Viral Korban Banjir Kalsel Lahirkan di Jukung, Nama Anaknya Unik Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir Kalsel Makan Korban Lagi, Bocah Hilang di Siring Banjarmasin Di Balikpapan, Ayah Ditangkap Gegara Anak Jual Tisu Link Live Streaming Mata Najwa Malam Ini, Kupas Tuntas Banjir Kalsel

Banyak Hoaks yang Membuat Papua Memanas

- Apahabar.com Selasa, 10 September 2019 - 06:45 WIB

Banyak Hoaks yang Membuat Papua Memanas

Aksi pemuda Papua tuntut referendum. Foto-Merdeka.com

apahabar.com, JAKARTA – Pemicu terus bergejolaknya Papua, karena sejumlah berita bohong atau hoaks. Bahkan berita-berita itu muncul dari luar negeri.

Untuk mengantisipasi agar masyarakat tak termakan hoaks, pemerintah membatasi akses internet agar berita tersebut tidak membuat kondisi Papua semakin runyam.

Beredar foto sebuah masjid terbakar di WhatsApp group. Polisi memastikan foto yang menyebut sebuah masjid dibakar massa di Papua itu hoaks.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani meluruskan, foto masjid terbakar itu adalah Masjid Agung di Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

“Ternyata yang terbakar itu Masjid Agung dalam kompleks perkantoran Pemkab Luwu di Kecamatan Belopa, Sulsel dan kejadiannya sekitar 7 bulan lalu atau pada awal Januari 2019. Jadi itu hoaks,” kata Dicky Sondan.

Beredar kabar mahasiswa meninggal akibat dipukul anggota Polri dan TNI. Kepolisian pun langsung membantah kabar tersebut. Melalui akun Instagram @divisihumaspolri, polisi memastikan foto mayat yang beredar adalah korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Trikora Jayapura Utara.

“Beredarnya informasi tentang adanya seorang mahasiswa Papua di Surabaya yang meninggal dunia akibat dipukul oleh aparat TNI-Polri adalah HOAX atau TIDAK BENAR”.

Foto tersebut adalah foto korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal di TKP laka lantas, di Jalan Trikora tepatnya di depan TK Paut DOK V Atas Distrik Jayapura Utara, Selasa (19/2) pukul 07.30 WIT.

Penyebar berita HOAX akan dijerat dengan Pasal 45 UU RI No 19 tahun 2016 tentang UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.

“Saring sebelum Sharing dan bijaklah dalam menggunakan media,” tulis akun @divisihumaspolri.

Polisi mengantongi 11 bukti percakapan tersangka ujaran kebencian, Tri Susanti, untuk menggalang massa untuk berdemonstrasi di depan asrama mahasiswa Papua di Surabaya pada 17 Agustus 2019. Susi adalah koordinator lapangan (korlap) dalam aksi tersebut.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan 11 bukti percakapan ini menguatkan penetapan Susi sebagai tersangka. Sebab, ada 11 bukti percakapan Susi yang mengandung unsur penyebaran hoaks yang membuat massa berkumpul di Jalan Kalasan, Surabaya.

Polisi berhasil menyita beberapa barang bukti dan sebuah video Youtube. Salah satunya video tiang bendera yang dipatah-patahkan.

“Bahwa tiang bendera itu dipatah-patahkan dan dirob.. ah mau ngomong robek dimasukkin ke selokan, maksudnya mau ngomong bendera itu dipatahkan dan dimasukkin ke selokan. Cuman mau ngomong itu,” ujar Sahid, kuasa hukum Tri Susanti, sambil menirukan Tri Susanti.

Sahid menyatakan, pada pemeriksaan pertama polisi sudah menyita HP kliennya. Sebab, dalam HP tersebut ada gambar yang dianggap sebagai bagian dari barang bukti.

“Dalam HP itu, ada foto dengan caption dengan tulisan urgent…urgent, segera berkumpul. Mbak Susi dikirimi foto ada penambahan pasukan (orang) memasuki asrama, kenapa yang ngirim foto enggak ditanya,” kata dia.

Baca Juga: Eks Prajurit TNI Penembak Polisi di Tala Masih Buron

Baca Juga: Memanas, Ketua DPRD Kalsel Tak Mau Disuruh Duduk Pedemo

Sumber: Merdeka.com
Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

UMP 2021 Tak Naik, Buruh Ancam Mogok Nasional
apahabar.com

Nasional

KPU: Total 225 Petugas KPPS Meninggal dan 1.470 Orang Sakit

Nasional

Siap-Siap Cek ATM, Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta Cair Lagi
apahabar.com

Nasional

Beri Kesempatan Mahasiswa Berbinis, BPP Hipmi Segera Luncurkan Hipmi Coffe
apahabar.com

Nasional

Mabes Polri Benarkan Penangkapan Jaringan Terduga Teroris di Palangkaraya
apahabar.com

Nasional

Kaltim Siapkan Lahan Khusus, Antisipasi Urbanisasi Jika Jadi Ibu Kota
apahabar.com

Nasional

Menko Muhadjir Effendy Sebut Rokok Hambat Siklus Pembangunan Manusia
apahabar.com

Nasional

Dukung Uji Materi Omnibus Law Ciptaker Diajukan ke MK, PBNU: Jangan Demo, Masih Pandemi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com