apahabar.com
Kabut asap semakin menghambat jarak pandang. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Kemarau tengah memasuki puncaknya. Hal itu berimbas kian maraknya terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga muncul kabut asap.

Kepulan asap pun tak hanya mengganggu kesehatan, tapi juga aktivitas pengendara, termasuk transportasi darat dan udara. Asap terus mengepul menyelimuti hampir seluruh wilayah Kalsel.

Jarak pandang makin tertutup lantaran menyentuh angka 50 meter pada pagi hari ini, Sabtu (14/9).

Hal ini disampaikan Staf Prakirawan BMKG, Shaaimul Qadri. Ia mengatakan jarak pandang atau visibillity pada pagi hari ini turun. Hal itu menjadi penyebab beberapa pesawat mengalami delay atau penundaan keberangkatan.

“Visibillity pagi ini turun 50 meter, dan beberapa pesawat mengalami delay,” ujarnya kepada apahabar.com, Sabtu (14/9) pagi.

Dengan kondisi kabut asap yang parah, ia menyarankan untuk masyarakat agar memakai masker jika beraktivitas di luar rumah.

“Jika tidak ada kepentingan atau kegiatan di luar untuk pagi hari harap jangan meninggalkan rumah karena jarak pandang minimum tersebut akan sangat berbahaya untuk transportasi darat maupun udara,” imbaunya.

Oleh karena kabut asap mulai mengganggu baik transportasi darat maupun udara juga berdampak pada kesehatan masyarakat, maka BPBD Kalsel menyampaikan usulan hujan buatan untuk wilayah Kalsel ke BNPB.

“Ya kami sudah usulkan untuk hujan buatan ke BNPB tapi disetujui atau tidak itu nanti terserah BNPB,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Wahyuddin.

Sementara itu, Marsda TNI Purn Bonar Hutagaol selaku tim ahli BNPB, membenarkan bahwa BPBD sudah mengusulkan hujan buatan tersebut, namun menurutnya perlu diingat memungkinkan atau tidak untuk dibuat hujan buatan.

“Kemarin sudah koordinasi dengan BMKG dan memang secara teori jika tidak ada awan maka hujan buatan tidak bisa dilakukan,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, BNPB akan membantu, tapi awannya yang mau dibentuk belum ada.

“Hujan buatan ini memerlukan 70 persen awan. Sehingga jika demikian kita bantu siram garam untuk hujan buatan,” katanya.

Menurutnya untuk wilayah Kalimantan Selatan kemunculan awan akan ada di bulan Oktober.

Baca Juga: Jarak Pandang Bandara Turun Jadi 2,5 Km

Baca Juga: Waspada, Kabut Asap Pekat Selimuti Jalan Trans Kalimantan di Tala

Baca Juga: Dikepung Asap, Udara di Banjarmasin Masuk Level Tak Sehat

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Syarif