UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar

Berharap Ibu Kota Baru Tak Senasib Jakarta

- Apahabar.com Selasa, 10 September 2019 - 06:30 WIB

Berharap Ibu Kota Baru Tak Senasib Jakarta

Jalan tol Balikpapan-Samarinda menjadi tol pertama di ibu kota baru dan akan beroperasi akhir Oktober 2019.Foto-Dok-Jasa Marga

apahabar.com, JAKARTA – Harapan agar ibu kota baru lebih baik ketimbang Jakarta dikemukakan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto.

Ia menginginkan di Kaltim nantinya dibangun dengan perencanaan yang baik. Hal tersebut untuk menghindari ibu kota baru menyamai Jakarta yang dibangun tanpa perencanaan pada zaman dahulu.

“Pertama, menjadi kota yang efisien, cerdas, smart, kemudian juga nyaman bagi penghuninya dan harus dipastikan tidak seperti Jakarta. Jadi jangan sampai jadi Jakarta kedua. Jadi, kota ini harus jadi brand of Indonesia,” ujar Heru, Senin (9/9).

Heru mengatakan, PII akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar ibu kota baru memiliki desain kota yang bersahabat dan mampu membawa nama Indonesia dikancah internasional. Pihaknya juga akan mengerahkan insinyur terbaik terlibat dalam proyek besar ini.

“Jangan sampai ibu kota ini hanya jadi sebuah ibu kota baru tapi tidak bisa dibanggakan. Untuk itu, semua hal-hal yang dimiliki insinyur akan kita kerahkan mendukung pembangunan ibu kota baru ini. Kalau sekarang apakah sudah ada desainnya? Semua insinyur Indonesia sudah terlibat di dalamnya,” jelasnya.

Dia menambahkan, dalam pembangunan ibu kota baru, pemerintah harus melakukan langkah yang tepat dengan mengkombinasikan pengetahuan terkini dan perencanaan kota yang matang. Selain itu, PII juga harus melakukan penegakan aturan agar apa yang dibangun pemerintah tidak dilanggar.

“Yang diperlukan adalah kombinasi pengetahuan bagaimana membuat perencanaan kota yang baik. Dan kedua adalah yang namanya law enforcement. Jadi kita tahu bagaimana menata kota yang baik tapi juga menegakkan hukum harus dilakukan supaya tidak ada lagi pelanggaran terhadap apa yang sudah kita tanam,” tandasnya.

Baca Juga: Jadi Ibu Kota, Kementerian Tambah Kouta Jargas Penajam

Baca Juga: Sehari, Empat Kebakaran Lahan Landa Ibu Kota Baru

Sumber: Liputan6.com’
Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Lebaran, Taliban Pilih Gencatan Senjata 
apahabar.com

Nasional

2019, Layanan ‘Dokter Terbang’ Kaltara Sentuh 2.107 Warga
apahabar.com

Nasional

Selain Dirut, Sore Ini Erick Ganti Komut dan Direktur Keuangan PLN
apahabar.com

Nasional

Tuah Guru Sekumpul, Lion Air dan Garuda Kecipratan Cuan!
apahabar.com

Nasional

Tunggu Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 6, Segini Kuotanya

Nasional

Dua ABK Negatif Corona di Kotabaru 3 Kali Singgah di China
apahabar.com

Nasional

Hari Ini, Nasib PSBB Transisi Jakarta Ditentukan
apahabar.com

Nasional

Empat Wisatawan hilang di Pantai Pandan Kuning
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com