Ditetapkan KPK Tersangka, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Bantah Terlibat Suap INNALILLAHI! Bocah 7 Tahun di Baharu Utara Kotabaru Tewas Dipatuk Kobra Jadi Tersangka Suap, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Diduga Terima Miliar Rupiah Kebakaran Pelambuan, Puluhan Rumah Dekat Gudang Karet Ludes Pelambuan Membara, Belasan Rumah Terbakar Dini Hari

Cucu Mengidap Hemofilia, Kasran Punya Cerita Manfaat BPJS

- Apahabar.com Rabu, 18 September 2019 - 18:49 WIB

Cucu Mengidap Hemofilia, Kasran Punya Cerita Manfaat BPJS

Kasran (kiri) dan istrinya bersama sang cucu menunjukkan Kartu Indonesia Sehat miliknya. Foto-Reza for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – Akhir-akhir ini pemberitaan media diramaikan menyorot isu kenaikan iuran Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Pro dan kontra di tengah masyarakat pun tak terbendung. Ada sebagian yang keberatan, ada pula yang setuju demi kelangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional JKN-KIS kedepan.

Di tengah polemik yang sedang berkembang, masih banyak orang menaruh asa pada keberlangsungan program strategis nasional itu.

Orang itu yakni, Kasran (60), warga Binjai Pirua Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Pria paruh baya yang berprofesi sebagai petani itu mengaku telah menjadi peserta JKN-KIS di segmen mandiri sejak 2014.

Saat ini keluarga kecilnya mendapatkan cobaan yang cukup berat. Cucunya menderita penyakit Hemofilia (gangguan peredaran darah) sejak umur 2 tahun.

Namun Kasran merasa terbantu dengan adanya program nasional yang membantu pengobatan cucunya selama ini.

Ia merasakan betul manfaat Kartu Indonesia Sehat (KIS) selama merawat cucunya. Bahkan, saat dirawat pun, tidak ada perbedaan yang berarti selama dilayani di rumah sakit walaupun dirinya terdaftar sebagai peserta kelas III (tiga).

Kasran berprinsip untuk membayar iuran JKN-KIS sesegera mungkin saat dana yang ia kumpulkan cukup. Guna memastikan KIS-nya sekeluarga tetap aktif.

Walaupun di tengah perekonomian yang sedang sulit bagi Kasran, prinsip utama dalam program JKN-KIS pun sangat ia pahami.

“Yang bermakna, yang sehat membantu yang sakit. “Sedapat mungkin kami usahakan,” kata Kasran.

Mengenai informasi iuran yang akan naik, Kasran menanggapinya dengan santai. Ia mengetahui betul, bahwa iuran yang ia bayar dengan biaya pengobatan Rifky dapatkan tidak akan sebanding sampai kapanpun.

“Seandainya tak ada BPJS (Kesehatan), kami tak bisa merawat cucu kami, obatnya mahal. Kalau todak ada BPJS (Kesehatan), habis harta dan tanah kami terjual untuk pengobatan itu,” terang Kasran.

Ditengah sengitnya beradu mencari nafkah, kini beban dipundak Kasran agaknya telah sedikit berkurang. Setidaknya ada pegangan untuk keberlangsungan pengobatan Rifky, cucunya.

Terkait tanggapan mengenai peserta lain yang enggan membayar iuran, ia berpesan satu hal.

“Itu belum merasakab masuk rumah sakit. Kalau orang merasakan sakit seperti yang diderita cucunya,  mungkin orang itu bayar. Walaupun iuran naik, tetap kita bayar,” tutur Kasran

Baca Juga: Pemkab Tapin Gelar Salat Istisqa

Baca Juga: Pertikaracab 2019, Saka Bhayangkara Polsek Bintang Ara Raih Juara 1

Reporter: Hawari Nur Lazuardi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Di Banjarmasin, Dilarang Masuk Pasar Jika Tak Bermasker
apahabar.com

Kalsel

Inul Vizta dan Happy Puppy Berikan Promo Pemilu 2019
apahabar.com

Kalsel

Rizky Febian Bakal Hibur Warga Banjarmasin Malam Ini
apahabar.com

Kalsel

Keluhan Sistem Zonasi PPDB, DPRD Banjarmasin Tinjau Ulang Perwali
apahabar.com

Kalsel

Responsif ASN HSS, Sisihkan Uang Untuk Belikan PKL Masker
apahabar.com

Kalsel

Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Pulau Laut, Satu Buron
apahabar.com

Kalsel

Dua Fraksi DPRD Atensi Besaran Sisa Anggaran 2019 Pemprov Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Polemik Perda Minol, Pengamat: Aturannya Susah Dipenuhi Pengusaha
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com