MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru! Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem

Dalami Kasus Korupsi Dana Hibah KONI, KPK Periksa Sesmenpora

- Apahabar.com Selasa, 24 September 2019 - 11:43 WIB

Dalami Kasus Korupsi Dana Hibah KONI, KPK Periksa Sesmenpora

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Selasa (24/09). Foto – Antara

apahabar.com, JAKARTA – Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot Sulistiantoro Dewa Broto dijadwalkan diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap dana hibah dari pemerintah terhadap KONI melalui Kemenpora.

Ia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Miftahul Ulum (MIU) yang merupakan asisten pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (IMR).

“Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka MIU,” ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (24/09).

Sebelumnya, Gatot juga pernah dimintai keterangan oleh KPK dalam pengembangan kasus tersebut pada 26 Juli 2019.

“(Pemeriksaan pertama) lebih banyak ditanya soal regulasi-regulasi saja tekait aturan yang ada soal hibah tentang aturan terkait KONI tetapi tidak tahu nanti materinya apa. Ini pemeriksaan kedua kan ya dulu pernah yang pertama tanggal 26 Juli 2019 diperiksa juga di sini,” kata Gatot saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (24/09).

Saat dikonfirmasi apakah ia pernah dimintai uang oleh Nahrawi, Gatot menyatakan, “Tidak, jujur saya belum pernah karena waktu saya diperiksa saya beri keterangan saya belum pernah dimintai uang baik oleh Pak Ulum ataupun oleh Pak Imam.”

Selain Gatot, KPK pada Selasa juga memanggil dua saksi lainnya untuk tersangka Ulum, yakni Staf Protokoler Kementerian Pemuda dan Olahraga Arief Susanto dan Asisten Deputi Olahraga Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga Tahun 2016-2018 Chandra Bhakti.

Diketahui, KPK pada Rabu (18/09) mengumumkan Ulum dan Nahrawi sebagai tersangka dalam pengembangan perkara suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran (TA) 2018.

Imam diduga menerima uang dengan total Rp26,5 miliar.

Uang tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga Tahun Anggaran 2018, penerimaan terkait ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Nahrawi.

Uang itu diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Nahrawi dan pihak lain yang terkait.

Adapun rinciannya, dalam rentang 2014-2018, Nahrawi melalui Ulum diduga telah menerima uang sejumlah Rp14,7 miliar. Selain itu, dalam rentang waktu 2016-2018, Nahrawi diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar.

Baca Juga: Dituding Kentit Dana Hibah, Intip Respon Ketua KONI Banjarbaru

Baca Juga: Kejari Ungkap Dugaan Korupsi KONI Banjarbaru Rp6,7 M

Baca Juga: Kasus Dana Hibah, Jika Perlu KPK Panggil Menpora

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Berlaku Mei, YLKI Tanggapi Model Tarif Ojol yang Baru
apahabar.com

Nasional

Erick Thohir Pastikan Sandiaga Uno Tak Masuk BUMN
apahabar.com

Nasional

Presiden ke Kalimantan, Istana: Tidak Ada Opsi Perppu
apahabar.com

Nasional

Innalillah, 14 Ekor Sapi Mati Tersambar Petir
apahabar.com

Nasional

Sempat Mangkir, KPK Kembali Panggil Bupati Kortawaringin Timur sebagai Tersangka
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Panglima-Kapolri Cek Penembakan 31 Pekerja Trans Papua
apahabar.com

Nasional

Penambahan Positif Covid-19 di Jatim Empat Kali Jakarta
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Serahkan 6.000 Sertifikat Tanah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com