Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

355 Orang Utan di Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng Terancam Kabut Asap

- Apahabar.com Kamis, 19 September 2019 - 06:15 WIB

355 Orang Utan di Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng Terancam Kabut Asap

Ilustrasi orang utan. Foto – Antara/HO-dokumen pribadi

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Sebanyak 355 orang utan yang berada di pusat rehabilitasi Nyaru Menteng, Provinsi Kalimantan Tengah, terancam sakit akibat semakin pekatnya kabut asap beberapa pekan terakhir.

CEO Yayasan BOS Jamartin Sihite melalui rilis yang dikirimkan ke sejumlah media di Palangka Raya, Rabu (18/09), mengatakan bahwa 37 dari ratusan orang utan muda di Nyaru Menteng pun terindikasi telah terjangkit infeksi saluran pernafasan ringan.

“Tim medis dengan sigap memberikan pengobatan menggunakan nebulizer, multivitamin, dan antibiotik, terutama bagi orangutan yang dianggap mengidap infeksi parah,” beber dia.

Dikatakan, api sempat mengancam Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng yang terletak tidak jauh dari kota Palangka Raya. Di pekan pertama Agustus 2019, tim pemadam kebakaran Yayasan BOS sempat harus berjibaku melawan api yang mendekat sampai jarak sekitar 300 meter dari batas Nyaru Menteng.

Dia mengatakan tim berhasil memadamkan si jago merah setelah bekerja keras selama sekitar 4 jam bersama sejumlah pihak lain. Tim di Nyaru Menteng bersama masyarakat serta unsur-unsur pemerintahan lainnya pun semakin rutin patroli.

“Pemadaman beberapa titik api di sekitar Nyaru Menteng juga terus dilakukan. Itulah yang membuat kami berhasil mencegah penyebarannya,” kata Jamartin.

Dia mengaku ada sekitar 80 hektar hutan gambut di wilayah kerja Yayasan BOS dilahap si jago merah. Sebanyak 80 hektar yang terbakar itu tersebar di Sei Daha dekat Pusat Penelitian Tuanan seluas 20 hektare, dan 60 hektare di Sei Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalteng.

Meski begitu, Yayasan BOS di Program Konservasi Mawas bekerja sama dengan masyarakat sekitar dan tim di Pusat Penelitian Tuanan mengendalikan, mengisolasi, dan memadamkan kebakaran.

“Kondisi itu tidak mengendurkan semangat kami untuk terus bekerja melindungi orang utan Kalimantan dan habitatnya,” pungkas Jamartin.

Baca Juga: Buka Akses Transportasi ke Desa, Dishub Kobar Bakal Gandeng Damri

Baca Juga: Kapolres Kobar Pimpin Giat Patroli Malam Karhutla

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

DPR RI Dorong Kalteng Jadi Motor Pengembangan Obat Tradisional
apahabar.com

Kalteng

Kapal Wisata Tenggelam di Perairan Kobar, 2 Turis Lolos Dari Maut
apahabar.com

Kalteng

3 Nama Besar Berebut Jabatan Ketua DPD PDIP Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Nginap di Kampung Rawung, Bold Riders Palangka Serahkan Kambing Kurban
apahabar.com

Kalteng

Bantu Masyarakat Terdampak Corona, PKB Kalteng Bergerak dalam Senyap
apahabar.com

Kalteng

Jumlah Positif Covid-19 di Palangka Raya Tembus 379 Orang
apahabar.com

Kalteng

Usaha Kerajinan Rotan di Kapuas Terkapar Pandemi Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Bupati Berharap Pabrik Veneer di Barut Serap Tenaga Kerja Lokal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com