Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel Kapolres Kapuas Terjang Banjir Bantu Korban Terdampak di Alalak Jumlah Korban Banjir Kalsel Terus Bertambah, 6 Warga Masih Dinyatakan Hilang Masih Berantakan, KPU HST Tetapkan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Besok Bupati Sleman Positif Covid-19 Pascavaksinasi, Berikut Penjelasan Kemenkes

Disabilitas di Batola Didorong Punya Keterampilan

- Apahabar.com Selasa, 24 September 2019 - 18:00 WIB

Disabilitas di Batola Didorong Punya Keterampilan

Beberapa warga disabilitas menjalani pemeriksaan kesehatan dan psikologi dalam kegiatan UPSK di Marabahan, Selasa (24/9). Foto-Bastian Alkaf/apahabar.com

apahabar.com, MARABAHAN – Melalui Unit Pelayanan Sosial Keluarga (UPSK), penyandang disabilitas di Barito Kuala (Batol) didorong menyadari dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Tidak kurang 100 penyandang disabilitas dari Kecamatan Marabahan dan sekitarnya mengikuti program dari Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Selatan tersebut, Selasa (24/9).

“Oleh karena wilayah Batola cukup luas, sementara peserta hanya berasal dari Marabahan dan sekitarnya. Sebagian di antaranya siswa dan alumni Sekolah Luar Biasa (SLB) Marabahan,” papar Rhizuaini, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Batola.

“Selama tiga hari kedepan, mereka menjalani beberapa program. Di antaranya pemeriksaan kesehatan dan psikologis, serta pelatihan keterampilan singkat membuat tas dari tali kur,” imbuhnya.

Selain 100 warga disabilitas, juga terdapat 20 pendamping. Setiap pendamping wajib menangani sedikitnya 5 orang disabilitas.

“Selain kegiatan pelatihan, Dinsos juga memberikan bantuan sesuai kebutuhan seperti penyediaan kursi roda, kaki palsu hingga alat bantu dengar,” beber Rhizuaini.

Namun dari hasil pemeriksaan, tidak semua dari 100 peserta menyandang disabilitas. Diyakini hal tersebut disebabkan mispersepsi disabilitas seseorang.

“Sedikit terjadi mispersepsi yang mungkin hanya disebabkan keterbatasan informasi di lapangan, terkait kriteria disabilitas. Ini hal biasa terjadi dan tidak pertama kali,” tukas Yudhiana Khusnan, Kasi Rehabilitasi Penyandang Disabilitas dan Lansia Dinsos Kalsel.

“Mereka tetap fasilitasi di hari pertama. Tetapi untuk tiga hari selanjutnya, mereka tidak lagi difasilitasi karena terdapat orang lain yang lebih berhak,” tegasnya.

Terlepas dari mispersepsi, Dinsos Kalsel berjanji memfasilitasi disabilitas dari Batola yang memiliki potensi.

“Potensi mereka bisa diarahkan ke Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kemensos, atau panti-panti yang dikelola Dinsos Kalsel,” papar Yudhiana.

“Makanya selain kesehatan, kami juga memeriksa psikologis peserta dan penelusuran bakat,” tandasnya.

Baca Juga: Husni-Habib, Pembunuh di Sutoyo S Terancam Hukuman Mati

Baca Juga: Simak 7 Tuntutan Massa Aksi di Kegubernuran Kalsel

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kapolres Tanbu Ajak Seluruh Elemen Jaga Kondusifitas Wilayah
apahabar.com

Kalsel

Ops Intan 2019, Kapolres Banjar Tekankan Tindakan Simpatik
apahabar.com

Kalsel

Diserang Netizen Lantaran Langgar Prokes, Siaran IG Dihapus, Kadinkes Banjarmasin Minta Maaf
apahabar.com

Kalsel

Aksi Tolak Omnibus Law di Kalsel, Mahasiswa Ancam Duduki Gedung Dewan
apahabar.com

Kalsel

Pameran Artefak Rasulullah dan Sahabat di Martapura Resmi Dibuka
apahabar.com

Kalsel

Babak Baru Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST
apahabar.com

Kalsel

DPRD Kalsel Tunggu Arahan Kementerian Luar Negeri
Banjarmasin

Kalsel

Terang-terangan, Pemkot Banjarmasin Tak Siap Hadapi Banjir: Seperti Jakarta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com