3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

760 Hektar ‘Lahannya’ Terbakar, Pengelola TNTP Selalu Dirundung Cemas

- Apahabar.com Kamis, 26 September 2019 - 12:05 WIB

760 Hektar ‘Lahannya’ Terbakar, Pengelola TNTP Selalu Dirundung Cemas

Hutan TNTP saat terbakar. Foto-Humas Balai TNTP

apahabar.com, PANGKALAN BUN – Sekitar 760 hektar lahan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) berhasil ditangani. Kebakaran tersebut sudah menyebar di 7 Resort pada 3 Seksi Pengelolaan Taman Nasional, yaitu SPTN I Pembuang Hulu, SPTN II Kuala Pembuang dan SPTN III Tanjung Harapan Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar, Kalteng.

Disampaikan Kepala Balai TNTP Kabupaten Kobar, Helmi mengatakan, dengan kondisi cuaca terkini luasan tersebut kemungkinan bisa meningkat mengingat arah dan kecepatan angin yang sangat fluktuatif serta tingginya tingkat kekeringan di permukaan.

Dijelaskan Helmi, hampir sebulan belakangan notifikasi di surel selalu membuat cemas pengelola Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Notifikasi titik-titikapi datang terkadang tiap hari dan tiga kali sehari.

“Membuat gugup, karena meningkatnya luas dan intensitas kebakaran hutan yang terjadi di sekitar zona hutan TNTP tak sebanding dengan ketersediaan tenaga manusia, akses, logistik dan sumber daya air untuk memadamkan api,” ungkapnya saat dikonfirmasi apahabar.com, Kamis (26/9).

Kerja keras rekan-rekan di lapangan, sambungnya, belum menunjukkan akan segera berakhir. Apapun institusinya, Balai TNTP, BPBD, Manggala Agni, BKSDA, TNI, Polri, Damkar, bahkan relawan petempur melawan api, silih berganti mengambil giliran berada di belakang panjangnya selang dari titik air terdekat berusaha memadamkan api yang membakar di mana-mana, tak kenal waktu.

Tapi mereka masih belum hilang semangat, lanjut Helmi, meskipun tersisa hanya di binar mata. Menipisnya ketersediaan air sering harus dikompensasi dengan energi yang lebih besar untuk membuat sekat bakar dan pemadaman gopyok.

Helmi juga sedikit mengupas tentang dampak El-Nino yang menghambat terbentuknya awan hujan, sehingga berdampak pada rentannya permukaan tanah karena kadar airnya menurun drastis. Hal itu diperparah dengan aktifitas pemanfaatan hutan dan lahan untuk berburu, berkebun, dan bermukim yang kurang bijak dalam penggunaan api, sehingga beresiko kebakaran meningkat tajam.

Baca Juga: 83 Kasus Karhutla Terjadi di Tanbu, 240 Hektare Lahan Terbakar

Baca Juga: 2134 Hektar Hutan dan Lahan Terbakar, BPBD Kalsel Tambah Waspada

Baca Juga: Per Agustus 2019, Luas Kawasan Hutan dan Lahan Terbakar di Kalsel Mencapai 705,28 Hektar!

Baca Juga: 2 Hektar Lahan Terbakar, Diduga Akibat Puntung Rokok

Reporter: AHC 16
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Jaga Kuala Kapuas Tetap Kinclong, Tak Kenal WFH
apahabar.com

Kalteng

Bawaslu Kalteng Ajak Media Massa dan Ormas Ikut Awasi Pilkada Serentak 2020
apahabar.com

Kalteng

Korwil Pendidikan Kecamatan Mantangai Kapuas Sosialisasikan Program Belajar dari Rumah

Kalteng

Rumah Sakit Islam (RSI) PKU Muhammadiyah Tetap Beroperasi di Libur Lebaran
apahabar.com

Kalteng

Mantan Kapolsek Lahei AKP Tommy Paluyukan Jabat Kasat Reskrim Polres Barut
apahabar.com

Kalteng

Tingkatkan Kemampuan Jurnalis Media Daring
apahabar.com

Kalteng

Terlama, Pasien Covid-19 di Kotim Akhirnya Sembuh Usai Dirawat 106 Hari
apahabar.com

Kalteng

Obesitas Ekstrem Seperti Wanita di Kalteng, Ini Kemungkinan Penyebabnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com