Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Dewan Pers Segara Temui Kapolri Bahas Kekerasan Terhadap Wartawan

- Apahabar.com Sabtu, 28 September 2019 - 16:39 WIB

Dewan Pers Segara Temui Kapolri Bahas Kekerasan Terhadap Wartawan

Ketua Dewan Pers M Nuh saat menjadi pembicara di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Sabtu (28/9/2019). Foto - Antara

apahabar.com, SURABAYA – Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh menyatakan segera bertemu Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian membahas kasus kekerasan terhadap wartawan saat meliput demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah beberapa hari terakhir.

“Dalam waktu dekat saya akan bertemu dengan Kapolri untuk berbicara dari hati ke hati terkait masalah kekerasan terhadap wartawan saat meliput,” ujar M Nuh di Surabaya, Sabtu (28/09).

Nuh menyatakan saat bertemu Kapolri, pihaknya ingin mengingatkan kerja sama Dewan Pers dengan Polri yang telah terjalin sehingga kasus kekerasan terhadap wartawan saat melakukan tugasnya tidak lagi terulang.

“Kerja sama dengan Polri yang selama ini sudah ada harus terus diperbarui dan diperkuat, sehingga kasus yang beberapa hari lalu terjadi yakni kekerasan terhadap wartawan tidak boleh terjadi dan tidak boleh terulang lagi,” kata mantan Mendiknas tersebut.

Nuh megatakan dalam sistem demokrasi yang dianut saat ini, kemerdekaan pers dan kemerdekaan berpendapat harus dirawat dengan baik.

Menurut dia, tanpa ada pers yang mengingatkan, maka kekuasaan akan bergeser ke otoriter.

“Kemerdekaan pers yang sudah dilindungi melalui UU Pers harus dikawal terus menerus agar negara demokrasi tetap berjalan dengan baik,” kata mantan Menteri Komunikasi dan Informatika tersebut.

Demi terciptanya kemerdekaan pers, Dewan Pers terus berupaya meningkatkan kompetensi dari para wartawan, selain juga perlindungan saat melakukan tugasnya beserta kesejahteraannya.

“Segala upaya yang menghalangi kebebasan pers harus diingatkan dalam bahasa yang lebih halus. Dalam bahasa yang lebih keras harus kita lawan. Namun kemerdekaan pers terpenuhi jika tiga syarat tersebut terpenuhi,” katanya.

Mantan Rektor ITS Surabaya itu juga meminta wartawan yang mendapat kekerasan saat meliput segera melapor ke Dewan Pers.

“Jika ada kekerasan terhadap wartawan saat meliput atau melaksanakan tugas jurnalistiknya silakan langsung sampaikan ke Dewan Pers atau ke saya. Kalau ada kejadian di kota mana, dan seperti apa, maka segera email atau hubungi nomor saya akan segera kami komunikasikan,” tuturnya.

Baca Juga: Pasal Karet RKUHP, AJI: Jurnalis Jangan Takut Kritik Pemerintah

Baca Juga: Penangkapan Dandhy, Jerat UU ITE Hantui Aktivis Indonesia

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Enaknya Jengkol Acil Baluh, Kudapan Khas Banjar Diburu Jemaah
apahabar.com

Nasional

2.000 Atlet Ikuti Kejurnas Pencak Silat JSOC 2019
apahabar.com

Nasional

Layaknya UAS, Ustaz Riza Muhammad Juga Dicekal di Hong Kong
apahabar.com

Nasional

Bus Sekolah DKI Evakuasi 1.973 Pasien Covid-19 ke Sejumlah Rumah Sakit

Nasional

Helmy Yahya Diberhentikan, Kantor Dewas TVRI Disegel
apahabar.com

Nasional

Anak Terpapar Radikalisme di Kalteng akan Diberi Pendampingan
apahabar.com

Nasional

Hipmi Kecam Deklarator Capres Erick-Bahlil, MHM: Tahan Syahwat Politik
apahabar.com

Nasional

Susahnya Evakuasi Buaya Terlilit Ban, Si Predator Kerap Kabur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com