Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Banjir Masih Merendam Rumah Warga, Dinsos Tabalong Bagikan Sembako Polisi Dalami Kaburnya Habib Rizieq dari Rumah Sakit Ummi

Instrusi Sungai Barito, Air PDAM Batola Hanya Untuk Cuci Kaki

- Apahabar.com Sabtu, 21 September 2019 - 14:06 WIB

Instrusi Sungai Barito, Air PDAM Batola Hanya Untuk Cuci Kaki

Ketika instrusi air laut memasuki Sungai Barito, beberapa kecamatan di Barito Kuala pun terkena imbas. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Akibat instrusi air laut, warga beberapa kecapamatan sudah tidak dapat mengkonsumsi air PDAM Barito Kuala.

Seiring musim kemarau yang cukup panjang, intrusi air laut ke Sungai Barito semakin meluas dalam beberapa pekan terakhir.

Setelah hanya melingkupi kawasan Tabunganen, air payau sudah memasuki Tamban, Anjir Muara dan sebagian Alalak.

Situasi itu pun berimbas kepada kualitas air PDAM Batola yang masih menggunakan air Sungai Barito sebagai bahan baku. Dalam waktu tertentu, air yang harus dinikmati warga berasa sedikit asin.

“Sekarang lebih parah dari beberapa tahun sebelumnya, karena kemarau juga cukup panjang,” papar Arifin, salah seorang warga Alalak.

“Kami terpaksa tak mengkonsumsi air PDAM yang sedikit asin. Untuk minum sehari-hari, kami membeli air jerigen dari Banjarmasin. Mencuci juga seadanya, karena sabun tidak berbusa,” imbuhnya.

PDAM Batola pun tidak bisa berbuat banyak, mengingat air asin sulit ditanggulangi. Sementara teknologi desalinasi yang diyakini mampu membuat air asin menjadi tawar, juga tidak murah.

“Memang selama musim kemarau, masalah utama kami adalah kualitas air dari tawar menjadi asin. Sementara debit tak masalah, karena kami menggunakan air permukaan sebagai bahan baku,” Kabag Administrasi dan Keuangan PDAM Batola, Nazhirni, Sabtu (21/9).

“Semuanya disebabkan instrusi air laut ke Sungai Barito. Seandainya kemarau masih berlangsung sebulan lagi, instrusi bisa mencapai Belawang dan Wanaraya,” imbuhnya.

Pun keputusan PDAM mengoperasikan peralatan selama intrusi bukan berarti tanpa risiko. Salah satunya korosi yang menghantam pompa dan pipa besi.

“Andai instrusi sudah parah, kemungkinan operasional ditutup. Sekarang masih dapat dikendalikan, karena air tak terlalu asin dalam jam-jam tertentu,” tegas Nazhirni.

“Sebelum intrusi semakin parah, kami tetap berusaha mengoperasikan peralatan, sekalipun air yang naik hanya digunakan untuk mencuci kaki,” tambahnya.

Ditargetkan mulai pertengahan 2020, pelanggan PDAM Batola di Anjir Muara dan Anjir Pasar tak lagi mengalami masalah intrusi air laut. Hal tersebut disebabkan perubahan pengambilan bahan baku dari Sungai Tabuk di Kabupaten Banjar.

“Pengerjaan pipa air baku dari Sungai Tabuk menuju Anjir Muara dan Anjir Pasar sedang dikerjakan. Kalau tanpa kendala, proses ini selesai di akhir 2019,” jelas Nazhirni.

“Dilanjutkan instalasi dan sebagainya, air PDAM di Anjir Muara dan Anjir Pasar tidak asin lagi mulai 2020. Namun Tamban, Tabunganen dan Mekarsari, kemungkinan diatas 2024,” tandasnya.

Baca Juga: Susur Sungai Barito Sambil Karaokean? Tunggu Oktober Nanti

Baca Juga: Curahan Hati Sang Kakak, Adiknya Tewas di Sungai Barito

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Puluhan Warga Tolak Kawasan Kayu Tangi Jadi Lokasi Karantina

Kalsel

Puluhan Warga Tolak Kawasan Kayu Tangi Jadi Lokasi Karantina
apahabar.com

Kalsel

Pemkab Banjar 3 Kali Terima Penghargaan SAKIP
apahabar.com

Kalsel

Dialog Publik ‘Pembangunan, Inovasi dan Sumber Daya Lokal’ Sapa Anak Muda Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Siang Bolong, Si Jago Merah Mengamuk di Jalan Manggis
apahabar.com

Kalsel

Wali Kota Banjarmasin Launching Warung Makan Gratis untuk Warga Terdampak Covid-19
apahabar.com

Kalsel

HUT Ke-75 TNI, Bupati HST Beri Potongan Tumpeng Pertama ke Serka Abdul Hamid
apahabar.com

Kalsel

UPBS Tabalong Siap Halau Karhutla
Datu Kelampayan

Kalsel

Kubah Datu Kelampayan Sudah Dibuka untuk Peziarah, Makam Guru Sekumpul Kapan?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com