apahabar.com
Anggota Dewan Gubernur BI, Rosmaya Hadi memberikan materi kuliah umum pada 90 perwakilan pesantren se Kalsel. Foto-Istimewa.

apahabar.com, MARTAPURA – Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi berkesempatan mendatangi Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hijrah, Martapura, Kabupaten Banjar, Kamis (12/09).

Dalam kesempatan itu berbicara banyak mengenai pertumbuhan ekonomi, termasuk sekarang ini melalui media digital kepada perwakilan pesantren se Kalsel.

Tak lupa, Rosmaya juga mengajak semua pihak untuk memanfaatkan kemajuan teknologi digital namun tetap berbasis syariah.

“Inti dari kegiatan ini adalah untuk memberikan motivasi kepada para santri- santriwati dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui jalur ekonomi digital,” ujarnya usai memberikan kuliah umum bertemakan “Pengembangan Ekonomi Pesantren Melalui Ekonomi Digital”.

Dia menjelaskan, ekonomi digital sendiri saat ini kian berkembang di Indonesia. Tidak hanya di level merchant sebagai penyedia barang dan jasa, namun juga melalui metode pembayaran yang kian memudahkan pengguna teknologi saat ini.

Pengguna telepon pintar di Indonesia saat ini, sangat dimudahkan dengan keberadaan lembaga keuangan yang menyediakan jasa pembayaran secara real–time berbasis aplikasi.

Apalagi, menurutnya, penggunaan QR Code atau pembayaran menggunakan ponsel saat ini lebih digandrungi masyarakat urban. Sehingga justru pembayaran menggunakan kartu jadi semakin tradisional.

Oleh sebab itu, ia berharap dengan adanya seminar ini para santri/santriwati dapat memanfaatkan teknologi digital untuk dapat melakukan kegiatan ekonomi yang sedang bertumbuh.

“Hal ini tentunya akan membuat anggapan bahwa pendidikan pesantren adalah konvensional perlahan mulai pudar,” katanya.

Selain itu lanjut Rosmaya, beberapa pesantren dapat memulai gebrakan pengembangan ekonomi mereka melalui identifikasi komoditas strategis potensial. Sehingga dapat dikembangkan di masa mendatang.

Setelah identifikasi, pondok pesantren kemudian dapat melakukan fokus pembinaan kepada pengembangan komoditas tersebut. Sampai pada tahapan praktek, hasil dari pengembangan komoditas tersebut dapat dipasarkan melalui pangsa (offline), tatap muka, dan (online) digital.

Penggunaan teknologi digital tersebut juga dapat dijadikan sarana promosi kepada pembeli yang tidak lagi terbatas jarak.

Pemanfaatan pembayaran melalui berbagai pilihan metode pembayaran online pastinya akan menjadi pilihan dalam pembelian jarak jauh.

Penjual tentunya dapat menjaring lebih banyak pembeli walau terbatas jarak antara penjual dan pembeli.

Pada kesempatan ini, Rosmaya juga menyampaikan lima keunggulan prinsip dasar ekonomi dan keuangan syariah.

Adapun menurutnya, keunggulan pertama dari prinsip dasar ekonomi syariah yakni mencegah penumpukan harta. Salah satunya dengan mendorong pendistribusian harta secara produktif dalam aktivitas perekonomian yang sesuai dengan prinsip syariah.

Kemudian yang kedua, mengoptimalkan usaha dengan berbagi imbal hasil dan berbagi risiko secara adil. Lalu ketiga, mendukung transaksi keuangan yang memiliki underlying sektor riil dan tanpa unsur yang meragukan.

Selajutnya yang keempat, mendorong partisipasi sosial untuk kepentingan publik. Dan terakhir yang ke lima, menjunjung transaksi muamalah lebih transparan dan sepadan.

Baca Juga: Sempat Anjlok, Harga Cabe di Marabahan Bergerak Naik

Baca Juga: Terbiasa Transaksi Syariah, FESyar KTI 2019 Digelar di Banjarmasin

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin