7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin

Iran Tolak Tuduhan AS Berada di Balik Serangan Minyak Saudi

- Apahabar.com Senin, 16 September 2019 - 05:45 WIB

Iran Tolak Tuduhan AS Berada di Balik Serangan Minyak Saudi

Kebakaran terlihat dari kejauhan setelah serangan drone oleh kelompok Houthi Iran Yaman di fasilitas pengolahan minyak milik perusahaan Arab Saudi, Aramco, di Buqayq, Arab Saudi, Sabtu (14/09), dalam gambar yang diambil dari video media sosial yang didapatkan REUTERS. Foto – Antara/REUTERS

apahabar.com, DUBAI – Iran menolak tuduhan oleh Amerika Serikat (AS) berada di belakang serangan terhadap fasilitas minyak Saudi yang berisiko mengganggu pasokan energi global.

Iran juga memperingatkan pada Minggu (15/09), bahwa pangkalan-pangkalan dan kapal-kapal induk AS berada dalam jangkauan serangan peluru kendalinya.

Kelompok Al-Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan pada Sabtu yang mengakibatkan lebih dari setengah produksi minyak Saudi terganggu. Tetapi Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan tak ada bukti serangan-serangan tersebut berasal dari Yaman dan menuding Iran melancarkan “serangan tak terduga atas pemasokan energi dunia itu.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi, yang berbicara di TV negara, menolak klaim AS sebagai “sia-sia”. Seorang komandan senior Pengawal Revolusi memperingatkan bahwa Iran siap untuk berperang “dengan skala penuh” dan aset-aset militer AS berada dalam jangkauan peluru-peluru kendali Iran.

“Siapa saja harus tahu bahwa semua pangkalan Amerika dan kapal-kapal induk mereka yang berada dalam jarak 2.000 kilometer sekitar Iran berada dalam jangkauan peluru-peluru kendali kami,” kata Kepala Korps Pasukan Antariksa Pengawal Revolusi Amirali Hajjzadeh, yang dikutip kantor berita semi resmi Tasnim.

Perusahaan minyak Saudi Aramco mengatakan serangan-serangan itu mengurangi keluaran sebanyak 5,7 juta barel per hari, atau lebih 5 persen dari pasokan minyak mentah dunia pada saat ketika Aramco berusaha keras untuk memasarkan di pasar saham.

Aramco tidak menyebutkan jadwal waktu kapan keluaran minyaknya akan kembali normal tetapi mengatakan pada Ahad pagi pihaknya akan menyampaikan informasi terkini dalam sekitar 48 jam. Satu sumber yang dekat dengan masalah itu mengatakan kepada Reuters, diperlukan waktu “beberapa pekan bukan beberapa hari” untuk kembali ke kapasitas minyak penuh.

Arab Saudi, eksporter minyak terbesar di dunia, mengapalkan lebih 7 juta barel minyak ke tempat-tempat tujuan di seluruh dunia tiap hari, dan selama bertahun-tahun telah bertindak sebagai pemasok jalan terakhir ke pasar-pasar.

Baca Juga: Pabrik Minyak Saudi Diserang, Dunia Hadapi Krisis Pasokan

Baca Juga: Pabrik Pengolahan Minyak Saudi Aramco Diserang Drone Al-Houthi

Sumber: Antara

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polisi Tembak Mati Seorang Pengedar Narkoba
apahabar.com

Nasional

Pasca-Putusan MK, Tiga Pengusaha Beberkan Asa Ekonomi Kalsel
apahabar.com

Nasional

KTT ASEAN Sepakati 7 Hal Penanganan Covid-19
apahabar.com

Nasional

Aksi Heroik PMI Selamatkan Warga Terjebak Banjir di Jabodetabek
apahabar.com

Nasional

3.517 Wartawan Lolos Seleksi Fellowship Perubahan Perilaku
apahabar.com

Nasional

Survei LSI: Pemerintahan Jokowi Punya Modal Besar Atasi Intoleransi
apahabar.com

Nasional

Tolak Radikalisme, Kiai Ma’ruf: Pemerintah dan Muslimat NU Harus Sejalan
apahabar.com

Nasional

Renovasi Istiqlal Tekankan Ramah Jamaah Disabilitas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com