apahabar.com
Kawasan Wisata Siring Banjarmasin mulai diselimuti kabut asap. Foto diambil pada Kamis (12/09) pagi. Foto-MNC for apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Hari ini, Kamis (12/09), kabut asap pekat mulai menyelimuti Banjarmasin. Bahaya Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA mengintai.

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Banjarmasin sudah mendekati level tidak sehat.

Itu terpampang jelas dari papan informasi ISPU yang terletak di perempatan Jalan Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengakui kabut asap yang timbul akibat kebakaran hutan atau lahan itu sudah sangat menganggu.

Namun, Pemkot Banjarmasin belum mau mengeluarkan instruksi untuk meliburkan siswa/i SD serta SMP.

“Sampai detik ini, kami melihat kabut asap belum bisa dikatakan rawan untuk anak anak, sehingga saya tidak meliburkan sekolah,” terang Ibnu.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, Totok Agus Daryanto.

Ia sepakat dengan sikap Wali Kota Banjarmasin. Aktivitas belajar-mengajar tidak akan diliburkan karena kondisi udara memburuk.

Baginya, perintah untuk meliburkan sekolah itu disesuaikan dengan kondisi dan kualitas udara di Banjarmasin.

“Saat ini kualitas udara Banjarmasin dalam kondisi baik, masih memungkinkan pembelajaran normal,” tutur Totok.

Sementara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin memastikan kabut asap pekat mulai muncul. Namun tidak terlalu parah dan membahayakan kesehatan masyarakat.

“Kualitas [udara] masih tergolong aman, karena asap dari Karhutla tidak sampai ke sini,” ujar Kepala Bidang Pengawasan DLH Banjarmasin, Wahyu Hardi Canyono kepada apahabar.com, Kamis.

“Kualitas udara kita masih aman. Apalagi beberapa hari ini ada hujan. Kabut sifatnya sementara saja,” ucapnya.

Kata dia, pencemaran udara bisa dikatakan berbahaya jika debu dalam udara sudah mencapai 200 sampai 259 Part per Miliknya (PPM). Sedangkan saat ini angka pencemaran masih di batas 0 sampai 50 PPM.

“Artinya itu masih aman. Semoga saja hujan bisa terus terjadi. Dan bisa mengurangi kabut asap yang terjadi akhir-akhir ini,” pungkasnya.

Ia juga menerangkan daerah Banjarmasin ini kebanyakan adalah lahan pertanian, bukan lahan yang mudah terbakar.

Ketika terbakar akibat kemarau pun, pastinya tidak akan menimbulkan kabut asap yang parah. Besar kemungkinan kabut asap yang menyelimuti adalah kiriman dari daerah tetangga.

Dari informasi dihimpun, sejumlah daerah meliburkan sekolah gara-gara kabut asap.

Akibat kondisi udara yang semakin memburuk, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengeluarkan instruksi meliburkan sekolah.

ISPU di Pontianak hari ini, dikutip dari Gatra, untuk konsentrasi PM10 mencapai angka 276,77 µgram/m3 atau dalam level tidak sehat.

Libur sekolah dimulai sejak hari ini hingga 14 September. Itu untuk seluruh jenjang pendidikan sekolah. Mereka akan masuk kembali pada 16 September.

Sedangkan, dari Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Dinas Pendidikan setempat sudah meliburkan anak sekolah sejak Selasa dan Rabu kemarin. Buntut dari kabut asap yang kian hari makin menebal, libur sekolah di sana diperpanjang sampai Jumat pekan ini.

Baca Juga: Breaking News; Kabut Asap Parah! 7 Penerbangan di Bandara Syamsuddin Noor Delay

Baca Juga: Mengatasi Karhutla, Perlu Kesadaran Bersama

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah