Akhir Pekan Ini, Wisata Siring Banjarmasin Resmi Ditutup Lagi Dokter Kalsel Gugur karena Covid-19, IDI: Sudah 55 Terjangkit! Ibunya Reaktif Tes Covid-19, Bayi di Banjarmasin Meninggal Dunia Rapid Test di Banjarmasin Rp 500 Ribu, Dinkes Siapkan Sanksi Klarifikasi Oknum Dokter Banjarbaru Dugaan KDRT Istri Pertama




Home Ekbis

Selasa, 10 September 2019 - 10:08 WIB

Harga Minyak di Asia Naik Dipicu Harapan Perpanjangan Pengurangan Produksi

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi. Foto – akuratnews

Ilustrasi. Foto – akuratnews

apahabar.com, TOKYO – Harga minyak berjangka naik di perdagangan Asia pada Selasa (10/09) pagi, berpotensi menuju kenaikan hari kelima, di tengah optimisme bahwa OPEC dan negara-negara lain mungkin setuju untuk memperpanjang pengurangan produksi dalam upaya mendukung harga.

Dilansir apahabar.com dari Antara, minyak mentah berjangka Brent naik 42 sen atau 0,7 persen menjadi diperdagangkan di 63,01 dolar AS per barel pada pukul 01.04 GMT (08.04 WIB), sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan 46 sen atau 0,8 persen lebih tinggi pada 58,31 dolar AS per barel.

Minyak AS naik lebih dari dua persen pada Senin (9/9/2019), sementara Brent menyelesaikan hari itu 1,7 persen lebih tinggi karena pasar bereaksi terhadap penunjukan Raja Saudi atas putranya, Pangeran Abdulaziz bin Salman sebagai Menteri Energi pada Minggu (08/09).

Baca juga :  Butuh Duit? Pilih Pinjol atau Kartu Kredit

Pangeran Abdulaziz, anggota lama delegasi Saudi untuk Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), mengatakan pilar kebijakan Arab Saudi tidak akan berubah dan kesepakatan global untuk memotong produksi minyak sebesar 1,2 juta barel per hari akan dipertahankan.

Dia menambahkan bahwa apa yang disebut aliansi OPEC+ antara OPEC dan negara-negara non-anggota termasuk Rusia akan berlaku untuk jangka panjang.

Pertemuan negara-negara OPEC dan OPEC+ minggu ini di Abu Dhabi “membangkitkan harapan untuk pengurangan pasokan tambahan,” kata Stephen Innes, ahli strategi pasar Asia Pasifik di AxiTrader.

Baca juga :  Butuh Duit? Pilih Pinjol atau Kartu Kredit

Namun, produksi minyak Rusia pada Agustus melebihi kuota berdasarkan perjanjian OPEC+.

Jika harga minyak berakhir pada Selasa lebih tinggi, itu akan menjadi kenaikan terpanjang sejak akhir Juli, tetapi headwinds tetap terjadi karena perang perdagangan Amerika Serikat dan China terus berlanjut.

Para eksekutif di Konferensi Perminyakan Asia Pasifik tahunan mengatakan pada Senin (9/9/2019) bahwa mereka memperkirakan harga minyak tahun ini akan ditekan oleh ketidakpastian seputar ekonomi global, perang perdagangan AS-China dan meningkatnya pasokan AS.

Baca Juga: Menkeu: Pemerintah Mewaspadai Resesi Negara Lain

Baca Juga: MBtech Jadi Peluang Tangan Kreatif Pembuat Jok Go Internasional

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ingin Bisnis Kuliner Bertahan di Tengah Pandemi?, Simak Kiatnya
apahabar.com

Ekbis

November, Bandara Syamsudin Noor Jadi Bandara Internasional
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Antam Bertahan Rp 809.000 per Gram
Optimisme Trump Picu Penguatan Rupiah

Ekbis

Optimisme Trump Picu Penguatan Rupiah
apahabar.com

Ekbis

Ajukan Impor Gula 250 Ribu Ton untuk Kebutuhan Puasa dan Lebaran
apahabar.com

Ekbis

Harga Sayuran di Banjarbaru Naik, Pedagang dan Pembeli Mengeluh
apahabar.com

Ekbis

Bos Hotel di Banjar Ramai-Ramai Minta Dibebaskan Pajak
apahabar.com

Ekbis

Harga Jagung di Barito Utara Naik, Petani Gembira
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com