Masih Didera Covid-19, Denny Indrayana Tetap Perjuangkan PSU yang Jujur dan Adil Seluruh Tempat Wisata di Jaro Tabalong Ditutup Saat Idulfitri Ingin Pukul Ibunya, Seorang Adik di Telaga Langsat HSS Tikam Kakak hingga Tewas Pasca-satu Masjid di Balikpapan Terpapar Covid-19, Perum Bumi Nirwana Dijaga Ketat Petugas Skandal Baramarta, Eks Dirut Bongkar Sosok Oknum Jaksa Diduga Penikmat Korupsi Dana Taktis

24 Warga Sulsel Meninggal Saat Kerusuhan di Wamena

- Apahabar.com Senin, 30 September 2019 - 10:06 WIB

24 Warga Sulsel Meninggal Saat Kerusuhan di Wamena

Ilustrasi kerusuhan Wamena. Foto - AP Photo

apahabar.com, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah menyampaikan rasa duka atas meninggalnya 24 orang warga Sulawesi Selatan pada kerusuhan berdarah di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, beberapa waktu lalu.

“Kita turut berduka atas meninggalnya beberapa saudara-saudara kita. Saya dapat laporan sekitar 24 orang saat ini meninggal, untuk itu kita ikut berduka,” kata dia, dalam keterangannya di Makassar, Senin (30/09).

Menyikapi perkembangan Wamena saat ini, dia menyampaikan bahwa hari ini keadaan perlahan-lahan mulai kondusif. Walau masih ada pengungsi dari Wamena ke Jayapura dan tempat lain.

Ia terus memantau dan berkoordinasi terkait kondisi Wamena, termasuk apakah akan dipindah kembali ke Makassar.

“Tapi tentu kita berkomunikasi dengan pemerintah setempat dulu, mudah-mudahan kondisi ini semakin baik, semakin kondusif, sehingga masyarakat kita yang ada di Papua bisa lebih tenang,” katanya.

Ia juga menyampaikan telah ada warga Sulawesi Selatan yang dipulangkan. Ia dan Kepala Polda Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Mas Laupe berencana ke Wamena. Sebelum ke sana,ia telah mengirim tim dari pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, termasuk tim medis dari Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan. Demikian juga dengan kebutuhan logistik yang saat ini dihimpun.

Abdullah menyampaikan masih ada warga Sulawesi Selatan di Wamena. Terutama kaum laki-laki. “Masih bertahan di sana karena mereka masih punya aset untuk dijaga,” jelasnya.

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi-Selatan, Mansur, menyatakan yang sudah terdeteksi jumlahnya meninggal 24 orang, termasuk yang sudah dikirim 10 orang ke Makassar.

Baca Juga: Diplomat RI: Vanuatu Berkepentingan Dukung Separatis Papua

Baca Juga: Delegasi Indonesia Sebut Benny Wenda Dilarang Masuk Sidang Umum PBB

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjir Bandang Flores

Nasional

Banjir Bandang Flores, 23 Orang Jadi Korban
apahabar.com

Nasional

Polda Kalsel Tetapkan 18 Orang dan 2 Korporasi Tersangka Karhutla
apahabar.com

Nasional

Detik-detik Penyerangan Polsek Wonokromo
apahabar.com

Nasional

Dua Korban Longsor di Sukabumi Kembali Ditemukan dalam Kondisi Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

Pengembangan Bandara di “Bali” Baru, Presiden: Dikerjakan Bulan Ini
apahabar.com

Nasional

7 Penyakit yang Bisa ‘Diredam’ dengan Ganja
apahabar.com

Nasional

Semangat Kerja Usai Libur Lebaran, Ini Caranya
apahabar.com

Nasional

Presiden Tegaskan Tidak Ada Pengembalian Mandat Dalam UU KPK
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com