Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Harga Minyak di Asia Naik Dipicu Harapan Perpanjangan Pengurangan Produksi

- Apahabar.com Selasa, 10 September 2019 - 10:08 WIB

Harga Minyak di Asia Naik Dipicu Harapan Perpanjangan Pengurangan Produksi

Ilustrasi. Foto – akuratnews

apahabar.com, TOKYO – Harga minyak berjangka naik di perdagangan Asia pada Selasa (10/09) pagi, berpotensi menuju kenaikan hari kelima, di tengah optimisme bahwa OPEC dan negara-negara lain mungkin setuju untuk memperpanjang pengurangan produksi dalam upaya mendukung harga.

Dilansir apahabar.com dari Antara, minyak mentah berjangka Brent naik 42 sen atau 0,7 persen menjadi diperdagangkan di 63,01 dolar AS per barel pada pukul 01.04 GMT (08.04 WIB), sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan 46 sen atau 0,8 persen lebih tinggi pada 58,31 dolar AS per barel.

Minyak AS naik lebih dari dua persen pada Senin (9/9/2019), sementara Brent menyelesaikan hari itu 1,7 persen lebih tinggi karena pasar bereaksi terhadap penunjukan Raja Saudi atas putranya, Pangeran Abdulaziz bin Salman sebagai Menteri Energi pada Minggu (08/09).

Pangeran Abdulaziz, anggota lama delegasi Saudi untuk Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), mengatakan pilar kebijakan Arab Saudi tidak akan berubah dan kesepakatan global untuk memotong produksi minyak sebesar 1,2 juta barel per hari akan dipertahankan.

Dia menambahkan bahwa apa yang disebut aliansi OPEC+ antara OPEC dan negara-negara non-anggota termasuk Rusia akan berlaku untuk jangka panjang.

Pertemuan negara-negara OPEC dan OPEC+ minggu ini di Abu Dhabi “membangkitkan harapan untuk pengurangan pasokan tambahan,” kata Stephen Innes, ahli strategi pasar Asia Pasifik di AxiTrader.

Namun, produksi minyak Rusia pada Agustus melebihi kuota berdasarkan perjanjian OPEC+.

Jika harga minyak berakhir pada Selasa lebih tinggi, itu akan menjadi kenaikan terpanjang sejak akhir Juli, tetapi headwinds tetap terjadi karena perang perdagangan Amerika Serikat dan China terus berlanjut.

Para eksekutif di Konferensi Perminyakan Asia Pasifik tahunan mengatakan pada Senin (9/9/2019) bahwa mereka memperkirakan harga minyak tahun ini akan ditekan oleh ketidakpastian seputar ekonomi global, perang perdagangan AS-China dan meningkatnya pasokan AS.

Baca Juga: Menkeu: Pemerintah Mewaspadai Resesi Negara Lain

Baca Juga: MBtech Jadi Peluang Tangan Kreatif Pembuat Jok Go Internasional

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Sempat Perkasa Tiga Hari, Kini Rupiah Jadi Paling Buruk di Asia
apahabar.com

Ekbis

Deputi Gubernur BI Luluh ‘Digoda’ Pedagang Pasar Terapung
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Berupaya Mendorong Industri Karet Berkelanjutan
apahabar.com

Ekbis

Libur Panjang Akhir Tahun, Trafik Data XL Axiata Kalselteng Signifikan
apahabar.com

Ekbis

Presiden Portugal Tertarik dengan Batik dan Kerajinan Indonesia
Tak Perlu ‘Serbu’ Leasing, Begini Aturan Pengajuan Keringanan Kredit

Ekbis

Tak Perlu ‘Serbu’ Leasing, Begini Aturan Pengajuan Keringanan Kredit  
apahabar.com

Ekbis

Jika THR Tak Cair, Berikut 3 Pengeluaran Lebaran yang Wajib Dicoret
apahabar.com

Ekbis

Astra dan Gojek Bentuk Perusahaan Patungan serta Tambah Investasi US$ 100 Juta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com