Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

3 Nelayan Indonesia Kembali Diculik di Perairan Malaysia

- Apahabar.com Selasa, 24 September 2019 - 09:52 WIB

3 Nelayan Indonesia Kembali Diculik di Perairan Malaysia

Ilustrasi, kelompok militan Filipina. Foto – breakingnews.co.id

apahabar.com, JAKARTA – Sebanyak tiga nelayan asal Indonesia dilaporkan diculik oleh sekelompok orang bersenjata saat melaut di perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

Diduga para tawanan saat ini dibawa ke Pulau Tawi-Tawi, Filipina yang menjadi salah satu sarang kelompok milisi Abu Sayyaf.

“Kami belum bisa menerima informasi rinci terkait nama dan umur korban. Namun, ketiganya diyakini adalah warga Indonesia,” kata Komandan Komando Keamanan Timur Sabah, Hazani Ghazali, seperti dilansir Free Malaysia Today, Selasa (24/09).

Peristiwa itu terjadi pada Senin malam waktu setempat di perairan berjarak 7,7 mil laut dari daerah Tambisan, Lahad Datu. Saksi melaporkan para pelaku mengenakan topeng dan membawa senjata api saat beraksi.

“Kami sudah mengontak aparat keamanan Filipina dan terus bekerja sama untuk mencari tahu di mana keberadaan para nelayan itu,” ujar Ghazali.

Seperti dilansir Malay Mail, Komisioner Kepolisian Sabah, Datuk Omar Mammah, menyatakan ketiga nelayan itu sedang melaut menggunakan kapal pukat ditemani sebuah kapal lain. Mereka lantas didekati dua kapal kecil yang diduga adalah kawanan penculik.

Ketika para nelayan sedang memancing udang sekitar pukul 23.58 waktu setempat, tiba-tiba dua kapal kecil itu merapat dari bagian buritan.

“Empat dan tiga orang kawanan bersenjata masing-masing menaiki kapal pukat sambil menghunuskan senjata api, dan meminta para nelayan ikut dengan mereka,” kata Omar.

Sementara itu, di kapal pukat lainnya para pelaku hanya mengambil seluruh dokumen dan ponsel milik para nelayan. Mereka kemudian pergi.

Menurut Menteri Kepala Sabah, Datuk Seri Mohd Shafie Apdal, para nelayan yang diculik itu diduga berasal dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.

Selama 18 tahun terakhir, diperkirakan terjadi sekitar 20 kasus penculikan terhadap warga Indonesia. Pada Juni lalu, sebanyak 10 nelayan Indonesia diculik di Lahad Datu, dan sembilan orang yang berhasil diselamatkan.

Konsul Jenderal Indonesia di Sabah sudah menerbitkan peringatan beberapa waktu lalu supaya para nelayan WNI waspada saat melaut. Sebab di negara bagian itu tercatat ada 300 ribu warga Indonesia.

Mereka menyatakan mendapat laporan kelompok penculik yang terhubung dengan milisi Abu Sayyaf di selatan Filipina sedang giat mencari korban baru.

Direktur Jenderal Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, membenarkan laporan penculikan terhadap tiga nelayan WNI itu.

“Sedang diselidiki aparat Malaysia. Kita tunggu konfirmasi resmi dari mereka,” kata Judha.

Baca Juga: 18 Nelayan Indonesia Ditangkap UPM Timor Leste

Baca Juga: Tak Dapat BBM Besubsidi, Ribuan Nelayan Kotabaru Tidak Melaut

Sumber: CNNIndonesia.co
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kasus Suap Korupsi Terbesar Di Indonesia
apahabar.com

Nasional

LPI: Jangan Mudah Terpengaruh Informasi dari Medsos
apahabar.com

Nasional

Merasa Janggal Atas Kematian Ibunya, Rizki Febian Lapor Polisi
apahabar.com

Nasional

Virus Cacar Monyet Bikin Geger Singapura, Berikut Gejalanya
apahabar.com

Nasional

Satgas PPA Siap Lindungi Korban Pencabulan dan Kekerasan Anak
apahabar.com

Nasional

IDI Catat Jumlah Tenaga Medis yang Gugur akibat Covid-19 Meningkat
apahabar.com

Nasional

IPC Bertekad Jadi Pengelola Pelabuhan Kelas Dunia
apahabar.com

Nasional

6 Polisi Disanksi Pembebasan Tugas Terkait Kematian Mahasiswa Kendari
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com