apahabar.com
Kabut asap di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Foto-inews

apahabar.com, BANJARMASIN – Kesekian kalinya, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Sedikitnya, 7 penerbangan sempat delay.

Berdasarkan informasi yang dihimpun apahabar.com, terdapat penumpang Lion Air rute Banjarmasin – Surabaya yang masih berada di dalam pesawat, dari pukul 06.00 – 09.00 WITA masih belum lepas landas.

“Ya, betul. Tadi pagi jarak pandang hanya 100 meter,” ucap Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsuddin Noor Aditya Putra Patria kepada apahabar.com, Kamis (12/9) pagi.

Sejauh ini, 2 awak pesawat Lion Air sudah berangkat. Di antaranya JT 311 Actual time of departure (ATD) pukul 08.40 WITA, dan JT 321 Actual time of departure (ATD) pukul 08.39 WITA.

“Sehingga masih menyisakan 5 penerbangan lagi,” bebernya.

Kelima penerbangan tersebut, kata dia, masih antri di terminal Bandara Syamsuddin Noor. Bahkan, jarang pandang dinilai sudah membaik, yakni sekitar 500 meter.

“Biasanya jarang pandang 500 meter pilot sudah berani terbang,” pungkasnya.

Sebelumnya, meminjam data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, per 10 September 2019, hutan dan lahan terbakar mencapai 3.308,60 hektar.

Terdiri dari kebakaran hutan seluas 79,75 hektar atau sebanyak 11 kasus dan lahan seluas 3.228,85 hektar, dengan 1112 kasus.

Kebakaran hutan didominasi Kabupaten Banjar seluas 61 hektar, Banjarbaru 6 hektar, Tanah Laut 6 hektar dan, Barito Kuala 2,25 hektar.

Sedangkan kebakaran lahan didominasi Kabupaten Banjar seluas 581,28 hektar atau 100 kasus. Disusul Tanah Laut 577,55 hektar atau 287 kasus. Ketiga, Tapin 560,77 hektar, dengan 130 kasus.

Terdapat beberapa titik hotspot di Kalsel. Di antaranya NOAA 254, SNPP 277 dan AQUA/ TERRA 362.

Baca Juga: Syamsudin Noor Terganggu Gara-Gara Kabut Asap Kiriman

Baca Juga: Gara-Gara Kabut Asap, 7 Penerbangan di Syamsudin Noor Delay!

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini