apahabar.com
Pada 1993, Habibie yang kala itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Republik Indonesia memberikan persetujuan untuk penerapan GSM sebagai standar teknologi seluler Indonesia. Pada 1994, dia melakukan percobaan teknologi GSM dengan melakukan hubungan telepon dari GSM Telkomsel perdana, dari Batam ke Jakarta dan London. Foto: Dok. Telkomsel

apahabar.com, JAKARTA – Rakyat Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaik bangsa.

Kemarin, Rabu, 11 September 2019, Presiden RI ke-3 Prof. Dr. B.J. Habibie tutup usia dengan tenang di usianya yang ke-83 tahun.

Mendiang Habibie merupakan sosok penting dalam sejarah cikal bakal berdirinya Telkomsel di awal 1990-an, yang menjadikannya sebagai salah satu Founding Fathers Telkomsel.

“Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Keluarga besar Telkomsel turut berduka cita yang sedalam-dalamnya dan merasakan kehilangan yang besar atas kepergian almarhum. Bapak Habibie merupakan sosok yang penting bagi kami, beliau memiliki hubungan sejarah erat dalam proses beroperasinya teknologi selular Global System for Mobile Communications (GSM) di Indonesia serta beroperasinya layanan Telkomsel pertama kali di Pulau Batam,” ujar Direktur Utama Telkomsel, Emma Sri Martini dalam siaran persnya, Kamis.

Sejarah hadirnya teknologi GSM di Indonesia hingga berdirinya PT Telekomunikasi Selular tidak dapat dipisahkan dari peran penting Habibie.

Pada 14 Juli 1993 silam, sejumlah direksi PT Telkom menghadap Habibie yang saat itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Republik Indonesia.

Di atas sehelai kertas, Habibie menuliskan persetujuan dan penerapan GSM sebagai standar teknologi seluler Indonesia. Tulisan ini yang kemudian menjadi referensi dari sebuah langkah besar migrasi teknologi dan pengembangan industri seluler analog ke digital di Indonesia.

Empat belas bulan kemudian, tepatnya pada 2 September 1994, Bapak Habibie meresmikan pengoperasian Telkomsel GSM di Pulau Batam.
Pada saat itu, Telkomsel merupakan nama produk dari PT Telkom. Sebagai Menristek, Habibie melakukan percobaan teknologi GSM dengan melakukan hubungan telepon dari GSM Telkomsel perdana, dari Batam ke Jakarta dan London.

Berangkat dari dua momen penting tersebut, Telkomsel GSM kemudian dipersiapkan dan dikembangkan menjadi sebuah operator seluler, hingga akhirnya pada 26 Mei 1995, lahirlah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Sejak peristiwa bersejarah di Batam, sosok B.J. Habibie sejatinya merupakan pelanggan pertama Telkomsel. Namun sebagai bentuk penghormatan yang terdalam atas kontribusinya, Telkomsel kemudian memberikan penghargaan kepada Habibie sebagai pelanggan Telkomsel ke-100 juta pada perayaan pencapaian Telkomsel di 2011.

Bapak Habibie juga pernah menyampaikan sebuah pesan berharga bagi keluarga besar Telkomsel.

“Telkomsel adalah anak dan cucu ideologis-intelektual saya. Teruslah memberikan yang terbaik untuk bangsa,” pesan Habibie pada hari jadi Telkomsel yang ke-21, 26 Mei 2016 lalu.

“Semangat Pak Habibie akan selalu melekat dalam perkembangan dan pertumbuhan Telkomsel. Kami akan meneruskan cita-cita dan kontribusi Pak Habibie untuk mengembangkan pemanfaatan teknologi untuk kemajuan anak bangsa. Selamat jalan, Pak Habibie,” tutup Emma.

Baca Juga: Habibie Wafat, Prancis Sampaikan Belasungkawa

Baca Juga: BJ Habibie, Presiden RI Pertama yang Dimakamkan di TMP Kalibata

Editor: Fariz Fadhillah