Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Bahaya! Kabel Bertegangan Tinggi di Desa Guntung Besar Menjuntai ke Tanah

- Apahabar.com Sabtu, 21 September 2019 - 05:15 WIB

Bahaya! Kabel Bertegangan Tinggi di Desa Guntung Besar Menjuntai ke Tanah

Kabel listrik menjuntai di desa Desa Guntung Besar, Pelaihari. Foto-apahabar.com/Chandra

apahabar.com, PELAIHARI – Dianggap membahayakan nyawa warga dan ternak, kabel listrik bertegangan tinggi yang menjuntai ke tanah disoal warga Desa Guntung Besar RT 03, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

“Kondisi semrawut-nya kabel-kabel PLN sudah berlangsung lebih dari 5 tahun,” kata Sairi Rahmi warga setempat, Kamis kemarin (19/9/2019).

Warga desa meminta kepada PLN untuk menyediakan tiang permanen sebagai penyangga kabel-kabel tersebut. Sebab selama ini, kabel-kabel itu hanya disangga pada di batang-batang pohon.

“Sewaktu-waktu batang kayu penyanggah kabel bertegangan listrik yang tinggi itu bisa roboh, termasuk yang dikaitkan di pohon-pohon yang selalu bergoyang pohonnya, maka kabel pun pasti akan gampang mudah putus,” sebutnya.

Bahayanya, lagi lanjut dia, seumpama ada kabel yang terkelupas di saat musim hujan, maka akan membahayakan warga atau ternak yang melintas.

Senada dengan Sairi, Ketua Jaringan Pemantau Kebijakan Pemerintah (JPKP) Tala Muhammad Noor mengatakan, kabel listrik PLN bertegangan tinggi sangat jelas terlihat berada menjuntai, yakni di jalan Desa Guntung Besar Kecamatan Pelaihari dan juga di Wilayah Desa Batilai.

“Bahkan bentangan kabelnya terlindung dari tumpukan ranting daun-daun sampai ke tanah,” sebut M. Noor, Jumat (20/09).

Ada pula patahan ranting pohon yang sudah mengering dan menggelantung di kabel tersebut. Ke semua jaringan listrik terlihat semrawut, hanya diikatkan di batang-batang pohon, dan selebihnya hanya di penyangga batang-batang bambu maupun batang-batang pohon yang terlihat kering.

Menanggapi keluhan warga, PLN Pelaihari Melalui General Manager ULP PT. PLN (Persero) Pelaihari M.Iqbal mengatakan, PLN berkomitmen dan sudah memproses usulan-usulan perbaikan.

“Dalam setiap prosesnya memang butuh waktu, bagi PLN Pelaihari juga berharap segera ada keputusan untuk segera pula mengeksekusi,” katanya.

Pun demikian terhadap usulan yang lama, sambungnya, maka itu di follow up kembali ke manajemen di atas.

“Seperti apa, dan sampai di mana, termasuk data-data yang diperlukan dievaluasi kembali,” ujarnya.

Menurutnya, PLN berkomitmen untuk kenyamanan kelistrikan agar bisa dirasakan masyarakat khususnya di Kabupaten Tanah Laut.

Baca Juga: Sudah Dua Pekan, Bandara Beringin Tutup Jadwal Penerbangan

Baca Juga: Tak Kuat Menanjak, Truk ‘Jumping’ Bikin Lalu Lintas Tersendat

Reporter: AHC14
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Ada Fakta Baru di Balik Pembunuhan Guru Teweh di Kandangan
apahabar.com

Kalsel

Guna Percepatan Penanganan Covid-19, Polsek Kurau Sosialisasikan Perbup
apahabar.com

Kalsel

Tabrakan Horor di HSS: Dua Pelajar Hantam Truk hingga Kepala Pecah

Kalsel

Gegara Postingan Demo, ASN di Banjarbaru Diciduk di Kantornya
apahabar.com

Kalsel

Gangguan Jiwa Anak Akibat Gadget, Ibnu Sina: Perlu Pengendalian Orangtua
apahabar.com

Kalsel

Intip Lalu Lalang Kendaraan Saat Lebaran, Melonjak 100 Persen
apahabar.com

Kalsel

Diverifikasi Kemenhub, Renovasi Syamsudin Noor Segera Selesai

Kalsel

Nasgor Isi Sabu, Modus Baru di Lapas Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com