Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan

Aman! Internet di Nabire dan Dogiyai Dibuka

- Apahabar.com Sabtu, 7 September 2019 - 07:00 WIB

Aman! Internet di Nabire dan Dogiyai Dibuka

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu. Foto-detikcom

apahabar.com, JAKARTA – Kondisi keamanan di wilayah Kabupaten Nabire dan Kabupaten Dogiyai yang sudah kondusif, membuat pemerintah melakukan pembukaan akses internet secara bertahap.

“Pemerintah kembali membuka blokir atas layanan data internet di kedua kabupaten tersebut, terhitung mulai Jumat (6/9) pukul 22.30 WIT,” kata Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, dalam keterangan seperti dilansir detikcom, Jumat (6/9/2019).

Saat ini, sudah 21 kabupaten di Papua yang telah dibuka akses internetnya. Sebelumnya, wilayah yang sudah dibuka kabupaten Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak, Yapen, dan Kabupaten Sarmi.

Pemerintah terus memantau delapan kabupaten lainnya di Mimika, Paniai, Deiyai, Jayawijaya, Pegunungan Bintang, Numfor, Kota Jayapura, dan Yahukimo. Pemantauan dilakukan dalam 1-2 hari ke depan.

“Sementara untuk wilayah Papua Barat, 3 (tiga) kabupaten/kota yakni Kota Manokwari, Kota Sorong dan Kabupaten Sorong yang belum dibuka blokir layanan data internet, masih akan terus dipantau dalam 1 (satu) atau 2 (dua) hari ke depan,” ujar pria yang akrab disapa Nando itu.

Dia mengatakan sebaran hoax, ujaran kebencian, hasutan, dan provokasi terkait isu Papua terus menurun sejak Sabtu (31/8).

Kominfo mencatat puncak sebaran hoax dan hasutan terkait isu Papua terjadi pada Jumat (30/8) dengan 72.500 URL.

“Distribusi hoaks terus menurun, 42 ribu url di tanggal 31 Agustus 2019, 19 ribu URL di tanggal 1 September 2019, dan akhirnya 6.060 URL hoaks dan hasutan di tanggal 6 September 2019,” ujar dia.

“Pemerintah kembali mengimbau kita semua untuk tidak menyebarkan informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian berbasis SARA, hasutan dan provokasi melalui media apapun termasuk media sosial, agar proses pemulihan kembali seluruh wilayah Papua dan Papua Barat cepat berlangsung,” sambungnya.

Baca Juga: Selamat, Akhirnya Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Esemka

Baca Juga: Kamis Berdarah di HSS, Suami Tikam Istri hingga Tewas!

Sumber: detikcom
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Menaker: Subsidi Gaji di Bawah Rp 5 Juta Diluncurkan Besok
Gisel

Nasional

Jadi Tersangka Video Syur Bareng Gisel, MYD: Hidup Harus Tetap Berjalan
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Jika Ekonomi Masih Minus, Siap-Siap Masuk Resesi
apahabar.com

Nasional

Nadiem Resmi Terbitkan Kurikulum Darurat Pandemi Covid-19, Simak Isi Kepmennya
apahabar.com

Nasional

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Insiden Siswa Hanyut di Sleman
apahabar.com

Nasional

Haul Abah Guru Sekumpul Memang Fenomenal, Ini Faktanya
apahabar.com

Nasional

Ada Pakaian Adat China di Uang Baru Rp 75.000, Simak Faktanya
apahabar.com

Nasional

Imam Besar Masjid Istiqlal Serukan Shalat Ghaib untuk Korban Teror Selandia Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com