Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB

BPOM Kalsel Edukasi Masyarakat Ikut Gerakan Buang Sampah Obat

- Apahabar.com Minggu, 1 September 2019 - 13:27 WIB

BPOM Kalsel Edukasi Masyarakat Ikut Gerakan Buang Sampah Obat

Kepala BPOM Banjarmasin, Muhammad Guntur. Foto-apahabar.com/Musnita Sari.

apahabar.com, BANJARMASIN – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kalimantan Selatan kembali menggelar aksi nasional pemberantasan obat illegal dan penyalahgunaan obat. Sosialisasi dilakukan oleh BPOM Kalsel ditengah keramaian car free day Banjarmasin, Minggu (1/9) pagi.

“Ini program nasional yang serentak di seluruh 15 provinsi. Gerakan buang sampah obat yang berkaitan dengan obat illegal,” ucap Kepala BPOM Banjarmasin, Muhammad Guntur saat ditemui usai kegiatan.

Gerakan ini bekerja sama dengan Ikatan Apoteker Indonesia, Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia dan Kimia Farma, yang melibatkan seribu apotek seluruh Indonesia.

Guntur memaparkan, tujuannya adalah mengedukasi masyarakat untuk tidak menggunakan obat-obatan dalam kondisi rusak, kedaluwarsa ataupun illegal.

“Kalau dibuang di tempat sembarangan nanti bisa dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Jadi tujuan kami untuk melindungi masyarakat,” kata dia.

Nantinya ujar Guntur, masyarakat bisa menyerahkan obat-obat yang tidak layak pakai untuk dimusnahkan secara masal. Sedikitnya ada 40 Apotek Kimia Farma di Kalsel, dan untuk pengumpulan obat ditampung hingga awal Oktober nanti.

“Masyarakat bisa serahkan ke apotek-apotek Kimia Farma. Drop boxnya nanti akan kita musnahkan pada awal Oktober,” tuturnya.

Himbauan ini ujarnya dilakukan agar masyarakat tidak sembarangan dalam menggunakan obat, sebab penyalahgunaan obat bisa berdampak bahaya dan berisiko terhadap kesehatan.

“Kalau dibuang di tempat sampah sembarangan nanti dipungut orang lain dan bisa didaur ulang, itu berbahaya. Jadi disalurkan ke tempatnya, akan kita musnahkan,” tegasnya.

Gerakan waspada obat ini sudah sering dilakukan oleh BPOM Kalsel, namun baru masif saat ini karena semakin marak obat-obatan yang disalahgunakan. Selain itu, produk-produk dari luar negeri pun tidak luput dari pengawasan.

Baca Juga: Jelang Pemecahan Rekor MURI, Ribuan Karateka Penuhi Perempatan Jembatan Merdeka

Baca Juga: Tampung Keluhan Masyarakat, Kesbangpol: Kita Adakan Seminar Secara Luas

Reporter: Musnita Sari
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

PWI Balangan akan Segera Dibentuk
apahabar.com

Kalsel

Batu Siring Jadi Penyebab Bocornya Pipa Tua PDAM Bandarmasih
apahabar.com

Kalsel

Kubah Dingin Luluh Lantak Diterjang Api, Kerugian Capai Miliaran
apahabar.com

Kalsel

Stok Masker dan Obat-obatan di Tanbu Aman
apahabar.com

Kalsel

74 Tahun Merdeka, Warga di Kaki Meratus Baru Dapat ‘Penerangan’
apahabar.com

Kalsel

Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Hamil Diduga Istri Muda Pembakal HST
apahabar.com

Kalsel

Pameran Artefak Rasulullah dan Sahabat di Martapura Resmi Dibuka
apahabar.com

Kalsel

Kemenkumham Kalsel Bekali Pemahaman Peran Notaris
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com