Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Hari Ini Titik Api Meningkat, BPBD Kalsel Prioritaskan Wilayah Bandara

- Apahabar.com Rabu, 4 September 2019 - 12:20 WIB

Hari Ini Titik Api Meningkat, BPBD Kalsel Prioritaskan Wilayah Bandara

Petugas bersiaga di depan pesawat yang telah disiapkan untuk berangkat di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru Kalimantan Selatan, Senin (6/10). Seluruh jadwal keberangkatan penerbangan dari Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru mengalami keterlambatan 2-3 jam karena tebalnya kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut. ANTARA FOTO/Herry Murdy Hermawan/Rei/pd/14.

apahabar.com, BANJARBARU – Titik api atau hotspot diketahui meningkat dari 200 menjadi 214 titik api pada hari ini, Rabu (4/9/2019).

“Peningkatan titik api menyebabkan beberapa wilayah mengalami kabut asap tipis. Namun wilayah bandara masih aman dengan jarak pandang 4000 meter,” ujar forcaster prakirawan BMKG, Asyrofi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Wahyuddin, mengatakan perioritas utama kini pengamanan wilayah bandara dengan mengumpulkan Satgas darat di 5 posko untuk merapat di posko I dengan mengepung api di seputaran Bandara.

“Setelah dilakukan boombing, Satgas darat kemudian akan melakukan pembahasan, sampai kondisi asap mulai berkurang,” ujarnya saat brifing pagi di kantor BPBD Kalsel.

Ia juga mengingatkan untuk siap menghadapi puncak kemarau yang diduga akan terjadi pada pekan kedua September.

“Untuk mengurangi titik api, semua Satgas atau Subsatgas diharapkan sering patroli,” tegasnya.

“Dengan patroli ke titik rawan api, saya kira masyarakat akan takut membakar lahan, dan ini sudah dicontohkan Paman Birin yang sering patroli,” sambungnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Sahruddin menyebutkan prioritas kedua, yakni melakukan water boombing untuk daerah yang masih tak terkendali seperti Bati-Bati Tanah Laut, Jejangkit Barito Kuala, Tapin dan Hulu Sungai Selatan.

Saat ini, peralatan di posko Mandastana sudah ditarik. Posko Mandastana adalah posko pendukung yang ditempatkan di daerah perbatasan oleh BPBD Kalsel.

“Posko pendukung adalah untuk mendukung BPBD setempat,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyudin.

“Posko pendukung akan ditarik jika posisi ring I di seputaran Bandara dalam keadaan tidak aman,” sambungnya.

Semua posko BPBD dipusatkan di pos I, di BPBD Kalsel untuk mengepung api di kawasan dekat bandara terutama di Landasan Ulin, Liang Anggang dan Gambut.

Dengan ditariknya posko Mandastana, BPBD setempat dapat mengoptimalkan strategi pemadaman di wilayahnya.

Baca Juga: 2134 Hektar Hutan dan Lahan Terbakar, BPBD Kalsel Tambah Waspada

Baca Juga: Tambah 2 Heli, BPBD Kalsel Siap Atasi Puncak Karhutla

Baca Juga: Water Boombing Mahal, BPBD Kalsel: Masyarakat Jangan Bakar Lahan

Reporter : Nurul Mufidah
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sengketa Lahan Kelumpang Hulu dan Hampang, RBH: Tidak Ada Kaitan dengan Suku
apahabar.com

Kalsel

Intip Komitmen Pemkab Hulu Sungai Selatan Berantas Kemiskinan
apahabar.com

Kalsel

Kronologis Lengkap Penemuan Mayat Tertutup Payung Merah di Gunung Sari Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Dinas PUPR Terjunkan Pasukan Turbo, Jalur Klotok Sudah Terbuka
apahabar.com

Kalsel

Semarakkan Ontel, Wabup Tabalong ke Kantor Naik Sepeda
Benawa

Kalsel

Ibu Terduga Pembunuh Anak Kandung di Benawa HST, Berikut Cerita Tetangga Sebelum Kejadian
apahabar.com

Kalsel

Polisi Ungkap Identitas Bocah Tenggelam di Sungai Kelayan
apahabar.com

Kalsel

PAW Dua Anggota DPRD Banjarmasin Digelar Besok
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com