Biang Kerok Banjir Kalsel, Ternyata Tak Cuma Tambang dan Sawit Presiden Jokowi Blusukan ke Banjir Kalsel, Nih Agendanya Esok Blusukan Batal, Denny Minta Evakuasi Korban Banjir Kalsel via Udara Banjir Kalsel, Mayat Mengapung Kembali Ditemukan di Banjar Sstttt, Presiden Jokowi Mau Blusukan ke Banjir Kalsel

Dikandangkan Warga, Kukang Kalimantan Dilepasliarkan di Hutan Tapin

- Apahabar.com Selasa, 3 September 2019 - 15:14 WIB

Dikandangkan Warga, Kukang Kalimantan Dilepasliarkan di Hutan Tapin

Kukang yang dilepasliarkan oleh Masyarakat Peduli Rangkong (Mas Pekong) Kabupaten Tapin di hutan adat milik masyarakat Dayak, Kecamatan Piani, Sabtu pekan lalu. Foto-apahabar.com/Fauzi Fadilah

apahabar.com, RANTAU – Sempat dikandangkan warga, Masyarakat Peduli Rangkong (Mas Pekong) Kabupaten Tapin melepasliarkan seekor Kukang di hutan adat milik masyarakat Dayak, Kecamatan Piani, Sabtu pekan lalu.

Lantas, mengapa Mas Pekong yang dipercaya oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel untuk melepasliarkan endemik asli Kalimantan memilih hutan tersebut?

“Kenapa harus di sini? Karena kawasan hutan adat ini ekosistem alamnya masih bagus. Bisa dibilang kawasan hutan primer, karena banyak ditemui pohon pohon besar. Kita masih mudah melihat satwa-satwa langka yang dilindungi misalnya Rangkong, Enggang, atau Uwa-Uwa,” ujar Aminin, kepada apahabar.com, Selasa.

Hewan dilindungi bernama latin Nycticebus Borneanus dilepaskan ke habitat aslinya agar bisa leluasa berkembang biak. Serta kembali memberi peran di ekosistem alam.

“Menurut UU RI nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pasal 21 ayat 2, perdagangan dan pemeliharaan satwa dilindungi termasuk kukang adalah dilarang,” terangnya.

Pelanggaran dari ketentuan itu, yakni hukuman pidana lima tahun penjara dan denda Rp100 juta rupiah.

Perlu Kita ketahui, semua jenis Kukang yang ada di Indonesia telah dilindungi. Badan konservasi dunia International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) memasukannya dalam kategori rentan atau vulnerable.

“Yang artinya memiliki peluang untuk punah 10% dalam waktu 100 tahun,” jelasnya.

Berdasar cerita warga, kawasan Hutan Mangkauk sendiri terdapat Kukang-Kukang yang lain.

“Meskipun kukang ini pernah dipelihara oleh manusia, saya yakin naluri kukang ini masih ada,” jelas dia.

Kukang dikenal dengan gaya hidup soliter. Kukang termasuk satwa penyendiri atau tidak berkelompok.

“Saya yakin hewan ini akan bertahan hidup dan berkembang biak sebagaimana mestinya pada saat musim kawin,” jelas Aminin.

Di akhir, Aminin mengatakan penebangan liar, pertambangan, pemburu liar, dan juga wisatawan jadi ancaman kelangsungan hidup kukang di hutan Mangkauk.

Baca Juga: BKSDA Kalteng Lepasliarkan Dua Ekor Kukang

Reporter: Muhammad Fauzi Fadilah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

17.309 Siswa SMK Ikuti UNBK, Disdik Kalsel Antisipasi Gangguan
apahabar.com

Kalsel

Penjagaan PSBB 24 Jam, yang Melintas Wajib Kantongi Surat
apahabar.com

Kalsel

Kotabaru Geger lagi, Permukiman di Sungai Durian Dilalap Si Jago Merah!
apahabar.com

Kalsel

Peduli Lingkungan, Kajari Kotabaru Pimpin Kerja Bhakti Bersih Kantor
apahabar.com

Kalsel

Police Go to Masjid, Program Polisi Kotabaru Gelorakan Budaya Gotong Royong
apahabar.com

Kalsel

Peringati HUT ke-65 Lalu Lintas Bhayangkara, Polres Banjar Bagikan Ratusan Logistik pada Korban Laka
apahabar.com

Kalsel

Jumat Berkah, Polsek Tapin Utara Bagi-Bagi Sembako
apahabar.com

Kalsel

Hari Pertama Kerja, Pelayanan KPP Pratama Banjarmasin Minim Pengunjung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com