Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Kabut Asap Makin Parah, Pemerintah di Kalteng Diminta Fasilitasi Salat Istisqa

- Apahabar.com Minggu, 15 September 2019 - 18:18 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Pemerintah di Kalteng Diminta Fasilitasi Salat Istisqa

Ilustrasi salat Istisqa. Foto – Antara/Rendhik Andika

apahabar.com, PALANGKARAYA – Semakin parahnya kabut asap akibat meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), untuk itu politisi PKS Kalteng, Heru Hidayat meminta pemerintah provinsi setempat termasuk pemerintah tingkat kabupaten/kota memfasilitasi pelaksanaan salat Istisqa atau salat minta hujan.

“Harus ada imbauan dan ajakan dari Pemerintah Daerah atau Majelis Ulama Indonesia untuk melaksanakan salat Istisqa bagi umat muslim dan doa bagi seluruh umat beragama yang ada di Kalimantan Tengah,” kata Heru di Palangkaraya, Minggu (15/09).

Seiring dengan kondisi Kalimantan Tengah yang belum berpotensi turun hujan, masih maraknya karhutla serta semakin parahnya kabut asap, seluruh jajaran pemerintahan di Provinsi Kalteng diminta mengajak umat Islam dan segera melaksanakan salat minta hujan bersama-sama.

“Selain upaya pemadaman kebakaran yang terus menerus dilakukan, berdoa adalah bagian yang sangat penting untuk bisa memohon turunnya hujan. Dari pengalaman sebelumnya yang akan bisa mengatasi kebakaran lahan dan hutan yang tidak terkendali adalah pemadaman dan turunnya hujan,” katanya.

Melaksanakan salat Istisqa sangat dianjurkan merupakan bentuk penyerahan diri kepada Allah bagi umat Islam. Seiring dengan penyerahan diri maka umat Islam juga dapat memohon untuk segera dibebaskan dari musibah yang tengah melanda.

Di sisi lain, dalam upaya penanggulangan Karhutla yang menjadi penyebab kabut asap maka perlu adanya keterlibatan semua pihak.

“Jangan sampai kondisi kebakaran lahan dan hutan semakin parah, karena dampak dari kebakaran lahan dan hutan yang tidak terkendali adalah kita semua,” kata Ketua Umum PKS Kalteng itu.

Dia mengatakan, karena maraknya Karhutla maka timbul kabut asap, sehingga seluruh masyarakat Kalteng menanggung dampak bahaya yaitu buruknya kualitas udara bagi kesehatan, terganggunya proses pendidikan, dan kerugian lainnya.

Menurut Heru, Peran Pemerintah, TNI, Polri, BPBD, dan relawan pemadam kebakaran lainnya sangatlah berarti dan penting untuk terus melakukan upaya pemadaman karhutla.

Namun keterbatasan personel dan luasnya wilayah yang ada di Kalimantan Tengah maka di antara cara mengatasi kebakaran lahan pertama meningkatkan partisipasi masyarakat.

Pemerintah Daerah harus segera mengkoordinasikan seluruh jajaran pemerintah sampai tingkat kelurahan/desa, libatkan peran Rukun Tetangga (RT) dan seluruh masyarakat di Kalimantan Tengah.

“Fungsinya agar masyarakat turut berpartisipasi secara masif dan menjadi bagian dari Pengawasan melekat di masyarakat terhadap kebakaran lahan yang terjadi,” kata Heru.

Baca Juga: Bupati Barito Utara Sambut Kedatangan Jemaah Haji

Baca Juga: Asap Kian Mencekam, Sejumlah Sekolah di Kalteng Libur Mulai Besok

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

NSD

Kalteng

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Perumahan NSD Kapuas Disulap Jadi RS Darurat
apahabar.com

Kalteng

Kejari Barito Utara Musnahkan 24 Barang Bukti Secara Virtual
apahabar.com

Kalteng

Mangkrak 12 Tahun, Bupati Kobar Siap Lanjutkan Pembangunan Gedung Serbaguna

Kalteng

Adu Kuat Dua Truk di Jalan Negara Muara Teweh-Banjarmasin
apahabar.com

Kalteng

Selama Sterilisasi, Pasar Besar Palangka Raya Ditutup
apahabar.com

Kalteng

ASN di Kapuas Diminta Tidak Menambah Libur

Kalteng

1 dari 3 Dosen FEB Universitas Palangka Raya Positif Covid-19 Meninggal, Kampus Tutup Sementara
apahabar.com

Kalteng

Sekda Kapuas Harap Stakeholder Siap Siaga Hadapi Ancaman Bencana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com