Operasi Senyap KPK di Amuntai HSU, Polda Belum Pastikan Kronologis OTT KPK di Amuntai HSU, Beranjak dari Laporan Masyarakat OTT KPK di Amuntai, Pegawai Kaget Ruang Kerja Bupati HSU Sudah Disegel OTT KPK di Amuntai HSU, Satgas Pinjam Ruang Polres Kopi Liberika Diminati Mancanegara, SPI Kalsel Sebut Mutiara Hitam Gambut

Kabut Asap Semakin Pekat, Pemkab Kotim Perpanjang Libur Sekolah

- Apahabar.com     Minggu, 22 September 2019 - 05:45 WITA

Kabut Asap Semakin Pekat, Pemkab Kotim Perpanjang Libur Sekolah

Kabut asap yang masih pekat membuat Disdik Kotawaringin Timur memperpanjang libur sekolah. Foto – Antara/Norjani

apahabar.com, SAMPIT – Kabut asap yang semakin pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, membuat pemerintah setempat memperpanjang libur sekolah.

“Berdasarkan koordinasi dengan pimpinan (bupati), mengingat kondisi cuaca atau asap dan kualitas udara masih tidak sehat atau berbahaya, maka libur ditambah tiga hari mulai Senin (23/9) sampai Rabu (25/9) nanti,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Suparmadi di Sampit, Sabtu (21/09).

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur meliburkan sekolah selama satu minggu terhitung 16 hingga 21 September 2019 karena asap pekat yang dikhawatirkan mengganggu kesehatan murid.

Seharusnya sekolah kembali aktif pada Senin (23/9) nanti, namun setelah dilakukan evaluasi, diputuskan libur sekolah ditambah. Hingga hari ini, kualitas udara Sampit berfluktuasi dari kategori tidak sehat hingga kategori berbahaya.

“Kebijakan itu diberlakukan untuk sekolah mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama sederajat, baik yang berstatus negeri maupun swasta,” katanya.

Sekolah tingkat PAUD hingga SMP sederajat merupakan kewenangan pemerintah kabupaten, sedangkan tingkat Sekolah Menengah Atas sederajat merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

Suparmadi mengaku sudah berkoordinasi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kotawaringin Timur Samsudin terkait libur tambahan untuk sekolah di bawah naungan Kementerian Agama yakni Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah.

“Kebijakan meliburkan sekolah merupakan upaya pemerintah daerah mencegah anak-anak terjangkit infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA akibat terhirup asap bercampur debu kebakaran lahan,” kata dia.

Terkait kegiatan peserta didik selama libur, pihak sekolah diminta memberikan tugas mandiri untuk dipelajari di rumah sehingga waktu libur bisa dimanfaatkan peserta didik dengan baik.

Orangtua juga diminta mengawasi anak agar tidak bermain di luar ruangan sehingga tidak terhirup asap. Jika dibiarkan bermain di luar rumah maka tujuan meliburkan sekolah untuk mencegah anak terserang penyakit menjadi sia-sia.

“Semoga Bumi Habaring Hurung atau Kotawaringin Timur ini cepat diguyur hujan yang menyejahterakan bagi rakyat,” pungkasnya berharap.

Baca Juga: Fakta Bukan Mitos, Raksasa di TNTP Jadi Obyek Wisata Turis

Baca Juga: Pra-PON Jakarta, 5 Pesilat Kobar Gigit Jari

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Langgar Protokol Kesehatan, Warga Kapuas Bakal Didenda dan Kerja Sosial
apahabar.com

Kalteng

Kunjungi Kalteng, Stafsus Kepresidenan Ingin Promosikan Obat Tradisional Lokal

Kalteng

Korban Kebakaran Tiga Lokasi di Kapuas Kalteng Terima Bantuan
apahabar.com

Kalteng

Barut Zona Risiko Tinggi Covid-19, Bupati: Masyarakat Jangan Panik
apahabar.com

Kalteng

Hanya Bandara Tjilik Riwut yang Bakal Di-lockdown
apahabar.com

Kalteng

Surat Suara Diperkirakan Tiba di Kalteng Pekan Ini
apahabar.com

Kalteng

Eks Lokalisasi Merong Kembali Beroperasi, Ini Kata Dinsos PMD Barut
Vaksinasi Lansia

Kalteng

Kadinkes Jelaskan Alasan Rendahnya Capaian Vaksinasi Lansia di Kapuas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com