Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Ada 1.445 Titik Panas di Kalteng

- Apahabar.com Sabtu, 7 September 2019 - 07:15 WIB

Ada 1.445 Titik Panas di Kalteng

Ilustrasi titik panas. Foto-Detiknews

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Hasil pemantauan Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya, ada 1.445 titik panas atau hot spot yang tersebar di Kalteng.

“Berdasar data terbaru mulai Kamis (5/9) pukul 07.00 WIB hingga Jumat pukul 07.00 WIB sebanyak 1.445 titik panas terpantau di wilayah Kalteng,” kata Prakirawan BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya, Roland Bietry.

Sementara itu berdasar data di laman resmi BMKG Tjulik Riwut Palangka Raya di bmkgpalangkaraya.com/karhutla/titik-panas jumlah titik panas di Provinsi Kalteng selama 10 hari terakhir mencapai 3.187 titik panas.

Tingkat kepercayaan jumlah titik panas yang terakumulasi mulai 27 Agustus hingga 5 September 2019 itu antara 51-100 persen.

Sementara titik panas yang mencapai 3.187 selama 10 hari terakhir itu menempatkan Kalteng di posisi dua se Indonesia yang terpantau terbanyak. Nomor satu titik panas ditempati Kalbar mencapai 3.412 titik.

Hari ini pun jarak pandang untuk wilayah Kota Palangka Raya pada hari ini menurut BMKG Tjilik Riwut, jarak pandang sempat hanya mencapai 800 meter di pagi hari dan sempat mencapai 3.000 meter pada siang hari pukul 14.00 WIB.

Di sisi lain, pemerintah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah telah menggelontorkan Rp2,3 miliar untuk menangani kebakaran hutan dan lahan hingga periode 28 Agustus lalu.

“Dari total anggaran Rp2,7 miliar yang ada, hingga periode 28 Agustus, Pemerintah Kota Palangka Raya telah menggunakan dana sekitar Rp2,3 miliar untuk penanganan karhutla,” kata Plt BPBD Kota Palangka Raya, Supriyanto.

Penggunaan anggaran senilai Rp2,3 miliar itu diantaranya untuk pembentukan tim satuan tugas kebakaran hutan dan lahan termasuk tahapan penanggulangan kebakaran lahan. Anggaran tersebut berasal dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan masuk dalam pos belanja tidak terduga (BTT).

Baca Juga: Update Karhutla, Sudah Ribuan Hektar Ludes di Kalsel

Baca Juga: Mengintip Teknologi Pemandulan Nyamuk, Solusi Batan Tekan DBD

Sumber: Antara
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tanggulangi Covid-19, BPP Hipmi Bantu Ribuan Masker Sensi
apahabar.com

Nasional

TNI/Polri Belum Berhasil Evakuasi Korban Penembakan KKB
apahabar.com

Nasional

Joko Widodo Minta Segala Perselisihan Pemilu Diselesaiakan Melalui MK
apahabar.com

Nasional

Lebaran di Tengah Pandemi, ke Mana Jokowi Mudik?
apahabar.com

Nasional

Wapres: Kecerdasan Buatan Solusi untuk Negara Jadi Pelaku Industri 4.0
apahabar.com

Nasional

102 Kabupaten/Kota Masuk Zona Hijau, GTTP: Boleh Laksanakan Kegiatan Produktif
apahabar.com

Nasional

Setiap Hari, Sekitar 100-200 Anak Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

Bank Dunia Setujui Pendanaan 700 juta Dolar untuk Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com