7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin

Akibat Karhutla, Libur Sekolah di Barut Diperpanjang

- Apahabar.com Kamis, 19 September 2019 - 17:49 WIB

Akibat Karhutla, Libur Sekolah di Barut Diperpanjang

Kondisi salah satu jalan di Kabupaten Barut, Kalteng di siang hari. Foto-apahabar.com/M Nasution

apahabar.com, MUARA TEWEH – Kondisi udara akibat Karhutla di Kabupaten Barito Utara (Barut) dinilai masih belum bersahabat. Pemerintah setempat pun, menambah libur sekolah.

Sebelumnya, libur berlaku sejak Senin (16/09) sampai Rabu (18/09). Namun kali ini, diperpanjang hingga Sabtu (21/09) mendatang. Hal ini berlaku untuk sekolah TK, SD, SMP hingga SMA.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Syahmiludin mengatakan, libur ini terpaksa diperpanjang karena asap semakin tebal. Ia khawatir menimbulkan sesak nafas yang pada akhirnya mengganggu kesehatan.

Apalagi kini, sudah banyak warga Barut yang terkena gangguan saluran pernapasan. Seperti ISPA akibat terhirup udara berasap.

“Ini lah yang menjadi pertimbangan bagi dinas pendidikan untuk meliburkan anak sekolah,” kata Syahmiludin.

Meski begitu, Syahmiludin mengimbau agar semua guru sekolah memberikan tugas belajar di rumah. Sehingga anak-anak tidak lupa dengan pelajaran dan tidak melakukan aktivitas ke luar rumah.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Barut, H Tuani. Sekolah dilingkup Kementerian Agama mulai tingkat Raudatul Afhal, MIN, MTsN hingga MAN sederajat juga menambah masa libur sekolah.

Pantauan apahabar.com, akibat asap tebal seminggu belakangan ini, sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Baik petani, pedagang, sopir angkutan darat, motoris angkutan sungai dan anak-anak.

Untuk petani karet misalnya. Jika biasanya mereka pergi menyadap karet mulai pukul 04.00 atau 05.00 WIB, tapi akibat ketebalan asap terpaksa harus berangkat pukul 06.00 bahkan pukul 07.00 WIB.

Sebab, tebalnya kabut asap di pagi hari membuat kebun karet tertutup.

Demikian juga dengan motoris spead boat. Terpaksa mereka harus menunda jam berangkat, karena ketebalan asap di sungai membuat jarak pandang berkurang. Mereka takut terjadi hal yang tak diinginkan.

Baca Juga: Kabut Asap Masih Pekat, Pemko Palangka Raya Perpanjang Libur Sekolah

Baca Juga: Pemprov Kalteng Imbau Kepala Daerah Tak Bepergian Selama Kabut Asap

Reporter: AHC17
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Waket DPRD Barut: Wartawan Harus Melawan Ketidakadilan Sosial
apahabar.com

Kalteng

Empat Rumah di Desa Bintang Ninggi Barut Terbakar, Seorang Kakek Nyaris Terpanggang
apahabar.com

Kalteng

Kabut Asap Makin Pekat, Pemko Palangkaraya Liburkan Sekolah
apahabar.com

Kalteng

Iduladha 1440 Hijriah, Keluarga Besar Bupati Barut Sumbang 60 Ekor Sapi Kurban
apahabar.com

Kalteng

Pemkab Barut Beri Kelonggaran Beribadah Berjemaah di Masjid
apahabar.com

Kalteng

Bejat, Dua Pria Teweh Gilir Anak di Bawah Umur

Kalteng

Dewan Tabalong Kunjungi Pemkab Kapuas
apahabar.com

Kalteng

Tim URC Kawal Proses Pemakaman Suspek Covid-19 di Palangka Raya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com