BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Kabut Asap di Banjarbaru Disebut Kiriman Daerah Lain

- Apahabar.com Senin, 9 September 2019 - 15:51 WIB

Kabut Asap di Banjarbaru Disebut Kiriman Daerah Lain

Kebakaran lahan di Kalsel yang terpantau dari udara. Foto-apahabar.com/Fathurrahman.

apahabar.com, BANJARBARU – Kabut asap yang selama ini menyelimuti Kota Banjarbaru rupanya berasal dari kebakaran hutan dan lahan dari kabupaten lain. Pasalnya, berdasarkan data BPBD, Kota Idaman hanya memiliki tiga lokasi rawan api.

Ketiga lokasi itu masing-masing di wilayah Desa Bangkal Kecamatan Cempaka, Landasan Ulin, dan Liang Anggang.

“Daerah itu kita amankan, takutnya nanti jadi kabut asap semakin tebal. Sementara, kabut asap yang ada merupakan kiriman dari daerah lain,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru Suriannor Akhmad kepada wartawan usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kota, Senin (09/09) siang.

Ia menjelaskan, di Banjarbaru ada bandara yang fungsinya vital sehingga harus diamankan. “Karena dapat mengganggu penerbangan, daerah vital di bandara diprioritaskan. Sedangkan di daerah lain, meski titik apinya banyak, tetapi tidak terlalu berdampak,” ungkapnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat Banjarbaru agar tetap menjaga lingkungan. “Titik api di Banjarbaru sampai saat ini masih aman, belum ada peningkatan” sambungnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk langkah kedepan pihaknya akan selalu bekerjasama mensosialisasikan bahaya Karhutla.

“Contohnya di Borneo Park harus punya alat. Terutama di permukiman perumahan untuk jaga-jaga,”bebernya.

Menurutnya, masyarakat jangan hanya bergantung kepada pihak BPBD. “Kita sudah berkoordinasi dengan provinsi dan yang sangat berperan membantu TNI, Polri. Namun masyarakat juga harus turut aktif,” pintanya.

Ia mengakui, peralatan BPBD masih sangat sederhana dan minim. “Tetapi untuk antusias dari masyarakat, terutama relawan Masyarakat Peduli Api (MAP) di 8 Kelurahan Kota Banjarbaru sangat baik. Mereka membantu mengamankan Banjarbaru sudah maksimal,” ujarnya mengakhiri.

Untuk diketahui, berdasarkan data BPBD hingga 8 September kemarin, di Banjarbaru terdeteksi 8 titik hotspot melalui NOAA, 7 titik hotspot melalui SNPP dan 4 titik hotspot melalui Aqua Terra dengan jumlah kejadian kebakaran lahan sebanyak 201 kali dan menghabiskan seluas 360,41 hektar.

apahabar.com

Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru Suriannor Akhmad. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah.

Baca Juga: Akibat Kabut Asap, Pesawat Wing Air Gagal Mendarat di Bandara Pangsuma Kalbar

Baca Juga: Ketika ‘Kota Cantik’ Diselimuti Kabut Asap, Palangka Raya Perpanjang Status Siaga Karhutla

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D
apahabar.com

Kalsel

Klarifikasi Oknum Dokter Banjarbaru Dugaan KDRT Istri Pertama

Kalsel

Wakil Ketua DPRD Sedih Kalsel Tak Jadi Ibu Kota
apahabar.com

Kalsel

Siang Hari BMKG Prakirakan 5 Daerah di Kalsel Diguyur Hujan Disertai Petir
apahabar.com

Kalsel

Harjad ke-69;Wabup Harapkan Kabupaten Banjar Makin ‘Dewasa’
apahabar.com

Kalsel

Imbau Para Guru, Disdikbud Kalsel: Selipkan Materi Virus Corona Ketika Mengajar Online
apahabar.com

Kalsel

Jual Sabu, Pria di Banjarmasin Selatan Terancam 20 Tahun Bui
apahabar.com

Kalsel

HUT Ke-74 RI, Warga Binaan Rutan Pelaihari Ikuti Tari Kolosal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com