Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat Ribuan Vial Vaksin Covid-19 Tahap II Tiba di Kapuas

Haedar: Penundaan Pembahasan RUU Kontroversial Sudah Tepat

- Apahabar.com Kamis, 26 September 2019 - 07:45 WIB

Haedar: Penundaan Pembahasan RUU Kontroversial Sudah Tepat

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Foto – independensi.com

apahabar.com, YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menilai langkah pemerintah dan DPR RI yang memutuskan menunda pembahasan sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) kontroversial seperti RUU KUHP, Pertanahan, serta Minerba sudah tepat sebagai bentuk kepekaan terhadap aspirasi rakyat.

“Khusus kepada DPR RI hendaknya penundaan sejumlah RUU tersebut bukanlah sekadar prosesnya tetapi harus menyangkut perubahan substansi atau isi agar benar-benar sejalan dengan aspirasi terbesar masyarakat,” kata Haedar melalui keterangan tertulis, Rabu (25/09).

Ia berharap penyusunan RUU dapat mempertimbangkan kepentingan utama bangsa dan negara selaras dengan jiwa, pikiran, dan cita-cita luhur yang terkandung dalam Pembukaan dan batang tubuh UUD 1945.

“Pengalaman revisi Undang-Undang (UU) KPK menjadi pelajaran berharga agar DPR benar-benar menyerap aspirasi masyarakat dan tidak menunjukkan keangkuhan kuasa yang pada akhirnya menimbulkan ketidakpuasan dan ketidakpercayaan publik,” kata Haedar.

Haedar menghargai aksi mahasiswa Indonesia yang secara murni memperjuangkan aspirasi rakyat berkaitan dengan UU KPK hasil revisi dan RUU yang kontroversial sebagai wujud panggilan nurani kecendekiaan selaku insan kampus.

“Karenanya aksi tersebut harus betul-betul dijaga agar tetap pada tujuan semula dan berjalan dengan damai, tertib, taat aturan, dan tidak menjadi anarkis,” kata Haedar.

Ia berpesan kepada aparat kepolisian dan keamanan hendaknya menjalankan tugas sebagaimana mestinya dan tidak melakukan tindakan-tindakan represif atau kekerasan dalam bentuk apapun sehingga semakin tercipta suasana yang kondusif.

Ia meminta aparat keamanan dapat menegakkan hukum dan ketertiban dengan benar, adil, objektif, dan moral yang tinggi.

“Hormati tempat ibadah dan ruang publik agar tetap terjaga dengan baik. Para pejabat negara dan elite bangsa hendaknya mengedepankan sikap yang positif dan seksama serta tidak melontarkan opini-opini atau pendapat yang dapat memanaskan suasana,” kata dia.

Haedar menekankan kepada semua pihak hendaknya tetap mengutamakan kepentingan dan keutuhan Indonesia di atas kepentingan diri, kelompok, institusi, dan lainnya.

Aksi mahasiswa yang murni dan situasi kehidupan bangsa yang memanas, lanjut dia, hendaknya tidak dipolitisasi atau diperkeruh sehingga menyebabkan keadaan semakin tidak kondusif.

“Semua pihak harus berintrospeksi diri sekaligus mengedepankan sikap berbangsa dan bernegara yang dilandasi jiwa kenegarawanan yang luhur demi Indonesia milik bersama,” kata dia.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tetap Tolak Cabut UU KPK

Baca Juga: Demonstran dari 13 Ormas Pasang Keranda di Depan Gedung KPK

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Panglima Tentara Pembebasan Papua Barat: Kalau Mau Tembak Mati, Datang ke Markas
apahabar.com

Nasional

Trump: AS dan China Segera Mulai Perundingan Dagang Tahap Kedua
apahabar.com

Nasional

Menang Telak di Bali, Jokowi Ucapkan Terima Kasih
apahabar.com

Nasional

Sampaikan Pidato Perdana, Jokowi Dinilai Makin Pede
apahabar.com

Nasional

Status Rommy Jadi Tersangka Suap

Nasional

Jika Rizieq Penuhi Panggilan Polisi, Massa PA 212 Siapkan Strategi
apahabar.com

Nasional

KJRI Istanbul Fasilitasi Jemaah Umrah Kembali ke Indonesia
TNI

Nasional

Bantu Pencarian Pesawat Sriwijaya Air, TNI AU Terjunkan Ratusan Personel dan 4 Pesawat Canggih
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com