional

Serpihan Pesawat Twin Otter yang Hilang Ditemukan di Tebing Pegunungan Papua
apahabar.com

Nasional

Kemenhub Larang Penerbangan ke Wuhan China
apahabar.com

Nasional

KPK Sebut 3 Modus Korupsi Kepala Daerah: dari Gratifikasi, Jual Beli Jabatan, Hingga Kickback
apahabar.com

Nasional

Bahas Ratifikasi IA-CEPA, Jokowi Akan Berkunjung ke Australia
apahabar.com

Nasional

BMKG: Peringatan Dini Tsunami di Malut dan Sulut Berakhir
apahabar.com

Nasional

Kemlu Bantah Video Rizieq soal Arahan Menlu Menangkan Jokowi
apahabar.com

Nasional

Diduga Menyebarkan 7 Fatwa Thoriqoh Musa, Khotimun Diburu Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com